Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Malang, masih belum Tergantikan

Seperti sebuah tempat yang selalu ingin jadi tujuan ketika letih diri ini, (Ya ke tanah suci pastilah yg nomer satu, tapi ini diluar konteks). Menjadi sarana mengembalikan semangat setelah lelah berjibaku dengan segala amanah. Entah, mengapa nyaman sekali berada di sini. Jauh dari kebisingin dan hiruk pikuk, yang jelas karena memang aku tak sedang beramanah disini. Bukan tak nyaman dengan amanah lalu kabur, bukan, aku hanya sedang mencoba mengambil jeda. Bukankah rihlah menjadi bagian tak terpisahkan dalam tarbiyah? untuk menguatkan diri yang mulai rapuh, untuk menguatkan hati yang mulai keropos? Mungkin hari kemarin berat , dan dengan mengambil jeda ini, akan membuat diri kembali jernih, kembali kuat menghadapi ribuan badai yang manghadang jalan. Memungut kembali kenangan-kenangan akan terseok-seoknya diri kala masa perjuangan itu. Masa-masa jarang tidur pukul delapan, masa-masa rapat sampai pagi. Syahdunya, dulu hal yang tak disukai, namun tetap dijalani, kini ia menjadi hal ...

Jangan Ditolak Keberadaannya

Bukan hidup namanya jika diam tak bergerak. Bukan hidup namanya jika memilih mundur saat berjuang. Bukan hidup namanya jika terus lancar bebas hambatan. Suatu hari kejuatan baru hadir, mulai mengusik rasa yang tak pernah dirasa sebelumnya. Ia hadir, baru saja mengucap salam. Tapi... sejenak saja ia tak terdengar lagi suaranya. Belum sempat melihat siapakah gerangan yang datang, sudahlah pergi tanpa meninggalkan isyarat. Saat itu juga, terbesit asa untuk berpura-pura lupa bahwa tak pernah ada yang mengucapkan salam sepersekian detik itu. Sesaat setelah itu, aku meyakinkan kembali diri bahwa anggap saja memang tak pernah mendengar salam sepersekian detik tadi. Semakin ditolak kenyataan itu, semakin membawa diri pada ketidaksadaran. Semakin ditolak hal itu, semakin menghantarkan diri pada ketidakjelasan yang tak berujung. Mengapa tidak memilih menerima saja kenyataan bahwa memang tadi ada salam yang sempat terucap, hanya saja mungkin takdirnya belum beririsan untuk aku membuka pint...