Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

KETIKA TIBA HARINYA

Awalnya aku dan kamu meragu, bahkan hingga hari ini tiba kita masih sangsi apa benar aku dan kamu akan menjadi kita? Apa benar aku adalah penyempurnamu dan kamu adalah penyempurnaku? Bermodal kemantapan hati atas istikhatah pada sang pemilik hati, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan langkah.. Langkah yang akan menepis keraguan, walau hingga hari ini keraguan masih menggelayuti, bahkan di detik terakhir ketika prosesi penyerahan dan penerimaan tanggungjawab dari ayahku kepadamu yang sakral itu berlangsung.. Namun itu adalan prinsip yang kita jaga, bahwa tak ada hak dan kewajiban untuk mencinta hingga para saksi menyatakan sah pertemuan kita.. Hingga Arsy Allah bergetar atas Ijab-Qabul yang baru saja terjadi.. Sejarah emas dalam kehidupanmu dan kehidupanku Setelah sekian lama mempersiapkan pertemuan, hari ini pertemuan itu telah disaksikan oleh penduduk langit dan bumi.. Dengan kicauan burung dipagi hari, menambah syahdu pertemuan kita ini.. Aku masih termenung, menun...

MEMPERSIAPKAN PERTEMUAN

Selayaknya perjalanan yang harus disiapkan segala sesuatunya, maka pertemuan kita pun harus dengan persiapan yang cukup dan bukan ala kadarnya. Karena pertemuan kita akan berlanjut pada perjalanan yang tak berkesudahan. Aku disini dengan mimpi-mimpi yang kugantungkan pada bintang-bintang dilangit. Dan dirimu disana juga dengan mimpi yang begitu hebat dan rupawannya. Maka mari persiapkan diri, saat kita bertemu nanti pastikan bahwa kita telah siap untuk menyatukan mimpi-mimpi kita. Maka tidak harus ada diri yang merintih lantaran harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Coba kita lihat-lihat lagi kertas-kertas lusuh yang penuh dengan coretan mimpi kita itu, beberapa mimpi yang kita tuliskan mungkin ada yang sama dan juga ada yang berbeda sudah tentu. Maka mari kita satukan ia menjadi mimpi bersama, bukan tentang mimpimu dan bukan tentang mimpiku ataupun mimpi kita masing masing, ini adalah tentang mimpi kita berdua. Kesendirianmu dan kesendirianku saat ini, jadikanlah sarana meraih keba...

JIKA TAK KUAT SENDIRI MAKA JANGAN MENCOBA UNTUK LARI

Selayaknya Musa sang Nabi Allah yang ditemani Harun Saudaranya.. Begitu beratnya perjuangan, tak membuatnya menyerah dan memilih pergi.. Ia hanya meminta kepada Rabbnya untuk diberikan penguat, dikirimkan seorang teman yang membantunya dalam memperjuangkan kebaikan tegak di muka bumi ini.. Maka memilih menyerah ketika lelah, bukanlah keputusan yang tepat. Mengapa tidak mencari teman seperjuangan? Mungkin kita memang kuat, tapi sekuat apa kita jika sendiri? Memilih pergi tak akan membuat kita berprestasi, justru ketertautan hati akan mati. Bukankah dengan bersaudara maka semua akan lebih indah? Manusia memang setidak sempurna itu, karena yang Maha sempurna hanyalah Rabb pemilik langit dan bumi beserta seluruh isinya. Namun apa salahnya mempersembahkan yang terbaik yang kita mampu. Kembalilah pada lingkaran ini, wahai hati yang mulai kerontang, kamu hanya butuh melihat senyum saudaramu, bercengkrama dengan mereka dan saling menguatkan satu sama lain. Jangan memilih untuk berlar...

SALING MELENGKAPI

Biarkan takdir yang akan menyatukan kita dalam sebuah pertemuan yang tidak akan rela untuk kita lupakan. Saat itu engkau berjabatan tangan dengan Ayahku, dan aku menunggu di balik tirai dengan penuh do'a. Do'aku pada Tuhanku setiap harinya agar mempertemukan kita dalam keadaan kita telah siap. Siap untuk saling mencintai karenaNya, yang denganku engkau lebih mencintaiNya dan denganmu akupun lebih mencintaiNya. Kita dipersatukan atas ketidaksempurnaan, maka masing-masing diantara kita menjadi penyempurna agama satu sama lain. Jika saja dalam perjalanan waktu justru kedekatan kita pada Sang Maha Cinta memburuk, maka saat itu kita harus mengevaluasi diri. Hati yanh dipersatukan atas cinta pada Rabbnya tidak akan berdusta dengan perlahan pergi meninggalkan Rabbnya dan asik dalam kefanaan dunia. Di saat ini, kita sudah bersama dalam sebuah ikatan suci yang tak hanya mengikat aku dan dirimu. Tapi ikatan ini, ikatan yang juha mengikat keluarga besarmu dan keluarga besarku. Maka ...

(TIDAK) INGIN JADI PNS

Sedang ramai pendaftaran CPNS sebulanan ini, dari beberapa informasi di grup Saya tahu bahwa semalam hari terakhir pengunduhan kartu peserta tes yang paling update. Sejak awal pembukaan pendaftaran, bebedapa orang baik memotivasi Saya untuk mencoba mendaftarkan diri. Mulai dari Orangtua, Paman, dan sahabat. "Masih belum pengen", begitu jawab saya singkat. Sejak lulus kuliah dan bahkan sejak kuliah Saya tidak ada cita-cita atau mimpi ke arah sana. Secara halus Saya sampaikan kepada kedua orangtua Saya tentang alasan yang melatarbelakangi saya masih enggan mendaftarkan diri dan tentang mimpi-mimpi Saya. Karena membangun komunikasi yang baik kepada kedua orangtua adalah hal yang penting, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan saling menyalahkan hingga berujung penyesalan dikemudian hari. Saya adalah pribadi yang tidak begitu suka dengan sesuatu hal yang mengikat, dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS nantinya saya khawatir  kedepannya Saya hanya akan mematikan...

NGEDROP

Semalam, pertamakalinya s Saya panik dengan diri Saya sendiri. Sebulanan ini aktivitas memang begitu padat, alhamdulillah sepulang mengajar SMP langsung mengajar ngaji anak-anak di salah satu perumahan tidak jauh dari rumah. Selesai itu istirahat sebentar dan dilanjutkan dengan Mengajar ngaji di Rumah Qur'an yang sedang saya Rintis di Musholah depan rumah. Alhamdulillah, Allah masih beri kesempatan untuk Saya bisa mengamalkan ilmu. Malam tadi, tidak seperti biasanya. Kepala Saya memang agak pusing sejak pagi di sekolah, biasanya langsung hilang kalau dibawa istirahat tidur siang. Tapi hari kemarin agak berbeda, dan puncaknya setelah Saya selesai mengajar ngaji di Rumah Qur'an Nurul Falah, Saya seperti melayang. Badan bisa digerakkan seperti biasa, tapi seperti melayang dan tidak merasakan apapun hampir mati rasa atau baal. Saya sudah siap untuk berangkat ke tempat Dauroh Marhalah 1 di bantar Gebang. Tapi, setelah pamit ke Ibu, Saya sempat konsultasi ke Cici dan Liya tentan...

MENGENAL DELAPAN PERMATA

Pengalaman sebagai orang yang pernah bergelut dibidang kaderisasi membuat Saya sangat beruntung, karena kini kepayahan-kepayahan yang dulu Saya coba bersabar atasnya kini menjadi sebuah panduan yang begiru bernilai. Saya belajar banyak dari Arif tentang bagaimana ilmu "design thinking", membuat sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan mencarikan solusi setiap ada permasalahan. Bukan memaksakan sebuah program tanpa berpikir apakah akan sesuai atau tidakm bukan mengutuki permasalahn dan enggan memberikan solusi. Walau sampai sekarang Saya pun masih belajar, tapi setidaknya ada hal yang menjadi panduan untuk Saya bergerak. Sejak diamanahi menjadi seorang wali kelas, Saya mencoba berpikir bagaimana caranya menjadi Fasilitator yang baik untuk anak-anak didik Saya. Tahun ini saya dihadiahi delapan murid perempuan di kelas akhwat. Mereka adalah Bunga, Sakura, Tulip, Lily, Teratai , Mawar, Melati dan Matahari. Hal yang pertama kali Saya lakukan adalah membangun kedekatan, sej...

Dan Akupun Menjadi Guru..

Dan Akupun menjadi guru.. Menjadi salah satu dari Sarjana Perikanan yang mendidikasikan diri di bidang pendidikan, ya pada akhirnya Aku memilih jalan ini. Lebih dari sekedar memilih, Aku yakin bahwa ini adalah jalan yang Allah pilihkan untukku. Seperti kebanyakan orang yang dilema saat lulus kuliah, idealisme bekerja di bidang yang linier atau mewujudkan mimpi-mimpinya dengan bekerja yang jauh dari bidang studinya, dan Akupun pernah pada tahap itu. Aku pernah berikhtiar mencari pekerjaan dibidang perikanan, tapi entah justru begitu banyak kekhwatiran yang menyapaku. Aku sudah bekerja di Sekolah dengan menjadi staff keuangan, namun aku juga masih beriktiar mengejar idealismeku untuk bisa bekerja di bidang perikanan. "Sayang", pikir orang-orang dan juga sedikit hati kecilku. Kuliah empat tahun, lalu ilmuku tak termanfaatkan. Hingga pada akhirnya aku memilih diam, menurunkan ego dan mencoba berdamai dengan diriku. Kumintakan lagi fatwa pada hatiku, apakah yang sebenar...

BELAJAR DARI PERTANDINGAN BOLA

Pagi sampai siang hari tadi saya terhanyut menonton pertandingan futsal di sekolah, salah satu rangkaian acara Festival di sekolah. Pertandingan demi pertandingan berlangsung dan saya asyik menyaksikannya sembari membaca buku, walau sesekali saya bingung mau fokus membaca atau menonton. Tiba saatnya pertandingan final untuk merebutkan gelar juara, saya pun mendekat dan duduk di kursi panitia. Saya mengamati dari dekat para pemain dan juga pelatihnya, malah sesekali saya terfokus kepada para pelatihnya dengan arahan-arahan kepada para pemain. Goal demi goal dicetak oleh masing-masing tim. Yang menarik adalah setelah set 1 selesai, saat para pemain mulai emosional dalam bermain, ada dua perbedaan yang sangat jelas pada kedua pelatih di masing-masing tim. Pelatih Tim B memberikan arahan kepada para pemain, tapi tidak menyamakan suhu setiap pemain sehingga emosi pemain yang suhunya mulai panas tidak diredam. Sedangkan Pelatih Tim B, memotivasi para pemain dengan lembut dan sedikitp...