Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Merawat Cinta dengan Hadiah

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ ، وتَهَادَوْا تَحَابُّوا ، وَتَذْهَبُ الشَحْنَاءُ “ Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian .” (HR. Malik). Sebenarnya bukan hal pertama yg Nisa dan Riska lakuin, memberi hadiah, hanya saja sepertinya baru kali ini disertai tulisan singkat ucapan selamat. Sebagai salah satu orang yang love languagenya adalah positive afirmation, ini si ngena banget, sederhana tapi dalem eaa. Hadiah memang selalu ampuh meningkatkan rasa kasih sayang diantara persaudaraan beberapa orang. Jadi inget, zaman SMA kita berempat sama asti seniat itu buat saling ngasih hadiah di hari kelahiran masing-masing. Emang sengajay dijadwal dan berkomitmen untuk saling memberi hadiah. Kala itu ya emang belum paham tentang hadits di atas, t...

Untuk Cicay

Entah kenapa begitu sulit memberimu semangat secara langsung, karena aku merasa kini kita sedikit jauh. Bukan karena jarak, sungguh jarak rumah kita tak berjauhan, namun aku khawatir justru hati kita yang mulai berjarak. Aku kembali sungkan, seperti awal ketika kita mulai bersama kembali selepas kuliah. Kusadari semua memang perkara komunikasi dan pertemuan yang tak lancar. Sebenarnya aku cemburu, jika kerap kali kamu dekat dengan teman"mu, tapi akupun sadar bahwa aku tak mampu memberikan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Kini saat wabah COVID-19, aku tahu kamu begitu lelah. Sebagai orang yang beramanah di ruang-ruang laboratorium kesehatan, pasti energimu terkuras begitu banyak. Tapi maaf, jika akhirnya aku terlihat seperti tidak peduli. Aku hanya tidak berani mengganggu waktumu. Aku khawatir hadirku saat ini belum diperlukan. Terlepas dari itu semua, biarkan do'aku senantiasa membersamai perjuanganmu, biarkan rasa sayangku membasuh setiap peluhmu. Kuharap kamu sel...

JURNAL GURU: Merawat Hubungan Baik dengan Wali Murid

Guru adalah partner orangtua dalam mendidik anak. Sejatinya amanah utama mendidik anak memang ada pada orangtua, namun dengan beberapa kondisi dan pertimbangan sekolah formal menjadi salah satu pilihan para orangtua untuk mendelegasikan tugas mendidik itu kepada sekolah. Namun dengan pendelegasian tersebut, tak serta merta 100% membuat orangtua lepas tangan begitu saja. Peran home education juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Sebagai partner sudah barang tentu harus menjalin komunikasi yang baik, agar terciptanya hubungan yang baik antara orangtua, guru dan sekolah tentunya sebagai instansi yang menaunginya baik saat sekolah berlangsung maupun saat libur. Libur hari raya Idul Fitri telah tiba, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bahkan sebentar lagi akan masuk pada Penilaian Akhir Tahun. Saya suka menulis sesuatu dan mengirimkannya pada orang-orang tertentu, dan kali ini saya menulis sebuah pesan whatsapp kepada para Bunda dari anak didik saya: Assalamu...

JURNAL GURU: Terlewat

Pernah mungkin saking banyaknya amanah, ada hal yang terlewat. Mengira bahwa semua dalam kondisi baik, karena demikian yang nampak di permukaan. Sesuatu yang terlewat itu tak disengaja, namun membuat dampak merenggangnya hubungan baik yang selama ini terjalin. Suatu hari nenek dari muridku berpulang ke rahmatullah (Allahumma yarham), lalu sesuatu yg sederhana terlewat, sekadar mendo'akan dan mengumumkannya di grup besar, hal itu terlewat tanpa sengaja. Suatu hari orangtua murid sakit, lalu karena tak sampainya info, tak sengaja kami tak menjenguk. Terkadang atau mungkin sering, sifat manusia biasa erat melelekat pada diri, lupa untuk sekadar menanyakan kabar atau mendoakan dengan sepengetahuan yang bersangkutan, terlepas dari do'a yang senantiasa kita panjatkan secara diam-diam dengan harap Allah lebih cepat mengabulkan karena langsung di Aamiinkan malaikatNya. Sesuatu yang terlewat tanpa sengaja itu, semoga dapat diperbaiki walau mungkin hasilnya tak sempurna sebelumnya....

Memahami Kehidupan

Kita tidak pernah benar-benar memahami hati setiap manusia, jangankan mereka hati yg ada pada diri saja terkadang lupa didengarkan, alpa untuk dipastikan masih peka terhadap kebaikan dan sensitif terhadap hal sebaliknya. Kita tidak pernah benar-benar tahu hati setiap orang di sekeliling kita, tersebab seringnya setiap luka mampu ditutupi dengan senyuman, karena seringkali manusia memang begitu lihai menyembunyikan perasaannya. Kita begitu memahami, begitu mengenal diri sendiri. Betapa banyak hal-hal yang kita saksikan atas diri. Kita tahu seberapa besar kapasitas diri, seberapa banyak kesalahan diri yang hingga kini masih Allah jaga, agar tak satupun makhluknya yg lain yang Dia biarkan nengetahui. Berbahagialah, karena Allah masih memilih kita untuk berada dalam kebaikan. Bersenanglah kita untuk terus istiqomah dalam kemaslahatan dan bersedih serta berlepas diri dari kemudharatan. Sungguh dalam hidup, lebih banyak Allah karuaniakan hal baik, dan hanya sedikit sekali Allah uji d...

Sharing is Caring

Sharing is caring, begitu kalimat yang sering berseliweran. 2 pekan berturut-turut diminta sharing ke teman-teman mahasiswa dan juga instruktur KAMMI. Saya ini dari dulu paling gabisa kalau sharing materi tertentu di hadapan teman sebaya, entah selalu saja demam panggung, bisa berhari-hari saya kepikiran dan terus deg-degan sampe tiba waktunya diskusi, mungkin karena saya emang aslinya gak terlalu menyukai kegiatan ini, saya lebih suka menjadi audience hehe.. Tapi mau gimana lagi, bimsillah saja insyaAllah diniatkan belajar. Momen kajian Foksi adalah saling menyemangati mempersiapakan ramadhan. Rasanya bukan seperti memberi materi untuk teman-teman, justru saya tengah menyemangati dan menasehati diri sendiri. Momen halaqoh instruktur adalah momen saya untuk mengulang, mereview dan juga mengambil banyak pelajaran dari teman-teman di diskusi HI pekan lalu. Sejauh ini, pendidikan pedagogik lebih saya sukai, entah karena memang keseharian saya bersama anak-anak usia sekolah, atau karen...

JURNAL GURU: Wali Murid dan Guru yang Saling Menyayangi

Hampir dua tahun menjalani amanah sebagai wali kelas anak-anak putri angkatan pertama. Semakin kesini semakin ngerasa bahwa kasih sayang kami like a family sungguh dalam ya. Walaupun gak selalu ketemu tapi komunikasi terus tersambung. Kalau di berita suka liat ada konflik antara guru dan orangtua, alhamdulillah atas izin dan nikmat Allah, hingga kini kami harmonis. Wali murid kelas saya sangat baik, dan perhatian, sesekali mereka memberikan kritik dan masukan atau sekadar mencurahkan rasa, namun semua itu membuat hubungan kami menjadi semakin baik. Kami saling berbagi peran membersamai ananda menjalani masa-masa SMP ini. Sungguh kalau bukan nikmat Allah, lantas mau dinamakan apalagi hal ini? Betapa setiap kebaikan dalam hidup adalah rezeki yang Allah karuniakan. Nikmat saling menyayangi adalah hal yang wajib disyukuri, bahwa Allah menghendaki kebaikan dan kedamaian dalam hidup kita dengan anugerah kasih sayang. Allah yang menjadikan rasa kasih sayang itu hadir, maka tugas kitalah me...