Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

BERLOMBA DENGAN USIA

 Entah, usia siapa dulu yang akan mencapai garis finishnya...  Logika menyampaikan bahwa usia orangtualah yang sekiranya sampai pada garis finishnya lebih dulu, lantaran jatah hidupnya sudah lebih banyak digunakan... Sedangkan aku, baru menuju 30 tahun jatah hidupku kugunakan...  Tapi lagi-lagi takdir sungguh tertutup tabir, tak ada yang benar-benar bisa menggunakan logikanya, sehebat apapun ia...  Bersabarlah, terlepas takdir siapa yang akan sampai lebih dulu, maka gunakan waktu, harta dan apapun yang kita punya hari ini untuk saling menopang agar tidak ambruk di tengah jalan...  Mungkin jalannya masih panjang dan pastikan kita tetap beriringan dalam setiap keadaan...  Mintalah terus pada Sang Maha Menyutradarai hidup ini, mohon agar kau senantiasa diberikan kelonggaran waktu, hati, tenaga, pikiran dan harta agar dapat diamanahi membantu orang-orang terdekatmu...  Agar ketika kau sampai di garis finishmu, kamu dapat berkata pada Rabbmu " Ya Rabb, amal...