Langsung ke konten utama

TIM LIQO TAMBUN UTARA SUKSES GELAR BAKTI SOSIAL DI MUARA GEMBONG




Kamis, 10 Mei 2018 tim Liqo tambun utara sukses menggelar Bakti sosial di Muara Gembong.

Pukul 09.30 acara yang dipandu oleh Syifa resmi dibuka, diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-qur'an oleh salah satu pelajar setempat menambah semangat seluruh panitia dan peserta yang hadir. Acara yang diinisiasi oleh sembilan orang perempuan yakni Martiningsih, Erna, Elis, Nova, Cici, Liya, Dian, Masyri'ah dan Syifa ini disambut antusias oleh warga setempat.

"terimakasih atas penerimaan yang baik oleh seluruh warga yang hadir, kepada pak RT dan Pak Robbi selaku tuan rumah yang telah memperkenankan kami untuk mengadakan kegiatan bakti sosial di lingkungan ini. Dalam kesempatan kali ini kami belum bisa maksimal dalam pemberian layanan kesehatan karena tenaga medis yang terbatas. Sehingga kami baru bisa melakukan kegiatan cek tensi dan juga screening kadar gula dalam darah, dengan tujuan memgetahui tingkat kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah dan memgetahui secara dini kadar gula dalam darah, kami mohon maaf jika dalam perjalanannya kami melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kami juga membawa Pakaian yang akan dijual secara murah dan pakaian layak pakai yang diberikan secara gratis pada hari ini, untuk itu kami mohon doanya agar acara ini lancar dan kita semua diberikan kelancaran rezeki" begitulah sambutan Erna selaku Ketua Pelaksana.

"terimakasih atas kedatangan Tim Liqo Tambun Utara ke kampung kami, yang telah jauh-jauh datang menempuh perjalanan 2 jam. Terimakasih sudah mengadakan kegiatannya disini, semoga silaturahim kita tetap terjaga". Sepenggal sambutan yang disampaikan oleh Pak
Robbi selaku tuan tumah.

acara berlangsung hidmat dan dilanjutkan dengan pemaparan edukasi kesehatan gula darah oleh Cici yang menyampaikan info-info seputar realitas penyakit Diabetes yang ada di indonesia, berikut sedikit tips dan trik mengontrol kadar gula dalam darah.

Setalah pembacaan doa oleh salah satu warga, acara pemeriksaan kesehatan dan Bazar Pakaian pun di buka dan diikuti oleh sekitar 60 warga sekitar. Pakaian layak pakai yang dibawa sekutar 8 karung ludes diserbu warga yang hadir.

"pakaiannya bagus-bagus dan murah sekali, saya beli hanya dua ribu rupiah untuk gamis ini" cerita salah satu warga.

Setalah jamuan makan siang, acara diakhiri dengan pemberian bingkisan oleh Erna selaku ketua pelaksana kepada Robbi selaku tuan rumah

.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....