Selayaknya perjalanan yang harus disiapkan segala sesuatunya, maka pertemuan kita pun harus dengan persiapan yang cukup dan bukan ala kadarnya. Karena pertemuan kita akan berlanjut pada perjalanan yang tak berkesudahan.
Aku disini dengan mimpi-mimpi yang kugantungkan pada bintang-bintang dilangit. Dan dirimu disana juga dengan mimpi yang begitu hebat dan rupawannya. Maka mari persiapkan diri, saat kita bertemu nanti pastikan bahwa kita telah siap untuk menyatukan mimpi-mimpi kita. Maka tidak harus ada diri yang merintih lantaran harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Coba kita lihat-lihat lagi kertas-kertas lusuh yang penuh dengan coretan mimpi kita itu, beberapa mimpi yang kita tuliskan mungkin ada yang sama dan juga ada yang berbeda sudah tentu. Maka mari kita satukan ia menjadi mimpi bersama, bukan tentang mimpimu dan bukan tentang mimpiku ataupun mimpi kita masing masing, ini adalah tentang mimpi kita berdua.
Kesendirianmu dan kesendirianku saat ini, jadikanlah sarana meraih kebahagian sebanyak-banyaknya, agar saat kita bertemu kita siap untuk saling membahagiakan, bukan saling menuntut untuk dibahagiakan. Jalani hidup dengan penuh kebahagiaan, dan kebahagiaan akan hadir saat kita mampu membahagiakan orang-orang disekeliling kita. Aku tidak akan melarangmu untuk membahagiakan siapapun yang ingin engkau bahagikan setelah pertemuan kita nanti, maka kuminta padamu untuk melakukan hal yang sama padaku. Bukankah melihat orang-orang disekitar kita bahagia adalah hal yang berarti untuk kita?. Maka pertemuan kita, tidak akan membuat kita merubah kebiasaan baik yang telah kita lakukan sebelum pertemuan kita.
Terimakasih, untuk sudah mau mengerti bahwa setiap pertemuan harus disiapkan. Maka saat ini teruslah mempersiapkan pertemuan itu, jaga dirimu baik-baik seperti aku menjaga diriku.
Aku adalah cermin bagimu dan begitupun engkau adalah cermin bagiku. Maka jika tidak dengan memperbaiki diri setiap harinya, dengan apalagi kita mempersiapkan pertemuan itu?
Aku disini dengan mimpi-mimpi yang kugantungkan pada bintang-bintang dilangit. Dan dirimu disana juga dengan mimpi yang begitu hebat dan rupawannya. Maka mari persiapkan diri, saat kita bertemu nanti pastikan bahwa kita telah siap untuk menyatukan mimpi-mimpi kita. Maka tidak harus ada diri yang merintih lantaran harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Coba kita lihat-lihat lagi kertas-kertas lusuh yang penuh dengan coretan mimpi kita itu, beberapa mimpi yang kita tuliskan mungkin ada yang sama dan juga ada yang berbeda sudah tentu. Maka mari kita satukan ia menjadi mimpi bersama, bukan tentang mimpimu dan bukan tentang mimpiku ataupun mimpi kita masing masing, ini adalah tentang mimpi kita berdua.
Kesendirianmu dan kesendirianku saat ini, jadikanlah sarana meraih kebahagian sebanyak-banyaknya, agar saat kita bertemu kita siap untuk saling membahagiakan, bukan saling menuntut untuk dibahagiakan. Jalani hidup dengan penuh kebahagiaan, dan kebahagiaan akan hadir saat kita mampu membahagiakan orang-orang disekeliling kita. Aku tidak akan melarangmu untuk membahagiakan siapapun yang ingin engkau bahagikan setelah pertemuan kita nanti, maka kuminta padamu untuk melakukan hal yang sama padaku. Bukankah melihat orang-orang disekitar kita bahagia adalah hal yang berarti untuk kita?. Maka pertemuan kita, tidak akan membuat kita merubah kebiasaan baik yang telah kita lakukan sebelum pertemuan kita.
Terimakasih, untuk sudah mau mengerti bahwa setiap pertemuan harus disiapkan. Maka saat ini teruslah mempersiapkan pertemuan itu, jaga dirimu baik-baik seperti aku menjaga diriku.
Aku adalah cermin bagimu dan begitupun engkau adalah cermin bagiku. Maka jika tidak dengan memperbaiki diri setiap harinya, dengan apalagi kita mempersiapkan pertemuan itu?
Komentar
Posting Komentar