Seperti sebuah tempat yang selalu ingin jadi tujuan ketika letih diri ini, (Ya ke tanah suci pastilah yg nomer satu, tapi ini diluar konteks). Menjadi sarana mengembalikan semangat setelah lelah berjibaku dengan segala amanah. Entah, mengapa nyaman sekali berada di sini. Jauh dari kebisingin dan hiruk pikuk, yang jelas karena memang aku tak sedang beramanah disini. Bukan tak nyaman dengan amanah lalu kabur, bukan, aku hanya sedang mencoba mengambil jeda. Bukankah rihlah menjadi bagian tak terpisahkan dalam tarbiyah? untuk menguatkan diri yang mulai rapuh, untuk menguatkan hati yang mulai keropos? Mungkin hari kemarin berat , dan dengan mengambil jeda ini, akan membuat diri kembali jernih, kembali kuat menghadapi ribuan badai yang manghadang jalan. Memungut kembali kenangan-kenangan akan terseok-seoknya diri kala masa perjuangan itu. Masa-masa jarang tidur pukul delapan, masa-masa rapat sampai pagi. Syahdunya, dulu hal yang tak disukai, namun tetap dijalani, kini ia menjadi hal ...
wa anfiquu fii sabilillah