Semalam, pertamakalinya s
Saya panik dengan diri Saya sendiri. Sebulanan ini aktivitas memang begitu padat, alhamdulillah sepulang mengajar SMP langsung mengajar ngaji anak-anak di salah satu perumahan tidak jauh dari rumah. Selesai itu istirahat sebentar dan dilanjutkan dengan Mengajar ngaji di Rumah Qur'an yang sedang saya Rintis di Musholah depan rumah. Alhamdulillah, Allah masih beri kesempatan untuk Saya bisa mengamalkan ilmu.
Malam tadi, tidak seperti biasanya. Kepala Saya memang agak pusing sejak pagi di sekolah, biasanya langsung hilang kalau dibawa istirahat tidur siang. Tapi hari kemarin agak berbeda, dan puncaknya setelah Saya selesai mengajar ngaji di Rumah Qur'an Nurul Falah, Saya seperti melayang. Badan bisa digerakkan seperti biasa, tapi seperti melayang dan tidak merasakan apapun hampir mati rasa atau baal.
Saya sudah siap untuk berangkat ke tempat Dauroh Marhalah 1 di bantar Gebang. Tapi, setelah pamit ke Ibu, Saya sempat konsultasi ke Cici dan Liya tentang yang saya rasakan. Liya bilang kalau saya harus istirahat memenuhi hak tubuh, karena itu tanda-tanda saya kelelahan dan begitupun Cici menyetujui pendapat Liya. Awalnya Saya ingin nekat saja, tapi saya berpikir ulang mengingat-ngingat kejadian beberapa Ikhwah yang mengalami kecelakaan saat tigas mengisi Dauroh. Akhirnya saya berkoordinasi dengan Teh Lail dan beliau pun menyarankan Saya untuk istirahat.
Malam tadi, Saya menjadi begitu melow. Bagaimana jika setelah istirahat Saya tidak bangun lagi? Apakah ini akhir hidup saya? Seperti mayat hidup dulu saya rasakan. Sontak saya perbanyak istighfar dan tanpa terasa air mata Saya bercucuran dengan deras. Saya tidak menyadari apa-apa lagi setelah itu, karena setalah itu saya sudah terlelap.
Saat pagi tadi saya bangun, badan Saya sudah tidak mati rasa lagi. Dan benar saja, bahwa Saya harus memenuhi hak tubuh untuk mengistirahatkannya sejenak. Kalau saja Saya tetap nekat pergi ke tempat dauroh, bukan tidak mungkin Saya akan semakin NGEDROP.
Alhamdulillah
Saya panik dengan diri Saya sendiri. Sebulanan ini aktivitas memang begitu padat, alhamdulillah sepulang mengajar SMP langsung mengajar ngaji anak-anak di salah satu perumahan tidak jauh dari rumah. Selesai itu istirahat sebentar dan dilanjutkan dengan Mengajar ngaji di Rumah Qur'an yang sedang saya Rintis di Musholah depan rumah. Alhamdulillah, Allah masih beri kesempatan untuk Saya bisa mengamalkan ilmu.
Malam tadi, tidak seperti biasanya. Kepala Saya memang agak pusing sejak pagi di sekolah, biasanya langsung hilang kalau dibawa istirahat tidur siang. Tapi hari kemarin agak berbeda, dan puncaknya setelah Saya selesai mengajar ngaji di Rumah Qur'an Nurul Falah, Saya seperti melayang. Badan bisa digerakkan seperti biasa, tapi seperti melayang dan tidak merasakan apapun hampir mati rasa atau baal.
Saya sudah siap untuk berangkat ke tempat Dauroh Marhalah 1 di bantar Gebang. Tapi, setelah pamit ke Ibu, Saya sempat konsultasi ke Cici dan Liya tentang yang saya rasakan. Liya bilang kalau saya harus istirahat memenuhi hak tubuh, karena itu tanda-tanda saya kelelahan dan begitupun Cici menyetujui pendapat Liya. Awalnya Saya ingin nekat saja, tapi saya berpikir ulang mengingat-ngingat kejadian beberapa Ikhwah yang mengalami kecelakaan saat tigas mengisi Dauroh. Akhirnya saya berkoordinasi dengan Teh Lail dan beliau pun menyarankan Saya untuk istirahat.
Malam tadi, Saya menjadi begitu melow. Bagaimana jika setelah istirahat Saya tidak bangun lagi? Apakah ini akhir hidup saya? Seperti mayat hidup dulu saya rasakan. Sontak saya perbanyak istighfar dan tanpa terasa air mata Saya bercucuran dengan deras. Saya tidak menyadari apa-apa lagi setelah itu, karena setalah itu saya sudah terlelap.
Saat pagi tadi saya bangun, badan Saya sudah tidak mati rasa lagi. Dan benar saja, bahwa Saya harus memenuhi hak tubuh untuk mengistirahatkannya sejenak. Kalau saja Saya tetap nekat pergi ke tempat dauroh, bukan tidak mungkin Saya akan semakin NGEDROP.
Alhamdulillah
Komentar
Posting Komentar