Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

JANGAN RISAU WAHAI PEJUANG KEBAIKAN

Waktumu yang kau gunakan untuk memikirkan orang lain, hingga terkadang kau lupa memikirkan dirimu sendiri Hartamu yang kau gunakan untuk membiayai segala macam agenda kebaikan, hingga kau lupa memenuhi keinginanmu Rasamu yang kau gunakan untuk mengasihi sesamamu, hingga terkadang kau lupa memerhatikan rasamu sendiri Lantas, untuk apa kau risau akan dirimu saat ini dan esok? bukankah kamu menyambung silaturahim bahkan saat seseorang memandangmu sebelah mata? bukankah kamu menebar senyum? bahkan saat orang lain sedang berteriak marah padamu? bukankah kamu rela mengganjal perutmu dengan air putih saja? untuk membuat saudaramu mampu mengganjal perutnya dengan sesuap nasi atau sepotong roti? Kamu adalah pejuang kebaikan, maka Allah tak akan menyiakan apa yang kau lakukan.. kamu yang menahan diri dengan berpuasa, maka Allah yang akan menguatkanmu.. kamu yang memberikan segenap perhatianmu untuk saudaramu, maka bagaimana mungkin Allah akan membuatmu duduk termangu tanpa teman disisim...

TERHANYUT DALAM KESEDIHAN

Seperti layaknya bahagia, sedihpun kita yang tentukan. Kelelahan hati akan rasa, terkadang membuat langkah melambat. Melambat bukan untuk berhenti, tapi untuk mengambil jeda bahwa perjuangan yang panjang membutuhkan kaki yang lebih kuat. Kaki yang masih ringkih, akan sulit berjalan terus-menerus, maka memperlambat langkah untuk memberi kesepatan pada kaki untuk menguat kurasa tak mengapa. Kesedihan kita pula lah yang menentukan, melihat realita sebagai beban atau sebagai kesemptan berlomba dalam kebaikan. Mungkin, semua tak terlihat sama apalagi jika tempatmu yang dulu memberikan banyak kenangan dan tempat barumu seperti intoleran terhadap kenanganmu. Kini, kita terhanyut dalam kesedihan. Ketidakmapuan menerima perpisahan dan perbedaan yang signifikan, membuat kaki kian berat melangkah. Membuat diri tak ingin lagi hadir, dan memilih ladang kebaikan yang lain. Mungkin puncakku untuk hal itu memang sudah kuraih di tempat yang lalu, dan kini kurasa kesedihanku terhanyut karena aku mengi...

MERAPIHKAN FINANSIAL

Setelah beberapa waktu lamanya berwacana merapihkan catatan keuangan pribadi, akhirnya hari ini Saya take action merapihkannya. Sebenarnya sejak kuliah di semester awal dulu Saya mulai mencatat cashflow keuangan pribadi Saya di buku khusus namun tidak istiqomah dan berhenti di tengah jalan, hingga akhirnya saat Saya mulai mengajar di SMPIT Taskia saya mulai mencatat kembali cashflow keuangan pribadi saya mannually di buku Agenda pribadi . Saya selalu mencatat mulai dari Rancangan Anggaran Biaya untuk satu bulan dan arus keluar-masuk keuangannya, dari situ saya bisa mengevaluasi apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan yang  sudah dianggarkan atau tidak. Hari in, Saya iseng-iseng mencari aplikasi untuk di handphone pintar dan ketemulah si imut “catatan keuangan”, sebenarnya masih   banyak yang lain, namun terlalu luas dan saya merasa belum butuh itu. Setelah mendownload aplikasi catatan keuangan itu, Saya mulai menginput arus keuangan Saya dibulan Agustus hingga hari in...

BAHAGIA KITA YANG TENTUKAN

Bahagia selalu mempunyai waktunya sendiri, bagi kita yang terlalu tinggi dalam berekspektasi bisa jadi sedikit kebahagiaan yang kita dapatkan. Berpikiran bahwa Aku akan bahagia ketika mendapatkan pencapaian A, tapi nyatanya pencapaian itu tak kunjung terselesaikan, maka kebahagiaan menjadi tertunda. Padahal, bukan hal sulit untuk menjadikan setiap prosesnya adalah sebuah kebahagiaan. Misalnya untuk lulus sarjana maka kita harus menyelesaikan rangkaian pengerjaan skripsi, bagi kebanyakan kita (mungkin) standar bahagia kita adalah ketika kita sudah melaksanakan Seminar Hasil, lalu Ujian Komprehensif, Yudisium dan kemudian berada di titik puncak yaitu wisuda. Padahal dalam perjalanan tugas akhir tersebut, begitu banyak momen yang bisa menjadi sumber kebahagiaan kita. Bisa lebih sering berinteraksi dengan dosen, bukankah mendapatkan transfer ilmu secara khusus empat mata saat bimbingan adalah sebuah hal yang sangat bermanfaat? Maka, bagi wajah yang mudah tersenyum ini adalah momen keba...