Langsung ke konten utama

PERAN PEREMPUAN DI ERA MILENIAL (Resensi Buku)




 Judul           : MEMBANGUN GERAKAN MENUJU PEMBEBASAN PEREMPUAN
Penulis         : Shalah Qazan
Penerbit       : Era Intermedia
Tahun Terbit: 2001
Cetakan       : kedua
Tebal Buku  :206 halaman
Harga Buku : 25.000 (buku bekas)
Oleh            : Syifa Fauziah Harly

Sinopsis

Buku epik bertajuk "Membangun Gerakan menuju Pembebasan Perempuan" karya Shalah Qazan , dengan judul awalnya "Nahwa Fikrin Nisa'iyyin Harakiyyin Munazham" adalah sebuah buku layaknya manual book bagaimana perempuan seharusnya. Dengan membaginya menjadi beberapa bab pembahasan dengan maksud membuat gerakan perempaun menjadi suatu gerakan yang berpengaruh dan tersusun rapi.

Membangun gerakan perempuan dikemukakan dengan peran bangunan pergerakan dalam membebaskan perempuan dan masyarakat dari penderitaan, kesusahan dan bencana besar. karena pada dasarnya, perempuan adalah makhluk yang kuat dan petarung sejati serta mampu menahan penderitaan besar dalam dirinya. 

Dengan potensi besar yang dimiliki oleh setiap individu perempuan, dibutuhkanlah sebuah gerakan yang utuh untuk menyatukan setiap  potensi hebat yang dimiliki tersebut agar menjadi gerakan yang terorganisir dengan baik, dengan harapan tidak mudah terpecah dan hancur begitu saja. Hak melaksanakan perjuangan kebaikan bukan hanya hak yang diberikan kepada kaum laki-laki, namun hak yang sama pun diberikan kepada perempuan sebagai fitrahnya sejak lahir ke dunia. Tugas utama mendidik dan menjadi fondasi peradaban tidak menjadi penghalang untuknya dapat menjadi teladan dan memperjuangkan kebaikan di luar rumah. Sejatinya Allah menilai sama antara kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh laki-laki mapupun perempuan beriman.

Dengan tugas besarnya sebagai arsitek peradaban, perempuan selayaknya memiliki tingkat intelektualitas yang mumpuni. Karena islam telah memuliakannya dengan merubah tatanan kehidupan perempuan secara keseluruhan, dari perlakuan kesewenang-wenangan jahiliah menjadi makhluk yang begitu dimuliakan berdasarkan fitrahnya sebagai makhluk yang mulia. Kemampuan berpikirnya harus meningkat menjadi penggerak dalam kritik perbaikan, menyuarakan mayoritas keresahan yang dialami oleh kebanyakan perempaun di lingkungannya, sehingga setiap pemikirannya menjadi suatu hal yang senantiasa dibutuhkan dan diperhitungkan sebab tanpa pemikirannya maka setiap kebijakan akan hampa dan tidak sempurna.

Ilmu atau intelektualitas yang mumpuni, kemudian harus berperan aktif dalam aktivitas pergerakan perempuan yang murni membela hak-hak perempuan di bawah naungan cahaya Islam yang jelas terangnya. Aktivitas pergerakan bagi perempuan merupakan suatu keharusan demi terwujudnya sasaran-sasaran utama Islam, demi mencapai tujuan berubahnya kepribadian perempuan, dan merupakan kemestian untuk merealisasikan kehadiran perempuan di pentas masyarakat agar ia berpartisipasi dalam proses reformasi total.

Aktivitas pergerakan perempuan harus menjadi jawaban dari persoalan yang ada di masyarakat, dengan mendedikasikan dirinya dalam perbaikan individu-individu dalam masyarakat maka selayaknya perempuan hadir menjadi pemenuh dahaga. Memberikan pengaruh terbaik bagi masyarakat, dan menjadi sosok yang dapat dijadikan teladan. Memberikan pendidikan dalam seluruh aspek kehidupan tanpa mengenal usia, sehingga gerakannya menyeluruh dan tidak parsial. 

Perempuan selayaknya memenuhi beberapa kriteria dalm pilar-pilar yang disebutkan dengan tujuan membentuk mentalitas tokoh perubahan muslim-muslimah dan menumbuhkkan semangat pergerakan. Karena, kepribadian Islam yang sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari salah satu pilar tersebut. Sehingga pada akhirnya, perempuan mampu menyodorkan model pembaharuan gerakan bagi kehidupan perempuan pada umumnya. 

Kelebihan Buku

Buku ini disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami dan penyertaan beberapa ilustrasi yang sesuai dengan konteks pembahasan yang ada, sehingga membuat pembaca mudah dalam memahami suatu hal yang dimaksudkan dengan jelas. 

Kekurangan Buku

Terdapat kesalahan penulisan dalam dalil yang disajikan, yakni di halman 154, dimana penulisan terjemah dari QS. Attaubah ayat 20 tertukar dengan terjemah sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Serta buku ini tidak disertai bagian khusus untuk mengenal biografi penulisnya. 

Kesimpulan

Buku ini merupakan buku yang bagus dan saya berani untuk merekomendasikannya, bagi setiap perempuan yang menyadari bahwa realitas perempuan saat ini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Sehingga buku ini akan menjadi salah satu referensi penambahan wawasan dan sarana peningkatan inteltualitas khususnya perempuan muslimah.

Bekasi, 03 Mei 2018 08:28 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....