Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Kenapa?

Kemarin 21 mei 2019, diumumkan dini hari. Bersliweran brodcast wa di berbagai grup di hpku. Hati terusik, tapi tak ada rasa ingin menyebarkannya. Aku hanya berhati-hati tersebab seringkali brodcast itu dikirim dari orang-orang yang justru loyal terhadap kebathilan. Teriris rasanya hingga hari ini, membaca berbagai status dari teman-teman yang mendukung presiden terpilih versi KPU dengan menyalahkan pendukung Prabowo-Sandi. Mungkin rasa kita memang berbeda, sehingga sudut pandang memaknai ini juga berbeda. Bukan, bukan tentang kami berteriakan takbir tanpa arti seperti yang kalian tuduhkan, justru tersebab ada semangat dalam diri ini untuk menyuarakan kebaikan. Bagiku bukan perkara menang dan kalah, tapi tentang di mana aku berpihak. Layaknya burung kecil yang membawakan air untuk memadamkan api yang membakar Ibrahim sang Nabi kala itu, aku yakin ia tahu bahwa air itu tak akan mampu memadamkan api, tapi setidaknya ia ingin memberitahu di mana ia berpihak. Hari ini pun itu yang kam...

Menjadi Guru Muda

Sungguhlah beruntung saya ini, tak memiliki latar belakang dunia pendidikan secra formal namun diberikan kesempatan menjadi seorang guru. Tepat diusia 22 tahun kala itu saya lulus S1 Perikanan dan pulang ke bekasi, ke tanah kelahiran dan kampung saya. Takdir membawa saya untuk mengabdi di sekolah menengah kejuruan swasta. Umur saya tak jauh berbeda dengan murid-murid sekolah kala itu, hanya sekitar 5-7 tahun, layaknya seorang kaka. Lalu beberapa bulan setelahnya saya diamanahi menjadi seorang guru di Sekolah menengah pertama islam, langsung menjadi wali kelas. Sebagai guru muda atau junior yang tak banyak pengalaman dan tak berlatar pendidikan linier mungkin saya terbilang cukup nekat. Bukan tanpa rasa gerogi kala datang pertama kali menyambut siswa saat MPLS, apalagi diminta memperkenalkan diri. Sudah mencoba mencairkan suasana, tapi masih saja kikuk. Dan Tepat di usia yang ke dua puluh tiga tahun saya memulai debut saya sebagai seorang guru di sekolah menengah pertama ters...

Assalamu'alaikum, Saya Kembali.

Ternyata sudah dua bulan tidak menulis apapun. Tidak membuat karya apapun selain sibuk menyelesaikan persoalan diri pribadi. Mengambil jeda dalam perjalanan yang cukup menantang medannya menjadi keputusan saya pada akhirnya. Keputusan atas kesadaran atau keterpaksaan mungkin menjadi beda tipis terlihat. Mencoba menjauh dari hiruk pikuk keramaian, bukan karena ingin menjauh, tapi sekadar mengembalikan orientasi diri pada jalan yang seharusnya, tersebab jika terus berada dalam keramaian, kekhawatiran akan semakin menjadi-jadi dan membuat diri terbuai atas nama ikhtiar. Kemarin, beberapa hari lalu tak sengaja menonton chanel salah satu anak kiai yang sedang berduet dengan Ayahandanya, tersentak jiwa saya yang terdalam dengan nasihat "jangan menuhankan ikhtiar, sertakan tawakal, bahwa hanya Allah yang bisa membuat sesuatu terjadi" kurang lebih begitu yang saya ingat, tak sama persis dengan apa yang beliau sampaikan, namun itu yang termakna dalam qalbu. Pasalnya, sehari sebelumn...