Awalnya aku dan kamu meragu, bahkan hingga hari ini tiba kita masih sangsi apa benar aku dan kamu akan menjadi kita? Apa benar aku adalah penyempurnamu dan kamu adalah penyempurnaku? Bermodal kemantapan hati atas istikhatah pada sang pemilik hati, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan langkah.. Langkah yang akan menepis keraguan, walau hingga hari ini keraguan masih menggelayuti, bahkan di detik terakhir ketika prosesi penyerahan dan penerimaan tanggungjawab dari ayahku kepadamu yang sakral itu berlangsung.. Namun itu adalan prinsip yang kita jaga, bahwa tak ada hak dan kewajiban untuk mencinta hingga para saksi menyatakan sah pertemuan kita.. Hingga Arsy Allah bergetar atas Ijab-Qabul yang baru saja terjadi.. Sejarah emas dalam kehidupanmu dan kehidupanku Setelah sekian lama mempersiapkan pertemuan, hari ini pertemuan itu telah disaksikan oleh penduduk langit dan bumi.. Dengan kicauan burung dipagi hari, menambah syahdu pertemuan kita ini.. Aku masih termenung, menun...
wa anfiquu fii sabilillah