Selayaknya Musa sang Nabi Allah yang ditemani Harun Saudaranya..
Begitu beratnya perjuangan, tak membuatnya menyerah dan memilih pergi.. Ia hanya meminta kepada Rabbnya untuk diberikan penguat, dikirimkan seorang teman yang membantunya dalam memperjuangkan kebaikan tegak di muka bumi ini..
Maka memilih menyerah ketika lelah, bukanlah keputusan yang tepat. Mengapa tidak mencari teman seperjuangan? Mungkin kita memang kuat, tapi sekuat apa kita jika sendiri?
Memilih pergi tak akan membuat kita berprestasi, justru ketertautan hati akan mati. Bukankah dengan bersaudara maka semua akan lebih indah?
Manusia memang setidak sempurna itu, karena yang Maha sempurna hanyalah Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya.
Namun apa salahnya mempersembahkan yang terbaik yang kita mampu.
Kembalilah pada lingkaran ini, wahai hati yang mulai kerontang, kamu hanya butuh melihat senyum saudaramu, bercengkrama dengan mereka dan saling menguatkan satu sama lain.
Jangan memilih untuk berlari sendiri, mungkin akan cepat sampai tapi disatu sisi kau akan lebih cepat lelah dan tak mampu menempuh jalan kebaikan yang panjangnya tak terhingga, yang terjal dan curamnya tak terduga..
Mari bersama dan saling menguatkan..
Aku lemah, kamu lemah. Maka satukan kelemahan itu untuk menjadi kuat bersama..
Begitu beratnya perjuangan, tak membuatnya menyerah dan memilih pergi.. Ia hanya meminta kepada Rabbnya untuk diberikan penguat, dikirimkan seorang teman yang membantunya dalam memperjuangkan kebaikan tegak di muka bumi ini..
Maka memilih menyerah ketika lelah, bukanlah keputusan yang tepat. Mengapa tidak mencari teman seperjuangan? Mungkin kita memang kuat, tapi sekuat apa kita jika sendiri?
Memilih pergi tak akan membuat kita berprestasi, justru ketertautan hati akan mati. Bukankah dengan bersaudara maka semua akan lebih indah?
Manusia memang setidak sempurna itu, karena yang Maha sempurna hanyalah Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya.
Namun apa salahnya mempersembahkan yang terbaik yang kita mampu.
Kembalilah pada lingkaran ini, wahai hati yang mulai kerontang, kamu hanya butuh melihat senyum saudaramu, bercengkrama dengan mereka dan saling menguatkan satu sama lain.
Jangan memilih untuk berlari sendiri, mungkin akan cepat sampai tapi disatu sisi kau akan lebih cepat lelah dan tak mampu menempuh jalan kebaikan yang panjangnya tak terhingga, yang terjal dan curamnya tak terduga..
Mari bersama dan saling menguatkan..
Aku lemah, kamu lemah. Maka satukan kelemahan itu untuk menjadi kuat bersama..
Komentar
Posting Komentar