Langsung ke konten utama

SALING MELENGKAPI

Biarkan takdir yang akan menyatukan kita dalam sebuah pertemuan yang tidak akan rela untuk kita lupakan. Saat itu engkau berjabatan tangan dengan Ayahku, dan aku menunggu di balik tirai dengan penuh do'a.

Do'aku pada Tuhanku setiap harinya agar mempertemukan kita dalam keadaan kita telah siap. Siap untuk saling mencintai karenaNya, yang denganku engkau lebih mencintaiNya dan denganmu akupun lebih mencintaiNya.

Kita dipersatukan atas ketidaksempurnaan, maka masing-masing diantara kita menjadi penyempurna agama satu sama lain. Jika saja dalam perjalanan waktu justru kedekatan kita pada Sang Maha Cinta memburuk, maka saat itu kita harus mengevaluasi diri. Hati yanh dipersatukan atas cinta pada Rabbnya tidak akan berdusta dengan perlahan pergi meninggalkan Rabbnya dan asik dalam kefanaan dunia.

Di saat ini, kita sudah bersama dalam sebuah ikatan suci yang tak hanya mengikat aku dan dirimu. Tapi ikatan ini, ikatan yang juha mengikat keluarga besarmu dan keluarga besarku. Maka dengan adat dan kebiasaan yang berbeda, tentu saja wajar jika sesekali atau dalam beberapa waktu awal kita saling canggung satu dengan yang lainnya. Maka jangan memilih keluargamu atau keluargaku, karena ikatan ini tak mengajarkan kita untuk menghapus yang satu untuk menampakkan yang lain. Ikatan ini mengajarkan kita, untuk lebih sabar dalam menyesuaikan diri, untuk lebih pandai dalam menyentuh hati keluarga baru yang Allah hadiahkan untuk kita.

Ibumu menjadi ibuku, dan ibuku menjadi ibumu. Maka tidak mungkin kita saling memberi pilihan untuk memilih. Karena dengan memutuskan untuk hidup bersama, maka sejak hari itu, kita harus siap untuk mengabdi dan membahagiakan dua pasang orangtua yang Allah hadiahkan menjadi sarana untuk keberkahan dalam hidup kita. Allah sedang memint kita untuk lebih bijak dalam setiap persoalan yang akan hadir di dalam kehidupan kita yang baru.

Aku asing untukmu, begitupun sebaliknya kamu pun asing bagiku. Maka akan sangat wajar jika diawal pertemuan kita banyak terdiam, apalagi aku orang yang tidak mudah untuk dekat dengan seseorang. Maka mari bersama tingkatkan keberanian untuk memulai, memulai perkenalan dalam pertemanan keabadian. Kita hanya butuh waktu untuk saling mengenal.

Aku dan kamu pun memiliki masa lalu yang mungkin saja berbeda. Maka wahai diri yang sudah mentaubati masa lalunya, maka lupakan saja masa-masa itu, jangan lagi diingat dan dipertanyakan. Jika Rabbmu dan Rabbku saja sudah memaafkannya, maka untuk apa kita saling mengungkit masa lalu. Yang perlu kita upayakan adalah bagaimana membuat hari ini lebih baik, dan membuat masa depan lebih banyak keberkahan.

Jangan bosan untuk saling menyemangati, karena orang yang terlihat semangat masih butuh untuk disemangati. Tidak perli risau dengan takdir Tuhan, karena jika aku diciptakan untukmu maka Dia taakan membiarkanku menjadi milik yg lain dan begitupuan engkau yang tak akan bersama dengan yang lain.

Bersabarlah, karena sebaik-baik pertemuan adalah yang disertai dengan kerinduan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....