Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

KAMU PECUNDANG JIKA MEYERAH KARENA LELAH

Ketika lelah menghampiri, mungkin seringnya lari dari masalah adalah hal yang sesaat menyenangkan. Lelah dalam dalam perjalanan memperbaiki tingkah dan laku diri adalah hal yang manusiawi, namun lari dan tidak berkemauan untuk menyelesaikannya tidak akan membuat kita menjadi pribadi yang baik dan terbaik. Sering bukan kita membaca atau mendengar lantunan ayat suci Q.S Ali Imran ayat 110. Setidaknya, secara tidak sengaja atau terpaksa ayat tersebut pernah menjadi syarat untuk dihafal ketika harus mengikuti pelatihan tertentu. Beberapa waktu saya mentadabburi ayat ini, bahwa dikatakan "kamu adalah umat terbaik yang diturunkan untuk manusia". Saya, kita adalah umat terbaik, maka apakah selama ini usaha yang dilakukan, ibadah yang dilakukan, pekerjaan yang dijalani, bakti kepada orang tua yang dilakukan, berkehidupan di masyarakat yang dilalui adalah dengan ikhtiar terbaik? dengan upaya terbaik sebagaimana gelar umat terbaik? fase pertama untuk selesai dengan masalah diri sen...

MOMENTUM MERAPATKAN BARISAN

Benar kata para orang-orang berilmu, keadaan kita susah saat ini bukan karena sebab apa-apa. Kesusahan kita saat ini adalah konsekuensi dari sikap abai kita di masa yang lalu. Ketidakberhasilan kita dalam membangun desa, kota, provinsi, negara bahkan peradaban bukan karena tidak adanya orang-orang hebat, namun karena banyaknya orang hebat yang enggan bersatu membangun negeri dengan barisan yang tersusun rapih. Paska lebaran ini, di bulan syawal yang mulia ini adalah momentum dalam menentukan jalan dan masa depan kekuasaan yang ada. Silaturahim ke rumah Cang Lurah beberapa hari lalu, memberikan saya pelajaran berharga yang mungkin tidak saya dapatkan di kesempatan lainnya. Di momentum Pemilu ini, setingkat pilkades saja aroma-aroma persaingan politik sudah sangat terlihat jelas. Terpampang baliho-baliho dari masing-masing calon kepala desa di desanya, hanya dua calon satu beliau dan satu lawannya. Persaingan ini bukan karena musuh-musuh yang merasa kecewa dengan kepemimpinan, namun me...

MEMILIKI TEMAN BAIK? KAMU WAJIB BERSYUKUR!

Sebagaimana nikmat menjadi muslim, maka nikmat memiliki teman yang baik adalah hal yang sama-sama wajib disyukuri. Bagaimana tidak, berapa banyak manusia di dunia, namun Allah tidak memberikan kesempatan yang sama untuk berIslam sejak lahir, sehingga mereka harus memperjuangkan fitrahnya yang Allah berikan sejak penciptaannya dalam kandungan. Sehingga memiliki teman yang baik pun adalah nikmat besar yang tidak semua orang juga bisa merasakannya, betapa banyak orang-orang yang ditipu oleh temannya? berapa banyak orang-orang yang terjerumus dalam pergaulan yang salah karena tak dianugerahi teman yang baik?. Afifah benar, bahwa teman yang baik adalah hal berharga dalam hidup. Teman yang dengannya kamu menjadi ingat bahwa hidup tidak melulu soal menuntut kepada Allah Subhanahu Wata'ala, tapi hidup ada untuk disyukuri bahwa yang ada hari ini terlalu berharga untuk di kufuri. Saat diri merasa ingin pergi dalam jalan kebaikan dan memilih berhenti dan hampir memilih jalan lain yan...

BAWAIN AJAH CALONNYA !

Malem takbiran gini, alhamdulillah gema takbir rame dimana-mana. Tapi biasanya buat para pemuda-pemudi yg still single sampe lebaran besok, pertanyaan "kapan nikah" adalah pertanyaan yg bakal menghampirinya setiap saat. Gitu si ya emang hidup, selesai dari satu urusan ditanya urusan yg berikutnya. Misal ajah waktu masih kuliah, momen lebaran bakal jadi momentum buat nanya ke kita "kapan wisuda", dan ketika wisuda beres dan kita udah kerja atau masih dalam ikhtkar nyari kerja pertanyaan populer berikutnya adalah "kapan nikah". Tulisan ini sedikit ngelanjutin tulisan sebelumnya yg bertajuk "Mana Undangannya?". Saya pribadi gatau si, sampe kapan manusia akan bertanya kepada manusia lainnya tentang pencapain-pencapaian yg menurutnya seseorang itu ya kudunya ngelampaui pencapaian itu, padahal ya belum tentu juga apa yang jadi pencapaian seseorang selalu sama antara satu dengan yang lainnya. Coba deh naikin level diri kamu saat nanya ke seseorang ...

RESEP MANISAN KOLANG KALING

Mendekati Hari Raya Iedul Fitri Manisan kolang kaling adalah salah satu menu kudapan yang biasa kami hidangkan untuk para tamu yang bersilaturahim ke rumah. Nah kali ini saya akan menulis resepnya, ini buat arsip ajah si biar kapan-kapan kalau mau buat gausah ribet nyari buju catetan lagi hehe BAHAN: 1. Kolang kaling 3KG 2. Sirup Marjan Coco Pandan 2 Botol 3. Air 1L 4. Daun Pandan secukupnya 5.Daun Jeruk secukupnya 6. Air Beras ALAT 1. Wajan besar atau yg sejenis 2. Dandang 3. Kukusan 4. Samsi/ sutil 5. Wadah untuk manisan Cara membuat: 1. Rendam kolang-kaling dengan air beras (saya rendam selama 3-4 hari) dengan mengganti air beras setiap hari 2. Siapkan Dandang dan kukusan 3. Potong-potong daun pandan 4. Masukan daun pandan beserta kolang-kaling ke dalam kukusan selama 20-30 menit 5. Siapkan Wajan 6. Masukkan daun jeruk, air 1L kedalam wajan lalu panaskan 7. Jika air sudah mendidih, masukkan 2 botol sirup marjan dan kolang kaling 8. Aduk sesekali sampai air m...