[MADRASAH KLASIKAL 2]
Sabtu, 05 Mei 2018 pukul 13.40-15.30
KAMMI Bekasi Kota sukses menyelenggarakan Madrasah Klasikal 2 (MK 2) mengusung tema *Menyelami Tauhid sebagai Pondasi Gerakan Dakwah Syaksiyah Da'iyah Alfikriah*
Kegiatan MK 2 ini dilaksanakan Di Ruang 3.01 B, Bani Saleh Kampus B. Dihadiri oleh 7 orang akhwat dan 6 orang Ikhwan.
dibuka oleh Akh Andi selaku MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Akh Sahrial pada pukul 13.40, berlangsung hidmat dan diikuti sangan antusias oleh 13 peserta yang hadir.
Dengan di moderatori oleh Akh Ferdi, Ustadz Firdiansyah menyampaikan nasehatnya sebagai pembuka bahwa seorang aktivis khususnya Kader KAMMI dengan jenjang AB2 selayaknya memiliki ruhiyah yang baik. Karena dengan ruhiyah yang baik dia akan mampu menjadi pengaruh kebaikan dalam lingkungan bermasyarakat. Membaca Al-Qur'an 1 Juz tiap harinya adalah hal yang biasa bagi seorang kader AB2, seharusnya kebiasaannya ditingkatkan menjadi 1 Juz hafalan pertahunnya.
Masuk kepada materi Aqidah Tauhid beliau memulai dengan sebuah cerita bahwa ada seoranf sahabat di zaman Rasulullah SAW yang mengimami shalat selalu menutup bacaan setelah surat Al-fatihah dengan surat Al-ikhlas, hal ini membuat sahabat yang lainnya pada akhirnya mengadu kepada Rasulullah. Lalu dipanggillah sahat tersebut dan ditanya oleh Rasulullah SAW tentang bacaan surat disetiap rakaat yg sama. Sahabat tersebut menjawab, ia selalu membaca surat Al-ikhlas lantaran ia suka, ia cinta dengan surat tersebut karena kedalamann maknanya tentang keEsaan Allah, sifat-sifatnya yang begitu luar biasa. Dan Rasul mengabarkan bahwa seseorang akan masuk surga karena apa yang ia cintai.
Ustadz Firdiansyah menjelaskan bahwa Tauhid, dibagi menjadi tiga pembahasan yakni:
1. Tauhid Rububiyah yang artinya, Meyakini Allah SWT sebagai pencipta alam semesta. Umumnya tauhid ini ada sebagai fitrah manusia, bahkan oleh seorang atheis pun saat dirinya terancam ia akan menyebut-nyebut nama Allah.
2. Tauhid Uluhiyah yang artinya, Meyakini Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah. Pada bahasan ini, kita harus lebih dulu mengenal Allah baru kita bisa meyakini dan mencintai Allah.
3. Tauhid Asma wa shifat yang artinya, Allah memiliki Asmaul Husna. Yang dapat kita renungi dan maknai serta mencoba untuk mengaplikasikannya dalam hidup kita.
Ustadz menambahkan bahwa Puncak keimanan atau aqidah seseorang adalah apabila tidak ada yang ditakuti kecuali Allah, bahwa Allah lah satu-satunya Dzat yang paling Agung.
Sebelum acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Akh Egi selaku Ketua Umum, beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta dan membuat sesi diskusi menjadi hidup.
mengutip kalimat yang disampaikan oleh ustadz Firdiansyah, LC. S.Sos.I
*_Semakin berkualitas kader dakwah, semakin berkualitas pula pengaruhnya di masyarakat. seorang kader dakwah tidak akan sibuk menilai orang lain, tetapi ia selalu menyibukkan dirinya untuk memperbagus amalnya_*
Bekasi, 06 Mei 2018 09.59 WIB

Komentar
Posting Komentar