Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

JANGAN RISAU WAHAI PEJUANG KEBAIKAN

Waktumu yang kau gunakan untuk memikirkan orang lain, hingga terkadang kau lupa memikirkan dirimu sendiri Hartamu yang kau gunakan untuk membiayai segala macam agenda kebaikan, hingga kau lupa memenuhi keinginanmu Rasamu yang kau gunakan untuk mengasihi sesamamu, hingga terkadang kau lupa memerhatikan rasamu sendiri Lantas, untuk apa kau risau akan dirimu saat ini dan esok? bukankah kamu menyambung silaturahim bahkan saat seseorang memandangmu sebelah mata? bukankah kamu menebar senyum? bahkan saat orang lain sedang berteriak marah padamu? bukankah kamu rela mengganjal perutmu dengan air putih saja? untuk membuat saudaramu mampu mengganjal perutnya dengan sesuap nasi atau sepotong roti? Kamu adalah pejuang kebaikan, maka Allah tak akan menyiakan apa yang kau lakukan.. kamu yang menahan diri dengan berpuasa, maka Allah yang akan menguatkanmu.. kamu yang memberikan segenap perhatianmu untuk saudaramu, maka bagaimana mungkin Allah akan membuatmu duduk termangu tanpa teman disisim...

TERHANYUT DALAM KESEDIHAN

Seperti layaknya bahagia, sedihpun kita yang tentukan. Kelelahan hati akan rasa, terkadang membuat langkah melambat. Melambat bukan untuk berhenti, tapi untuk mengambil jeda bahwa perjuangan yang panjang membutuhkan kaki yang lebih kuat. Kaki yang masih ringkih, akan sulit berjalan terus-menerus, maka memperlambat langkah untuk memberi kesepatan pada kaki untuk menguat kurasa tak mengapa. Kesedihan kita pula lah yang menentukan, melihat realita sebagai beban atau sebagai kesemptan berlomba dalam kebaikan. Mungkin, semua tak terlihat sama apalagi jika tempatmu yang dulu memberikan banyak kenangan dan tempat barumu seperti intoleran terhadap kenanganmu. Kini, kita terhanyut dalam kesedihan. Ketidakmapuan menerima perpisahan dan perbedaan yang signifikan, membuat kaki kian berat melangkah. Membuat diri tak ingin lagi hadir, dan memilih ladang kebaikan yang lain. Mungkin puncakku untuk hal itu memang sudah kuraih di tempat yang lalu, dan kini kurasa kesedihanku terhanyut karena aku mengi...

MERAPIHKAN FINANSIAL

Setelah beberapa waktu lamanya berwacana merapihkan catatan keuangan pribadi, akhirnya hari ini Saya take action merapihkannya. Sebenarnya sejak kuliah di semester awal dulu Saya mulai mencatat cashflow keuangan pribadi Saya di buku khusus namun tidak istiqomah dan berhenti di tengah jalan, hingga akhirnya saat Saya mulai mengajar di SMPIT Taskia saya mulai mencatat kembali cashflow keuangan pribadi saya mannually di buku Agenda pribadi . Saya selalu mencatat mulai dari Rancangan Anggaran Biaya untuk satu bulan dan arus keluar-masuk keuangannya, dari situ saya bisa mengevaluasi apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan yang  sudah dianggarkan atau tidak. Hari in, Saya iseng-iseng mencari aplikasi untuk di handphone pintar dan ketemulah si imut “catatan keuangan”, sebenarnya masih   banyak yang lain, namun terlalu luas dan saya merasa belum butuh itu. Setelah mendownload aplikasi catatan keuangan itu, Saya mulai menginput arus keuangan Saya dibulan Agustus hingga hari in...

BAHAGIA KITA YANG TENTUKAN

Bahagia selalu mempunyai waktunya sendiri, bagi kita yang terlalu tinggi dalam berekspektasi bisa jadi sedikit kebahagiaan yang kita dapatkan. Berpikiran bahwa Aku akan bahagia ketika mendapatkan pencapaian A, tapi nyatanya pencapaian itu tak kunjung terselesaikan, maka kebahagiaan menjadi tertunda. Padahal, bukan hal sulit untuk menjadikan setiap prosesnya adalah sebuah kebahagiaan. Misalnya untuk lulus sarjana maka kita harus menyelesaikan rangkaian pengerjaan skripsi, bagi kebanyakan kita (mungkin) standar bahagia kita adalah ketika kita sudah melaksanakan Seminar Hasil, lalu Ujian Komprehensif, Yudisium dan kemudian berada di titik puncak yaitu wisuda. Padahal dalam perjalanan tugas akhir tersebut, begitu banyak momen yang bisa menjadi sumber kebahagiaan kita. Bisa lebih sering berinteraksi dengan dosen, bukankah mendapatkan transfer ilmu secara khusus empat mata saat bimbingan adalah sebuah hal yang sangat bermanfaat? Maka, bagi wajah yang mudah tersenyum ini adalah momen keba...

KETIKA TIBA HARINYA

Awalnya aku dan kamu meragu, bahkan hingga hari ini tiba kita masih sangsi apa benar aku dan kamu akan menjadi kita? Apa benar aku adalah penyempurnamu dan kamu adalah penyempurnaku? Bermodal kemantapan hati atas istikhatah pada sang pemilik hati, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan langkah.. Langkah yang akan menepis keraguan, walau hingga hari ini keraguan masih menggelayuti, bahkan di detik terakhir ketika prosesi penyerahan dan penerimaan tanggungjawab dari ayahku kepadamu yang sakral itu berlangsung.. Namun itu adalan prinsip yang kita jaga, bahwa tak ada hak dan kewajiban untuk mencinta hingga para saksi menyatakan sah pertemuan kita.. Hingga Arsy Allah bergetar atas Ijab-Qabul yang baru saja terjadi.. Sejarah emas dalam kehidupanmu dan kehidupanku Setelah sekian lama mempersiapkan pertemuan, hari ini pertemuan itu telah disaksikan oleh penduduk langit dan bumi.. Dengan kicauan burung dipagi hari, menambah syahdu pertemuan kita ini.. Aku masih termenung, menun...

MEMPERSIAPKAN PERTEMUAN

Selayaknya perjalanan yang harus disiapkan segala sesuatunya, maka pertemuan kita pun harus dengan persiapan yang cukup dan bukan ala kadarnya. Karena pertemuan kita akan berlanjut pada perjalanan yang tak berkesudahan. Aku disini dengan mimpi-mimpi yang kugantungkan pada bintang-bintang dilangit. Dan dirimu disana juga dengan mimpi yang begitu hebat dan rupawannya. Maka mari persiapkan diri, saat kita bertemu nanti pastikan bahwa kita telah siap untuk menyatukan mimpi-mimpi kita. Maka tidak harus ada diri yang merintih lantaran harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Coba kita lihat-lihat lagi kertas-kertas lusuh yang penuh dengan coretan mimpi kita itu, beberapa mimpi yang kita tuliskan mungkin ada yang sama dan juga ada yang berbeda sudah tentu. Maka mari kita satukan ia menjadi mimpi bersama, bukan tentang mimpimu dan bukan tentang mimpiku ataupun mimpi kita masing masing, ini adalah tentang mimpi kita berdua. Kesendirianmu dan kesendirianku saat ini, jadikanlah sarana meraih keba...

JIKA TAK KUAT SENDIRI MAKA JANGAN MENCOBA UNTUK LARI

Selayaknya Musa sang Nabi Allah yang ditemani Harun Saudaranya.. Begitu beratnya perjuangan, tak membuatnya menyerah dan memilih pergi.. Ia hanya meminta kepada Rabbnya untuk diberikan penguat, dikirimkan seorang teman yang membantunya dalam memperjuangkan kebaikan tegak di muka bumi ini.. Maka memilih menyerah ketika lelah, bukanlah keputusan yang tepat. Mengapa tidak mencari teman seperjuangan? Mungkin kita memang kuat, tapi sekuat apa kita jika sendiri? Memilih pergi tak akan membuat kita berprestasi, justru ketertautan hati akan mati. Bukankah dengan bersaudara maka semua akan lebih indah? Manusia memang setidak sempurna itu, karena yang Maha sempurna hanyalah Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya. Namun apa salahnya mempersembahkan yang terbaik yang kita mampu. Kembalilah pada lingkaran ini, wahai hati yang mulai kerontang, kamu hanya butuh melihat senyum saudaramu, bercengkrama dengan mereka dan saling menguatkan satu sama lain. Jangan memilih untuk berlar...

SALING MELENGKAPI

Biarkan takdir yang akan menyatukan kita dalam sebuah pertemuan yang tidak akan rela untuk kita lupakan. Saat itu engkau berjabatan tangan dengan Ayahku, dan aku menunggu di balik tirai dengan penuh do'a. Do'aku pada Tuhanku setiap harinya agar mempertemukan kita dalam keadaan kita telah siap. Siap untuk saling mencintai karenaNya, yang denganku engkau lebih mencintaiNya dan denganmu akupun lebih mencintaiNya. Kita dipersatukan atas ketidaksempurnaan, maka masing-masing diantara kita menjadi penyempurna agama satu sama lain. Jika saja dalam perjalanan waktu justru kedekatan kita pada Sang Maha Cinta memburuk, maka saat itu kita harus mengevaluasi diri. Hati yanh dipersatukan atas cinta pada Rabbnya tidak akan berdusta dengan perlahan pergi meninggalkan Rabbnya dan asik dalam kefanaan dunia. Di saat ini, kita sudah bersama dalam sebuah ikatan suci yang tak hanya mengikat aku dan dirimu. Tapi ikatan ini, ikatan yang juha mengikat keluarga besarmu dan keluarga besarku. Maka ...

(TIDAK) INGIN JADI PNS

Sedang ramai pendaftaran CPNS sebulanan ini, dari beberapa informasi di grup Saya tahu bahwa semalam hari terakhir pengunduhan kartu peserta tes yang paling update. Sejak awal pembukaan pendaftaran, bebedapa orang baik memotivasi Saya untuk mencoba mendaftarkan diri. Mulai dari Orangtua, Paman, dan sahabat. "Masih belum pengen", begitu jawab saya singkat. Sejak lulus kuliah dan bahkan sejak kuliah Saya tidak ada cita-cita atau mimpi ke arah sana. Secara halus Saya sampaikan kepada kedua orangtua Saya tentang alasan yang melatarbelakangi saya masih enggan mendaftarkan diri dan tentang mimpi-mimpi Saya. Karena membangun komunikasi yang baik kepada kedua orangtua adalah hal yang penting, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan saling menyalahkan hingga berujung penyesalan dikemudian hari. Saya adalah pribadi yang tidak begitu suka dengan sesuatu hal yang mengikat, dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS nantinya saya khawatir  kedepannya Saya hanya akan mematikan...

NGEDROP

Semalam, pertamakalinya s Saya panik dengan diri Saya sendiri. Sebulanan ini aktivitas memang begitu padat, alhamdulillah sepulang mengajar SMP langsung mengajar ngaji anak-anak di salah satu perumahan tidak jauh dari rumah. Selesai itu istirahat sebentar dan dilanjutkan dengan Mengajar ngaji di Rumah Qur'an yang sedang saya Rintis di Musholah depan rumah. Alhamdulillah, Allah masih beri kesempatan untuk Saya bisa mengamalkan ilmu. Malam tadi, tidak seperti biasanya. Kepala Saya memang agak pusing sejak pagi di sekolah, biasanya langsung hilang kalau dibawa istirahat tidur siang. Tapi hari kemarin agak berbeda, dan puncaknya setelah Saya selesai mengajar ngaji di Rumah Qur'an Nurul Falah, Saya seperti melayang. Badan bisa digerakkan seperti biasa, tapi seperti melayang dan tidak merasakan apapun hampir mati rasa atau baal. Saya sudah siap untuk berangkat ke tempat Dauroh Marhalah 1 di bantar Gebang. Tapi, setelah pamit ke Ibu, Saya sempat konsultasi ke Cici dan Liya tentan...

MENGENAL DELAPAN PERMATA

Pengalaman sebagai orang yang pernah bergelut dibidang kaderisasi membuat Saya sangat beruntung, karena kini kepayahan-kepayahan yang dulu Saya coba bersabar atasnya kini menjadi sebuah panduan yang begiru bernilai. Saya belajar banyak dari Arif tentang bagaimana ilmu "design thinking", membuat sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan mencarikan solusi setiap ada permasalahan. Bukan memaksakan sebuah program tanpa berpikir apakah akan sesuai atau tidakm bukan mengutuki permasalahn dan enggan memberikan solusi. Walau sampai sekarang Saya pun masih belajar, tapi setidaknya ada hal yang menjadi panduan untuk Saya bergerak. Sejak diamanahi menjadi seorang wali kelas, Saya mencoba berpikir bagaimana caranya menjadi Fasilitator yang baik untuk anak-anak didik Saya. Tahun ini saya dihadiahi delapan murid perempuan di kelas akhwat. Mereka adalah Bunga, Sakura, Tulip, Lily, Teratai , Mawar, Melati dan Matahari. Hal yang pertama kali Saya lakukan adalah membangun kedekatan, sej...

Dan Akupun Menjadi Guru..

Dan Akupun menjadi guru.. Menjadi salah satu dari Sarjana Perikanan yang mendidikasikan diri di bidang pendidikan, ya pada akhirnya Aku memilih jalan ini. Lebih dari sekedar memilih, Aku yakin bahwa ini adalah jalan yang Allah pilihkan untukku. Seperti kebanyakan orang yang dilema saat lulus kuliah, idealisme bekerja di bidang yang linier atau mewujudkan mimpi-mimpinya dengan bekerja yang jauh dari bidang studinya, dan Akupun pernah pada tahap itu. Aku pernah berikhtiar mencari pekerjaan dibidang perikanan, tapi entah justru begitu banyak kekhwatiran yang menyapaku. Aku sudah bekerja di Sekolah dengan menjadi staff keuangan, namun aku juga masih beriktiar mengejar idealismeku untuk bisa bekerja di bidang perikanan. "Sayang", pikir orang-orang dan juga sedikit hati kecilku. Kuliah empat tahun, lalu ilmuku tak termanfaatkan. Hingga pada akhirnya aku memilih diam, menurunkan ego dan mencoba berdamai dengan diriku. Kumintakan lagi fatwa pada hatiku, apakah yang sebenar...

BELAJAR DARI PERTANDINGAN BOLA

Pagi sampai siang hari tadi saya terhanyut menonton pertandingan futsal di sekolah, salah satu rangkaian acara Festival di sekolah. Pertandingan demi pertandingan berlangsung dan saya asyik menyaksikannya sembari membaca buku, walau sesekali saya bingung mau fokus membaca atau menonton. Tiba saatnya pertandingan final untuk merebutkan gelar juara, saya pun mendekat dan duduk di kursi panitia. Saya mengamati dari dekat para pemain dan juga pelatihnya, malah sesekali saya terfokus kepada para pelatihnya dengan arahan-arahan kepada para pemain. Goal demi goal dicetak oleh masing-masing tim. Yang menarik adalah setelah set 1 selesai, saat para pemain mulai emosional dalam bermain, ada dua perbedaan yang sangat jelas pada kedua pelatih di masing-masing tim. Pelatih Tim B memberikan arahan kepada para pemain, tapi tidak menyamakan suhu setiap pemain sehingga emosi pemain yang suhunya mulai panas tidak diredam. Sedangkan Pelatih Tim B, memotivasi para pemain dengan lembut dan sedikitp...

JANGAN MEMBOHONGI DIRI SENDIRI

Jika Tidak Mampu Maka Katakan Tidak Mampu, turunkan Ego lalu Mintalah Maaf atas ketidakmampuan itu Hari ini, 20 Agustus 2018 saya memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah pesan kepada dosen pembimbing saya Kuliah. Setelah sempat sebelumnya pesan itu saya kirim melalui email yg tak mendapat balasan, akhirnya saya beranikan diri dengan mengirimkannya melalui aplikasi chatiing di Handphone pintar saya. Sudah setahun saya lulus, namun seperti ada hal yang membuat saya begitu tidak tenang. Dalam tidur, bukan satu dua kali saya memimpikan Bapak Dosen Pembimbing saya terkait amanah membuat Jurnal yang tak kunjung terselesaikan. Ini hutang, maka saya harus lunasi. Namun saya belum mampu melunasinya dengan tulisan jurnal, maka saya berikhtiar melunasinya dengan permohonan maaf yang mendalam. Menurunkan ego ternyata tidak semudah yang dibayangkan, hampir enam bulan saya memikirkan untuk segera meminta maaf namun saya masih "gengsi".. Sehingga akhirnya saya mantapkan tekad di...

KEBAIKAN MENINGGALKANKU?

Sering gak si ngerasa capek, padahal ya aktivitas gak padet-padet amat?. Atau ngerasa uring-uringan padahal gaada yg harus dipermasalahkan?. Atau rencana yg udah kita susun dengan rapih jauh-jauh hari tiba-tiba semua berantakan?. Usut punya usut, ternyata yg salah bukan kondisinya. Kan sering si ya, kita nyari kambing hitam biar kita terbebas dari kesalahan. Setalah dicek, ternyata shalatnya gak beres, ngaret, gak fokus. Habis itu dicek lagi,  ternyata tilawahnya ditinggalin bawaannya berat buat buka mushaf Al-Qur'an yang perlembarnya beratnya ganyampe 100gr. Kalo lagi begini, udah jelas emang ada yang gak beres. Sebab kebaikan itu gaakan mau berdampingan dengan maksiat, mungkin banget kan semua kebaikan yg kita tinggalkan itu pada dasarnya kebaikan itulah yg meninggalkan kita. Allah gak Ridho sama kita buat ngelakuin kebaikan itu, karena ada salah yg belum sempat dimintakan maaf, tersebab ada dosa yang luput dari istighfar, tersebab ada maksiat yang dibiarkan tanpa taubat. S...

DIET NASI TURUN TUJUH (7) KILOGRAM DALAM 30 HARI (Hidup sehat Ala Cipa)

Healthy life ala cipa  1. Niatkan semua karena Allah, karena memiliki tubuh yg bugar (kuat) adalah salah satu sifat yg harus dimiliki seorang muslim, terlebih seorang muslimah calon asritek peradaban. 2. izin ke ortu, biar berkah dan kalo ada apa apa gak disalahin nantinya. 3. Kesehatan itu mahal, sehingga harus diperjuangkan. Nah dengan bergaya hidup sehat, maka kita sedang memperjuangkan kesehatan. 4. hidup sehat itu kebaikan, maka ia bernilai ibadah. 5. acuhkan komen komen negatif, dan dengarkan komen positif ajah. 6. Bangun diawal pagi, shalat shubuh. lalu bersiap untuk berlari pagi. 7. keluar rumah, lalu pasang niat baik. 8. kelilingi lapangan dengan berjalan kaki terlebih dahulu. di hari pertama, lari 1-2 keliling lapangan saja dulu.. lalu akhiri dengan berjalan kaki lagi 3-4 keliling. 9. tambahkan durasi atau putaran setiap harinya 1-2 keliling sampai durasi di hari kesekian 30 menit. 10. pertahankan di durasi 30 menit, tambah jika kamu kuat. untuk setiap harinya. ...

KAMU PECUNDANG JIKA MEYERAH KARENA LELAH

Ketika lelah menghampiri, mungkin seringnya lari dari masalah adalah hal yang sesaat menyenangkan. Lelah dalam dalam perjalanan memperbaiki tingkah dan laku diri adalah hal yang manusiawi, namun lari dan tidak berkemauan untuk menyelesaikannya tidak akan membuat kita menjadi pribadi yang baik dan terbaik. Sering bukan kita membaca atau mendengar lantunan ayat suci Q.S Ali Imran ayat 110. Setidaknya, secara tidak sengaja atau terpaksa ayat tersebut pernah menjadi syarat untuk dihafal ketika harus mengikuti pelatihan tertentu. Beberapa waktu saya mentadabburi ayat ini, bahwa dikatakan "kamu adalah umat terbaik yang diturunkan untuk manusia". Saya, kita adalah umat terbaik, maka apakah selama ini usaha yang dilakukan, ibadah yang dilakukan, pekerjaan yang dijalani, bakti kepada orang tua yang dilakukan, berkehidupan di masyarakat yang dilalui adalah dengan ikhtiar terbaik? dengan upaya terbaik sebagaimana gelar umat terbaik? fase pertama untuk selesai dengan masalah diri sen...

MOMENTUM MERAPATKAN BARISAN

Benar kata para orang-orang berilmu, keadaan kita susah saat ini bukan karena sebab apa-apa. Kesusahan kita saat ini adalah konsekuensi dari sikap abai kita di masa yang lalu. Ketidakberhasilan kita dalam membangun desa, kota, provinsi, negara bahkan peradaban bukan karena tidak adanya orang-orang hebat, namun karena banyaknya orang hebat yang enggan bersatu membangun negeri dengan barisan yang tersusun rapih. Paska lebaran ini, di bulan syawal yang mulia ini adalah momentum dalam menentukan jalan dan masa depan kekuasaan yang ada. Silaturahim ke rumah Cang Lurah beberapa hari lalu, memberikan saya pelajaran berharga yang mungkin tidak saya dapatkan di kesempatan lainnya. Di momentum Pemilu ini, setingkat pilkades saja aroma-aroma persaingan politik sudah sangat terlihat jelas. Terpampang baliho-baliho dari masing-masing calon kepala desa di desanya, hanya dua calon satu beliau dan satu lawannya. Persaingan ini bukan karena musuh-musuh yang merasa kecewa dengan kepemimpinan, namun me...

MEMILIKI TEMAN BAIK? KAMU WAJIB BERSYUKUR!

Sebagaimana nikmat menjadi muslim, maka nikmat memiliki teman yang baik adalah hal yang sama-sama wajib disyukuri. Bagaimana tidak, berapa banyak manusia di dunia, namun Allah tidak memberikan kesempatan yang sama untuk berIslam sejak lahir, sehingga mereka harus memperjuangkan fitrahnya yang Allah berikan sejak penciptaannya dalam kandungan. Sehingga memiliki teman yang baik pun adalah nikmat besar yang tidak semua orang juga bisa merasakannya, betapa banyak orang-orang yang ditipu oleh temannya? berapa banyak orang-orang yang terjerumus dalam pergaulan yang salah karena tak dianugerahi teman yang baik?. Afifah benar, bahwa teman yang baik adalah hal berharga dalam hidup. Teman yang dengannya kamu menjadi ingat bahwa hidup tidak melulu soal menuntut kepada Allah Subhanahu Wata'ala, tapi hidup ada untuk disyukuri bahwa yang ada hari ini terlalu berharga untuk di kufuri. Saat diri merasa ingin pergi dalam jalan kebaikan dan memilih berhenti dan hampir memilih jalan lain yan...

BAWAIN AJAH CALONNYA !

Malem takbiran gini, alhamdulillah gema takbir rame dimana-mana. Tapi biasanya buat para pemuda-pemudi yg still single sampe lebaran besok, pertanyaan "kapan nikah" adalah pertanyaan yg bakal menghampirinya setiap saat. Gitu si ya emang hidup, selesai dari satu urusan ditanya urusan yg berikutnya. Misal ajah waktu masih kuliah, momen lebaran bakal jadi momentum buat nanya ke kita "kapan wisuda", dan ketika wisuda beres dan kita udah kerja atau masih dalam ikhtkar nyari kerja pertanyaan populer berikutnya adalah "kapan nikah". Tulisan ini sedikit ngelanjutin tulisan sebelumnya yg bertajuk "Mana Undangannya?". Saya pribadi gatau si, sampe kapan manusia akan bertanya kepada manusia lainnya tentang pencapain-pencapaian yg menurutnya seseorang itu ya kudunya ngelampaui pencapaian itu, padahal ya belum tentu juga apa yang jadi pencapaian seseorang selalu sama antara satu dengan yang lainnya. Coba deh naikin level diri kamu saat nanya ke seseorang ...

RESEP MANISAN KOLANG KALING

Mendekati Hari Raya Iedul Fitri Manisan kolang kaling adalah salah satu menu kudapan yang biasa kami hidangkan untuk para tamu yang bersilaturahim ke rumah. Nah kali ini saya akan menulis resepnya, ini buat arsip ajah si biar kapan-kapan kalau mau buat gausah ribet nyari buju catetan lagi hehe BAHAN: 1. Kolang kaling 3KG 2. Sirup Marjan Coco Pandan 2 Botol 3. Air 1L 4. Daun Pandan secukupnya 5.Daun Jeruk secukupnya 6. Air Beras ALAT 1. Wajan besar atau yg sejenis 2. Dandang 3. Kukusan 4. Samsi/ sutil 5. Wadah untuk manisan Cara membuat: 1. Rendam kolang-kaling dengan air beras (saya rendam selama 3-4 hari) dengan mengganti air beras setiap hari 2. Siapkan Dandang dan kukusan 3. Potong-potong daun pandan 4. Masukan daun pandan beserta kolang-kaling ke dalam kukusan selama 20-30 menit 5. Siapkan Wajan 6. Masukkan daun jeruk, air 1L kedalam wajan lalu panaskan 7. Jika air sudah mendidih, masukkan 2 botol sirup marjan dan kolang kaling 8. Aduk sesekali sampai air m...

PETJAH FILM 212 SUKSES BIKIN PIPI BASAH

(sumber: google.co.id, 2018) Di tulisan sebelumnya dengan jelas saya katakan bahwa saya tidak begitu suka dengan menonton film di bioskop lantaran dingin yang kerap menghantui, tapi tidak pada hari ini dan untuk film ini. Berawal dari masing-masing tertarik untuk nonton film the power of Love (212) akhirnya hari ini  12 Mei 2018 Saya, Cici dan Liya langsung tancap gas ke salah satu bioskop di Kota Bekasi. Film yang dimainkan oleh Fauzi Baadila, Hamas Syahid,  dan rekan-rekannya sangat epik diperankan oleh pemain-pemain yang memberikan ruh dari setiap karakter yang diperankan. Film ini asik banget kalau nontonnya barengan keluarga atau teman, jadi hidupmu yang udah jomblo gak jadi ngenes karena kudu nonton sendirian. Pada akhirnya saya berani melangkahkan kaki untuk menonton film layar lebar, karena ini adalah film yang akan membuat kita yang menonton seperti mengulang peristiwa sejarah aksi yang begitu damai. Sampai-sampai membuat saya tidak merasakan dinginnya Ac...

TIM LIQO TAMBUN UTARA SUKSES GELAR BAKTI SOSIAL DI MUARA GEMBONG

Kamis, 10 Mei 2018 tim Liqo tambun utara sukses menggelar Bakti sosial di Muara Gembong. Pukul 09.30 acara yang dipandu oleh Syifa resmi dibuka, diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-qur'an oleh salah satu pelajar setempat menambah semangat seluruh panitia dan peserta yang hadir. Acara yang diinisiasi oleh sembilan orang perempuan yakni Martiningsih, Erna, Elis, Nova, Cici, Liya, Dian, Masyri'ah dan Syifa ini disambut antusias oleh warga setempat. "terimakasih atas penerimaan yang baik oleh seluruh warga yang hadir, kepada pak RT dan Pak Robbi selaku tuan rumah yang telah memperkenankan kami untuk mengadakan kegiatan bakti sosial di lingkungan ini. Dalam kesempatan kali ini kami belum bisa maksimal dalam pemberian layanan kesehatan karena tenaga medis yang terbatas. Sehingga kami baru bisa melakukan kegiatan cek tensi dan juga screening kadar gula dalam darah, dengan tujuan memgetahui tingkat kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah dan memgetahui sec...

REALITAS PENDIDIKAN HARI INI (Pengalaman 8 Bulan Thalabul Ilmi)

Lihat ibu pertiwi sedang bersusah hati air matanya berlinang... ~~~ Aku teringat guru-guruku, yang dulu dengan diamnya mereka mampu membuat kami secepat kilat hening. Takut mungkin, tapi lebih dari itu besarnya rasa hormat/ takzhim kami pada Sang Guru. Lalu tadi pagi ibuku sedikit nyeletuk, kalau sekarang kenapa justru berubah 180 derajat. Guru bahkan tidak lagi mengingatkan murid yg sedang bercanda atau acuh terhadap pelajaran yg sedang dijelaskannya. Tapi itu wajar, mau gimana kalo dulu kita dididik dengan penggaris kayu yg panjang kalau tak memiliki akhlak yg baik, kalau sekarang guru sekedar keras sedikit jadi viral.. yg dilaporkan polisi lah, yg didemo lah.. (sambung ibuku) Disisi lain, aku merasakan dilingkunganku sendiri. Terlihat mana guru yg begitu ikhlas mendidik, dan yang hanya sekadar membubuhkan paraf dalam lembar absen harian. Ironi, aku masih belum bisa berbuat banyak atas hak murid yang terabaikan lantaran guru yang tak kunjung hadir mendidiknya. Kubilang cinta m...

AQIDAH TAUHID (Catatan Madrasah Klasikal 2 PD KAMMI Bekasi Kota)

[MADRASAH KLASIKAL 2] Sabtu, 05 Mei 2018 pukul 13.40-15.30 KAMMI Bekasi Kota sukses menyelenggarakan Madrasah Klasikal 2 (MK 2)  mengusung tema *Menyelami Tauhid sebagai Pondasi Gerakan Dakwah Syaksiyah Da'iyah Alfikriah* Kegiatan MK 2 ini dilaksanakan Di Ruang 3.01 B, Bani Saleh Kampus B. Dihadiri oleh 7 orang akhwat dan 6 orang Ikhwan. dibuka oleh Akh Andi selaku MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Akh Sahrial pada pukul 13.40, berlangsung hidmat dan diikuti sangan antusias oleh 13 peserta yang hadir. Dengan di moderatori oleh Akh Ferdi, Ustadz Firdiansyah menyampaikan nasehatnya sebagai pembuka bahwa seorang aktivis khususnya Kader KAMMI dengan jenjang AB2 selayaknya memiliki ruhiyah yang baik. Karena dengan ruhiyah yang baik dia akan mampu menjadi pengaruh kebaikan dalam lingkungan bermasyarakat. Membaca Al-Qur'an 1 Juz tiap harinya adalah hal yang biasa bagi seorang kader AB2, seharusnya kebiasaannya ditingkatkan menjadi 1 Juz hafal...

TETAP SEBARKAN KEBAIKAN

Berpindahnya kita dari satu tempat ke tempat yang lain berhijrah dari kampung halaman ke tanau rantau atau sebaliknya, pulang kampung dari tanah rantau ke kampung halaman semoga kebaiakan yang pernah ada akan terus tersebar Mungkin kita pernah berada pada masa di mana aktivitas kebaikan memadati dan mengisi seluruh waktu yang kita miliki, namun kini hadir saat di mana semua itu tak lagi ada dalam kehidupan. Mungkin intensitasnya yang sudah berubah lantaran kita berada di lingkungan yang baru, atau mungkin tak ada lagi aktivitas yang dulu kita anggap melelahkan dan menyebalkan itu mengisi kembali hari kita. Jika saat ini aku dan kamu merasakannya maka yang harus dilakukan hanya untuk tetap sebarkan kebiakan, ya kebaikan sekecil apapun yang kita mampu.  Jika saat kita berbuat baik selalu mendapat puji baik, maka tetap sebarkan kebaikan. Jika saat ini usaha sekeras apapun tak mendapatkan penghargaan manusia, maka tetap sebarkan kebiakan. Penilaian manusia bukan sesuat...

ADA PELAJARAN DALAM SETIAP PERJALANAN (Pengalaman Seorang anak Satpam yang bisa Kuliah di PTN)

Sebagaimana fitrahnya manusia sebagai makhluk pembelajar, nyatanya benar bahwa belajar tak mesti melulu tentang bangku sekolah atau pendidikan formal. Dalam setiap perjalanan hidup misalnya, betapa selalu banyak hikmah atau pelajaran baik yang bisa kita petik.Kali ini aku akan mencoba menulis kembali, ternyata jika kita menyadari setiap keindahan dalam perjalanan hidup, sejatinya kita adalah jiwa yang penuh dengan keberuntungan. Hampir lima tahun silam saya menerima pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sama halnya siswa-siswa kelas dua belas saat ini yang tidak lolos SNMPTN (undangan), saya pun pernah merasa dunia saya berhenti saat ini. Karena bagi saya yang tidak terlalu cerdas ini adalah satu-satunya cara untuk saya melanjutkan kuliah di Universitas atau Perguran Tinggi Negeri. Saat itu saya mendaftarkan diri di IPB dan UM (Universitas Negeri Malang), tapi hal yang wajar saya tidak lolos karena memang hasil UN saya begitu rendah untuk jurusan yang saya ...

PERAN PEREMPUAN DI ERA MILENIAL (Resensi Buku)

 Judul           : MEMBANGUN GERAKAN MENUJU PEMBEBASAN PEREMPUAN Penulis         : Shalah Qazan Penerbit       : Era Intermedia Tahun Terbit: 2001 Cetakan       : kedua Tebal Buku  :206 halaman Harga Buku : 25.000 (buku bekas) Oleh            : Syifa Fauziah Harly Sinopsis Buku epik bertajuk " Membangun Gerakan menuju Pembebasan Perempuan " karya Shalah Qazan , dengan judul awalnya " Nahwa Fikrin Nisa'iyyin Harakiyyin Munazham" adalah sebuah buku layaknya manual book bagaimana perempuan seharusnya. Dengan membaginya menjadi beberapa bab pembahasan dengan maksud membuat gerakan perempaun menjadi suatu gerakan yang berpengaruh dan tersusun rapi. Membangun gerakan perempuan dikemukakan dengan peran bangunan pergerakan dalam membebaskan perempuan dan masyarakat dari penderitaan, kesusahan dan bencana besar. karena pada ...

MANA UNDANGANNYA?

Kapan nikah? adalah pertanyaan populer saat diri mulai menginjak usia-usia 20an. Setelah lulus kuliah, undangan kian banyak sehingga seringkali pertanyaan selanjutnya " mana undangannya?" menjadi pertanyaan yang akan sering kita dengar. Apalagi jika dilingkunganmu hidup, mungkin teman sebayamu kebanyakn sudah menikah dan memiliki momongan. Dalam konteks para pemuda yang mendedikasikan hidupnya untuk berusaha berbuat kebaikan, saya rasa semua pun memiliki tujuan membangun atau membina sebuah keluarga kecilnya, di mana disana akan lahir generasi-generasi yang akan meneruskan perjuangan menegakkan kebaikan. Mereka yang kemudian belum menikah hingga usianya di atas 23 tahun, kebanyakan bukanlah mereka yang terlalu selektif memilih seseorang yang diidamkan menjadi pasangannya hingga ke SurgaNya. Teman dekatku misal, sudah dua kali atau lebih yang kuketahui dia menolak ihwal seorang lelaki yang datang padanya. Bukan karena dia tidak ingin menikah, tapi pertimbangan mendapa...