Langsung ke konten utama

MERAPIHKAN FINANSIAL


Setelah beberapa waktu lamanya berwacana merapihkan catatan keuangan pribadi, akhirnya hari ini Saya take action merapihkannya. Sebenarnya sejak kuliah di semester awal dulu Saya mulai mencatat cashflow keuangan pribadi Saya di buku khusus namun tidak istiqomah dan berhenti di tengah jalan, hingga akhirnya saat Saya mulai mengajar di SMPIT Taskia saya mulai mencatat kembali cashflow keuangan pribadi saya mannually di buku Agenda pribadi . Saya selalu mencatat mulai dari Rancangan Anggaran Biaya untuk satu bulan dan arus keluar-masuk keuangannya, dari situ saya bisa mengevaluasi apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan yang  sudah dianggarkan atau tidak. Hari in, Saya iseng-iseng mencari aplikasi untuk di handphone pintar dan ketemulah si imut “catatan keuangan”, sebenarnya masih  banyak yang lain, namun terlalu luas dan saya merasa belum butuh itu.

Setelah mendownload aplikasi catatan keuangan itu, Saya mulai menginput arus keuangan Saya dibulan Agustus hingga hari ini 25 Oktober 2018. Membutuhkan waktu yang cukup lama lah untuk input tiga bulan sekaligus. Saya mulai melek lagi soal manajemen catatan keuangan ini sejak saya membaca-baca artikel dan beberapa pengalaman senior masa kuliah serta beberapa official account yang memang concern dibagian financial adviser.

Hal ini menjadi perhatian penting, sebelum nantinya dihisab di yaumil akhir maka ini sebagai  upaya untuk sadar lebih dulu ke mana dan untuk apa saja amanah harta berupa materi yang Allah titipkan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban ke diri sendiri dan ke pemberi Rezeki maka memang selayaknya untuk selalu mencatatnya dengan baik agar bisa mengevaluasi diri dan menjadi rekomendasi kedepannya untuk diri sendiri dan kelurga.

Setelah selesai mencatat cashflow di aplikasi catatan keuangan, Saya sedikit berdiskusi dengan Mba Lusi dan juga Roo. Salah satu yang memang kebanyakan melanda adalah males untuk kegiatan catat mencatatnya itu, maka bismillah dimulai saja hari ini dan dibiasakan agar menjadi habbit dan kedepannya meningkat menjadi kebutuhan untuk diri sendiri membuat dokumen keuangan pribadi. Mumpung masih single kan, jadi tuntutannya lebih ke kesadaran pertanggungjawaban pribadi. Yuk bersama rapihkan finansial kita!

Ditulis dengan penuh kebahagian pada sore hari di 25 Oktober 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....