Langsung ke konten utama

DIET NASI TURUN TUJUH (7) KILOGRAM DALAM 30 HARI (Hidup sehat Ala Cipa)

Healthy life ala cipa 
1. Niatkan semua karena Allah, karena memiliki tubuh yg bugar (kuat) adalah salah satu sifat yg harus dimiliki seorang muslim, terlebih seorang muslimah calon asritek peradaban.
2. izin ke ortu, biar berkah dan kalo ada apa apa gak disalahin nantinya.
3. Kesehatan itu mahal, sehingga harus diperjuangkan. Nah dengan bergaya hidup sehat, maka kita sedang memperjuangkan kesehatan.
4. hidup sehat itu kebaikan, maka ia bernilai ibadah.
5. acuhkan komen komen negatif, dan dengarkan komen positif ajah.
6. Bangun diawal pagi, shalat shubuh. lalu bersiap untuk berlari pagi.
7. keluar rumah, lalu pasang niat baik.
8. kelilingi lapangan dengan berjalan kaki terlebih dahulu. di hari pertama, lari 1-2 keliling lapangan saja dulu.. lalu akhiri dengan berjalan kaki lagi 3-4 keliling.
9. tambahkan durasi atau putaran setiap harinya 1-2 keliling sampai durasi di hari kesekian 30 menit.
10. pertahankan di durasi 30 menit, tambah jika kamu kuat. untuk setiap harinya.

makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. makan untuk kebutuhan lambung, bukan sesuai keinginan mata dan lidah


1. tinggalkan sama sekali nasi, ganti dengan makanan berprotein, lemak hewani, sayur dan buah.
2. kurangi dan tinggalkan minuman minuman bersoda, anggap kamu tidak pernah berteman dengan dia.
3. tinggalkan kopi dan teh manis, anggap kamu sudah bercerai karena manisnya hanya di mulut saja.
4. perbanyak makan sayur dan buah.
5. aku tetap makan lauk apapun, minim karbo kompleks.
6. hentikan makan berat atau nyemil ketika sudah jam 18.00
7. kalau laper minum air putih ajah yg banyak. air anget bagus juga.
9. gula dan garem dan air es/dingin mengikat lemak. sehingga kamu harus meminimalisirnya.
10. jangan tergoda dengan sekeliling. kalau dapet makan ditempat kerja, kamu bawa wadah untuk nyimpen nasinya trus makan lauknya ajah. nasi dibawa pulang biar gak mubadzir.

Dalam dua puluh delapan hari saya sama sekali tidak makan nasi, namun tetap makan lauk-pauk yg berminyak ataupun tidak. Di hari ke 29 saya sama makan makanan less oil, less sugar, less salt. Saya hanya makan telur rebus dan sayuran. Saya menyakini bahwa setiap orang memiliki respon yang berbeda untuk badannya dalam proses ini.

Saya diet bukan karena yg sedang ramai perempuan 55kg, karena saya lakukan sebelum hal itu viral. Namun saya selalu kagum dan selalu takzim dengan beliau.

Banyak hal yg kemudian memotivasi saya untuk menjaga kesehatan, karena 5 tahun lalu berat badan saya 53kg. Saya terlena dengan kehidupan rantau dan ditambah saat sudah kerja makan semaunya, saya mulai merasakan kesehatan saya menurun sehingga saya meniatkan diri untuk menjadikan ini sebagai sarana untuk memenuhi 10 muwashofat muslim dalam poin qowiyul jism.

Mengutip dalam buku mukaddimaah karya Ibnu Khaldun bahwa, " pengenalan tubuh terhadap makanan atau tidaknya adalah dengan kebiasaan. Jika seseorang membiasakan dirinya dengan suatu mkanan sehingga makanan ini akrab dengannya, maka makanan ini sesuatu yg cocok baginya. Apabila kebiasaan ini dilanggar atau diganti, maka tubuhnya akan menderita sakit." Lalu di buku yang sama dengan halaman berbeda beliau mengatakan bahwa, " Jika lapar itu dilakukan secara bertahap dan latihan meninggalkan makanan sedikit demi sedikit sebagaimana yg dilakukan orang-orang tasawuf maka lapar itu seperti jauh dari kebiasaan. Sesungguhnya lapar itu lebih baik bagi tubuh daripada memperbanyak makanan bagi orang yang mampu lapar atau menyedikitkan makan. Lapar itu berpengaruh terhadap tubuh dan akal karena lapar akan menjernihkannya dan memperbaikinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....