Sebagaimana nikmat menjadi muslim,
maka nikmat memiliki teman yang baik adalah hal yang sama-sama wajib disyukuri. Bagaimana tidak, berapa banyak manusia di dunia, namun Allah tidak memberikan kesempatan yang sama untuk berIslam sejak lahir, sehingga mereka harus memperjuangkan fitrahnya yang Allah berikan sejak penciptaannya dalam kandungan. Sehingga memiliki teman yang baik pun adalah nikmat besar yang tidak semua orang juga bisa merasakannya, betapa banyak orang-orang yang ditipu oleh temannya? berapa banyak orang-orang yang terjerumus dalam pergaulan yang salah karena tak dianugerahi teman yang baik?.
Afifah benar, bahwa teman yang baik adalah hal berharga dalam hidup. Teman yang dengannya kamu menjadi ingat bahwa hidup tidak melulu soal menuntut kepada Allah Subhanahu Wata'ala, tapi hidup ada untuk disyukuri bahwa yang ada hari ini terlalu berharga untuk di kufuri.
Saat diri merasa ingin pergi dalam jalan kebaikan dan memilih berhenti dan hampir memilih jalan lain yang belum tentu ada kebaikannya, teman yang baik hadir kembali merangkul dan mengajak kita untuk kembali berkontemplasi atas niat yang telah sekian lama diperjuangkan kebersihannya. Saat futur melanda teman yang baik hadir laksana anggur segar yang melegakan tenggorokkan yang tengah kerontang.
Maka merawat persahabatan dengan teman yang baik adalah keniscayaan, ia bukan pilihan yang harus dipilih tapi ia adalah fitrah yang harus diperjuangkan.
sudahkah aku bersyukur hari ini?

Komentar
Posting Komentar