Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

PETJAH FILM 212 SUKSES BIKIN PIPI BASAH

(sumber: google.co.id, 2018) Di tulisan sebelumnya dengan jelas saya katakan bahwa saya tidak begitu suka dengan menonton film di bioskop lantaran dingin yang kerap menghantui, tapi tidak pada hari ini dan untuk film ini. Berawal dari masing-masing tertarik untuk nonton film the power of Love (212) akhirnya hari ini  12 Mei 2018 Saya, Cici dan Liya langsung tancap gas ke salah satu bioskop di Kota Bekasi. Film yang dimainkan oleh Fauzi Baadila, Hamas Syahid,  dan rekan-rekannya sangat epik diperankan oleh pemain-pemain yang memberikan ruh dari setiap karakter yang diperankan. Film ini asik banget kalau nontonnya barengan keluarga atau teman, jadi hidupmu yang udah jomblo gak jadi ngenes karena kudu nonton sendirian. Pada akhirnya saya berani melangkahkan kaki untuk menonton film layar lebar, karena ini adalah film yang akan membuat kita yang menonton seperti mengulang peristiwa sejarah aksi yang begitu damai. Sampai-sampai membuat saya tidak merasakan dinginnya Ac...

TIM LIQO TAMBUN UTARA SUKSES GELAR BAKTI SOSIAL DI MUARA GEMBONG

Kamis, 10 Mei 2018 tim Liqo tambun utara sukses menggelar Bakti sosial di Muara Gembong. Pukul 09.30 acara yang dipandu oleh Syifa resmi dibuka, diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-qur'an oleh salah satu pelajar setempat menambah semangat seluruh panitia dan peserta yang hadir. Acara yang diinisiasi oleh sembilan orang perempuan yakni Martiningsih, Erna, Elis, Nova, Cici, Liya, Dian, Masyri'ah dan Syifa ini disambut antusias oleh warga setempat. "terimakasih atas penerimaan yang baik oleh seluruh warga yang hadir, kepada pak RT dan Pak Robbi selaku tuan rumah yang telah memperkenankan kami untuk mengadakan kegiatan bakti sosial di lingkungan ini. Dalam kesempatan kali ini kami belum bisa maksimal dalam pemberian layanan kesehatan karena tenaga medis yang terbatas. Sehingga kami baru bisa melakukan kegiatan cek tensi dan juga screening kadar gula dalam darah, dengan tujuan memgetahui tingkat kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah dan memgetahui sec...

REALITAS PENDIDIKAN HARI INI (Pengalaman 8 Bulan Thalabul Ilmi)

Lihat ibu pertiwi sedang bersusah hati air matanya berlinang... ~~~ Aku teringat guru-guruku, yang dulu dengan diamnya mereka mampu membuat kami secepat kilat hening. Takut mungkin, tapi lebih dari itu besarnya rasa hormat/ takzhim kami pada Sang Guru. Lalu tadi pagi ibuku sedikit nyeletuk, kalau sekarang kenapa justru berubah 180 derajat. Guru bahkan tidak lagi mengingatkan murid yg sedang bercanda atau acuh terhadap pelajaran yg sedang dijelaskannya. Tapi itu wajar, mau gimana kalo dulu kita dididik dengan penggaris kayu yg panjang kalau tak memiliki akhlak yg baik, kalau sekarang guru sekedar keras sedikit jadi viral.. yg dilaporkan polisi lah, yg didemo lah.. (sambung ibuku) Disisi lain, aku merasakan dilingkunganku sendiri. Terlihat mana guru yg begitu ikhlas mendidik, dan yang hanya sekadar membubuhkan paraf dalam lembar absen harian. Ironi, aku masih belum bisa berbuat banyak atas hak murid yang terabaikan lantaran guru yang tak kunjung hadir mendidiknya. Kubilang cinta m...

AQIDAH TAUHID (Catatan Madrasah Klasikal 2 PD KAMMI Bekasi Kota)

[MADRASAH KLASIKAL 2] Sabtu, 05 Mei 2018 pukul 13.40-15.30 KAMMI Bekasi Kota sukses menyelenggarakan Madrasah Klasikal 2 (MK 2)  mengusung tema *Menyelami Tauhid sebagai Pondasi Gerakan Dakwah Syaksiyah Da'iyah Alfikriah* Kegiatan MK 2 ini dilaksanakan Di Ruang 3.01 B, Bani Saleh Kampus B. Dihadiri oleh 7 orang akhwat dan 6 orang Ikhwan. dibuka oleh Akh Andi selaku MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Akh Sahrial pada pukul 13.40, berlangsung hidmat dan diikuti sangan antusias oleh 13 peserta yang hadir. Dengan di moderatori oleh Akh Ferdi, Ustadz Firdiansyah menyampaikan nasehatnya sebagai pembuka bahwa seorang aktivis khususnya Kader KAMMI dengan jenjang AB2 selayaknya memiliki ruhiyah yang baik. Karena dengan ruhiyah yang baik dia akan mampu menjadi pengaruh kebaikan dalam lingkungan bermasyarakat. Membaca Al-Qur'an 1 Juz tiap harinya adalah hal yang biasa bagi seorang kader AB2, seharusnya kebiasaannya ditingkatkan menjadi 1 Juz hafal...

TETAP SEBARKAN KEBAIKAN

Berpindahnya kita dari satu tempat ke tempat yang lain berhijrah dari kampung halaman ke tanau rantau atau sebaliknya, pulang kampung dari tanah rantau ke kampung halaman semoga kebaiakan yang pernah ada akan terus tersebar Mungkin kita pernah berada pada masa di mana aktivitas kebaikan memadati dan mengisi seluruh waktu yang kita miliki, namun kini hadir saat di mana semua itu tak lagi ada dalam kehidupan. Mungkin intensitasnya yang sudah berubah lantaran kita berada di lingkungan yang baru, atau mungkin tak ada lagi aktivitas yang dulu kita anggap melelahkan dan menyebalkan itu mengisi kembali hari kita. Jika saat ini aku dan kamu merasakannya maka yang harus dilakukan hanya untuk tetap sebarkan kebiakan, ya kebaikan sekecil apapun yang kita mampu.  Jika saat kita berbuat baik selalu mendapat puji baik, maka tetap sebarkan kebaikan. Jika saat ini usaha sekeras apapun tak mendapatkan penghargaan manusia, maka tetap sebarkan kebiakan. Penilaian manusia bukan sesuat...

ADA PELAJARAN DALAM SETIAP PERJALANAN (Pengalaman Seorang anak Satpam yang bisa Kuliah di PTN)

Sebagaimana fitrahnya manusia sebagai makhluk pembelajar, nyatanya benar bahwa belajar tak mesti melulu tentang bangku sekolah atau pendidikan formal. Dalam setiap perjalanan hidup misalnya, betapa selalu banyak hikmah atau pelajaran baik yang bisa kita petik.Kali ini aku akan mencoba menulis kembali, ternyata jika kita menyadari setiap keindahan dalam perjalanan hidup, sejatinya kita adalah jiwa yang penuh dengan keberuntungan. Hampir lima tahun silam saya menerima pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sama halnya siswa-siswa kelas dua belas saat ini yang tidak lolos SNMPTN (undangan), saya pun pernah merasa dunia saya berhenti saat ini. Karena bagi saya yang tidak terlalu cerdas ini adalah satu-satunya cara untuk saya melanjutkan kuliah di Universitas atau Perguran Tinggi Negeri. Saat itu saya mendaftarkan diri di IPB dan UM (Universitas Negeri Malang), tapi hal yang wajar saya tidak lolos karena memang hasil UN saya begitu rendah untuk jurusan yang saya ...

PERAN PEREMPUAN DI ERA MILENIAL (Resensi Buku)

 Judul           : MEMBANGUN GERAKAN MENUJU PEMBEBASAN PEREMPUAN Penulis         : Shalah Qazan Penerbit       : Era Intermedia Tahun Terbit: 2001 Cetakan       : kedua Tebal Buku  :206 halaman Harga Buku : 25.000 (buku bekas) Oleh            : Syifa Fauziah Harly Sinopsis Buku epik bertajuk " Membangun Gerakan menuju Pembebasan Perempuan " karya Shalah Qazan , dengan judul awalnya " Nahwa Fikrin Nisa'iyyin Harakiyyin Munazham" adalah sebuah buku layaknya manual book bagaimana perempuan seharusnya. Dengan membaginya menjadi beberapa bab pembahasan dengan maksud membuat gerakan perempaun menjadi suatu gerakan yang berpengaruh dan tersusun rapi. Membangun gerakan perempuan dikemukakan dengan peran bangunan pergerakan dalam membebaskan perempuan dan masyarakat dari penderitaan, kesusahan dan bencana besar. karena pada ...

MANA UNDANGANNYA?

Kapan nikah? adalah pertanyaan populer saat diri mulai menginjak usia-usia 20an. Setelah lulus kuliah, undangan kian banyak sehingga seringkali pertanyaan selanjutnya " mana undangannya?" menjadi pertanyaan yang akan sering kita dengar. Apalagi jika dilingkunganmu hidup, mungkin teman sebayamu kebanyakn sudah menikah dan memiliki momongan. Dalam konteks para pemuda yang mendedikasikan hidupnya untuk berusaha berbuat kebaikan, saya rasa semua pun memiliki tujuan membangun atau membina sebuah keluarga kecilnya, di mana disana akan lahir generasi-generasi yang akan meneruskan perjuangan menegakkan kebaikan. Mereka yang kemudian belum menikah hingga usianya di atas 23 tahun, kebanyakan bukanlah mereka yang terlalu selektif memilih seseorang yang diidamkan menjadi pasangannya hingga ke SurgaNya. Teman dekatku misal, sudah dua kali atau lebih yang kuketahui dia menolak ihwal seorang lelaki yang datang padanya. Bukan karena dia tidak ingin menikah, tapi pertimbangan mendapa...

Aku memang Tidak Begitu Gemar Nonton di Bioskop

Aku memang Tidak Terlalu gemar menonton di Bioskop untuk kamu yg sedang berproses mengenalku, kukatakan padamu bahwa membaca buku lebih kusukai dari menonton film di bioskop.. jadi nanti jika kita bersama, kumohon jangan salahkan aku jika aku menceritakan alur cerita buku yg filmnya akan kamu tonton.. aku bukan sama sekali tak gemar menonton, hanya saja aku memang selalu tidak kuat dengan dinginnya ruang bioskop yg dibuat oleh pendingin ruangan itu.. dulu pertama kali ku ke bioskop di tahun 2012, menonton film bertajuk 2012, alih alih menagis lantar haru atau setidaknya begidik takut.. aku malah gagal konsen dengan dingin yang menyeruak, membuatku menggigil dan perlahan tanganku memucat.. lalu ku nontob lagi di bioskop, seingetku film dance gitu, tapi kulupa judulnya.. dan kejadian serupa berulang kembali, pendingin ruangan itu tak bersahabat denganku.. lalu terakhir di tahun 2017 lalu, aku bersama teman kuliah menonton film wiji tukul.. ya sama saja, lagi dan lagi pendingi...

Surat Untuk Ibu dan Ayah

ayah ibu, kuharus jujur padamu.. jika saat ini kesuksesan dinilai dari seberapa banyak aku bisa memberikan materi kepadamu, maka maaf aku belum sukses! ayah ibu, jika keberhasilan dinilai dari seberapa tinggi jabatanku dan seberapa keren kantorku.. maka maaf aku belum berhasil.. ayah ibu, saat ini aku sedang berusaha dan berjuang.. namun kukatakan padamu, bahwa aku pergi kesana kemari mengisi dauroh (pelatihan) dan megikuti dauroh (pelatihan) dari satu kota ke kota yg lainnya.. tidak lain dan tidak bukan, adalah sebagai upayaku untuk memberikan kebaikan untukmu.. bukankah Allah akan memberikan pahala untuk hambaNya yg menuntut ilmu dan menyedekahkan ilmunya? dan dibalik itu, sebagai anak kudedikasikan semuanya untukmu.. jika memang pahala tak kita dapat, semoga ini sebagai rayuan kepada Rabbmu dan Rabbku bahwa kita mengharapkan ampunan sebagai balasannya.. dari aku, anakmu..

Menjumpamu Kembali (Trip to Malang) Episode Kampung Warna-warni Jodipan

Jum'at 27 April disiang hari, sekitar jam 11 siang kami janjian untuk pergi ke Jodipan bersama. Saya, Dwi, Hanifa, Firda bertemu di depan Gedung B FPIK UB. Setelah berdiskusi beberapa saat, kami pun memutuskan untuk naik Grab Car dengan kode promo "Grab Nyaman" yg lumayan dapet potongan sekitar 7rb hehe.. Mobil yang kami pesan datang, berwarna silver untuk kapasitas 6 orang. mobil melaju meninggalkan Brawijaya, jalan cukup macet siang ini karena ada kegiatan Marching Band tingkat sekolah yg konvoi sedari Balaikota hingga Jalan Semeru. Saya tidak terlalu memperhatikan jam ketika akhirnya tiba di kampung warna-warni. Setalah membayar ongkos grab car seharga 15rb, kami masuk ke kawasan kampung warna-warni dengan memberli tiket masuk seharga 3rb /orang terlebih dahulu. Sebenarnya ini kali kedua atau ketiga saya ke tempat ini, yang saya suka tempatnya cukup bersih dan warganya pun ramah-ramah. oiya sebelum membeli tiket kami sempat mengabadikan momen di jembatam dengan ...