Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Anugerah yang Indah

Alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimus shalihat atas nikmat diberikan keluarga yang baik dan menerima apa adanya. Ayah dan Ibu mertua yang tulus menyayangi, suami yang tulus mencintai.. Siapa sangka, dua orang asing yang belum saling mengenal, kini dijadikan Allah terjalin dalam sebuah ikatan keluarga, gang disahkan secara hukum.

Menikah dengan Orang yang Belum Dicinta

Walau banyak yang menikah dengan alasan karena cinta.. Justru aku memutuskan untuk menikah dengan komitmen, tidak menaruh rasa terlebih dahulu.. Sebab, soal rasa Rabbku Maha Berkehendak menitipkan nya pada hati setiap Hambanya Sungguh banyak kebaikan jika benar-benar diseriusi untuk disyukuri dalam pernikahan yang belum didahului rasa cinta ini.. Ternyata begini rasanya, bersama dengan seorang lelaki asing yang kini telah halal bersama Ternyata begini rasanya, menjadi seorang istri dari lelaki yang belum pernah dikenal dekat sebelumnya MasyaAllah, alhamdulillah 'ala bini'matihi tatimush shalihat

Jaga Hatimu

 Apa yang kita lakukan saat ini adalah upaya untuk mempersiapkan jawaban saat masa pertanggungjawaban nanti. Jika sadar, semua akan dihisab, lantas mengapa masih saja lalai? Tidak usah terlalu sibuk memikirkan apa aayang akan terjadi di depan, atau memperturuti hawa nafsu untuk berprasangka tidak baik akan takdir Allah. Sebab, takdir Allah selalu yang terbaik. Sebagaimana Allah telah menyelamatkanmu dari lembah yang gelap,  Allah pasti akan menuntunmu untuk menyusuri setiap jalan yang engkau lalui. Tugasmu hanya memastikan, apakah engkau masih berada di jalan yang tepat atau tidak. Jika kau sadar jalanmu mulai berbelok arah, ayo segera putar kemudimu menuju jalan yang sebenarnya.  Jaga hatimu agar tak terus-terusan dikuasai oleh rasa was-was yang dibisika syaithan, jaga hatimu agar tak memperturuti hawa nafsu yang merusak. Mohonlah selalu pada RabbMu agar engkau senantiasa dibimbing menuju jalan lurusNya... Dan juga mohon penjagaan atas dirimu pada RabbMu yang Maha Segala...

BUNSAY: Pantulan Warna Komunikasi Produktif

 MasyaAlah tabarakallah bisa melalui tantangan komprod zona 1 ini, walaupun dalam perjalanannya ternyata ada juga kelupaan ngepost tugas sampai kelupaan submit di hari terakhir tantangan. Ternyata bener emang komunikasi itu butuh ilmu. Selama ini ngerasa banget jarang ngorbrol sama keluarga, paling pulang aktivitas di luar nyampe rumah ya sekedar tegur sapa sebentar trus masuk kamar buat istirahat, jarang bisa mengatur waktu yang memang khusus disediakan untuk ngobrol sama anggota kelarga, khususnya ngobrol santai untuk meningkatkan bonding. Di tantangan ini agak bingung sebenarnya menentukan topik, akhirnya beberapa waktu ya mengalir ajah sesuai dengan kebutuhan di hari itu keluarga lagi mau bahas apa. Di petengahan jalan malah bingung mau ngapain karena kehabsan topik, terus lagi padet padetnya aktivitas akhirnya memutuskan untuk berbicara ke dalam diri. Mengapresiasi diri, memaklumi kondisi yang ada, biar gak kehabisan energi. Akhirnya aku menikmati waktu-waktu ngobrol sama angg...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-15

 Temuan hari ini: Seharian ngobrolin konsep sama ibu, ngelanjutin bahasan kemarin sama ibu. Segala hal yang harus disampein ke ayah, aku minta ibu buat perantarain biar lebih enak. Alhamdulillah sejauh ini, konsep sudah ada dan ayah-ibu bisa sejalan. Tantangan yang dihadapi: Mencari cara agar komunikasi ke ayah tetep jalan, tapi melalui perantara. Poin komunikasi: Intonasi✅ Eye contact✅ Gesture✅ I'm responsible for my communication result✅ Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-14

 Temuan hari ini: Sore hari Bu, ini ada titipan konsep. InsyaAllah untuk beberapa kebutuhan akan diakomodir sama beliau. Kita tinggal nyiapin hal-hal lain. Untuk hiburannya, konsepnya di mix ajah bu." Begitu apa adanya yang kusampaikan pada ibu. Ibu pun mengiyakan, dan mengerti. Alhamdulillah Malem hari Aku: Bu, ayah kerja apa? Ibu: kerja siang. Aku: Kataya mau bahas ngelanjutin kemarin? Ibu: apa? Aku: ngebahas tanggal bu Ibu: oiya, ayahnya belom juga nanya ke cang haji hajatannya kapan. Aku: Iya bu, waktu kan terus jalan, tar tau tau udah deket waktunya jadi grabak-grubuk. Lagi jadi alarm buat beberapa kegiatan persiapan ini, biar gak kelewat. Tantangan yang dihadapi: Meluluhkan hati ibu buat gak pake konsep yg kurang sreg di hatiku. Poin komunikasi: Intonasi ✅ Eye contact ✅ Gesture ✅ Rencana besok: Ngobrol santai Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-13

 Temuan hari ini: Selama tantangan komunikasi produktif ini, hampir semua momennya ya tentang proses persiapan. Karena di setiap harinya, topik pembahasannya hanya ini setiap ngobrol sama ayah ibu. Tadi sepulang sekolah (ngajar), ayah ibu lagi duduk santai berdua di kursi depan rumah. Ya kursi tamu di rumah memang adanya di luar, di dalem kosong. Akhirnya kuberanikan diri untuk bilang, bahwa aku hanya sanggup menabung sampai sekian dalam beberapa bulan kedepan. Itu hitungan matematis sebagai manusia, hitungan Allah kita gapernah tau. Terlahir, tumbuh dan besar di keluarga betawi yang menjadi tokoh masyarakat memang nikmat yang masyaAllah patut disyukuri. Memiliki orangtua yang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk anak-anaknya, menjalankan tradisi adat budaya setempat, menjaga nama baik keluarga, semua itu adalah amanah yang Allah sedang percayakan. Aku juga inginnya bisa membahagiakan kedua orangtua dengan mewujudkan mimpi-mimpinya, namun saat ini semua harus memikirkan juga fa...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-12

 Temuan hari ini: Hari ini diskusi sama adik puspa, diskusi ringan untuk saling mengenal. Ini komunikasi kami yang kedua, setelah yang pertanya hanya sebentar. Kami cerita tentang aktivitas sehari-hari, kegemaran dan hal-hal laifnnya untuk saling mengenal. Saling menatap saat berbicara, melempar senyum dan tawa membuat diskusi kami menjadi lebih seru. Padahal baru kenal, seperti sudah kenal lama. Adik puspa pribadi yang ceria dan sangat terbuka dengan orang baru. Tantangan yang dihadapi: Fokus  Poin komunikasi: Eye contact ✅ Intonasi ✅ Gesture✅ Rencana besok: Diskusi dengan ayah ibu Bintangku hari ini: ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-11

 Temuan hari ini: Pagi tadi, sepulang aku ngaji. Ayah dan ibu lagi diskusi di dapur, aku sedikit menyimak lalu kemuadian nimbrung sembari membantu ibu memotong sayuran. Rupanya sedang membahas rencana pertemuan besok, ayah baru ajah pulang dari rumah abi, meminta saran katanya. Ayah ibu memang mempunyai keinganan besar untuk menjalankan semua acara adat di momen pernikahan anaknya, terutama ketika keduanya memang satu suku. Kami bertiga disksusi di dapur, karena diskusi di mana ajah kan yang penting ada goalnya. Aku coba menyampaikan hal-hal apa yang harus kusampaikan. Tentang memudahkan segala proses, tentang melakukan sesuatu berdasarkan kemampuan, tentang semua hal yang menjadi mimpiku sejak lama. Tantangan yang dihadapi: Berani mengungkapkan perasaan Poin komunikasi: Intonasi, gesture, pesan tersampaikan dengan jelas ✅ Bintangku hari ini:  ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-10

 Temuan hari ini: Hari ini seharian di rumah, lagi ngecharge energi setelah beberapa waktu lalu melalui hari-hari yang sangat produktif dan ini juga WFH terakhir. Seharian bareng ibu terus. Ngobrol-ngobrol ringan sesekali di tengah aktivitas. Seneng bisa nemenin ibu. Lewat tantangan ini, aku jadi belajar untuk selalu menyempatkan waktu untuk menyapa dan ngobrol sama anggota keluarga.  Tantangan yang dihadapi: Mencari momen yang pas Rencanaku esok hari: Membicarakan rencana pertemuan bersama ibu Bintangku hari ini:  ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-9

 Temua hari ini: Hari ini partnernya dede. Udah mepet malem, belum ada bahan kan. Qadarullah harus nemenin dede menyelesaikan PTS Praktek dari sekolah. Tugasnya menghafal icon di aplikasi gambar. Waktu udah dihafal, trus mau direkam aku minta dede buat ngucapin salam dulu. Eh dede gamau, akhirnya ngambek. Aku mencoba mencairkan suasana, dan mengontrol diri agar tetap ramah. Berbagai cara kulakukan untuk ngembaliin moodnya, mulai dari memberi pilihan, meminta maaf kalau bikin hatinya gak nyaman, sampai memeluknya. Eh kok gak berhasil. Akhirnya, aku bilang ke dede. Yaudah dede tenangin diri dulu, nanti kalau udah siap bilang ya, "ka tolong bantuin dede buat video PTS" atau dede bisa melanjutkan main kalau emang gamau ngerjain PTSnya. Akhirnya setelah beberapa waktu ada suara suara ketukan. Tapi dede gabilang minta tolong, mungkin aneh buat dede. Lalu aku tanyain lagi, dede udah siap? Atau belum hafal ya? Diapun mengangguk, ternyata dede belum hafal, jadilah kita menghafal bersa...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-8

 Temua hari ini: Berkomunikasi dengan diri sendiri. MasyaAllah tabarakallah hari ini ladang amal yang tersedia sangaaaat banyak. Allah Maha Baik, aku masih dikasih jalan untuk bisa beramal, semoga menjadi penggugur dosa-dosaku. Aku memutuskan untuk melakukan tantangan hari ini dengan diri sendiri. Dengan jadwal yang sangat pada itu, membuat aku harus mewaraskan diri. Hati-pikiran berlarian kesana kemari, kalut melanda. Ketika timbul rasa kurang nyaman itu, aku upayakan untuk diam lalu inhale exhale sampai tenang baru deh ngerjain kerjaan berikutnya...😊 alhamdulillah hari ini emang luar biasa sekali, alhamdulillah atas izin Allah semua amanah terselesaikan dengan baik. Terima. Kasih diriku yang telah berupaya dengan batas maksimal dirimu. Selamat istirahat. Tantangan yang dihadapi:  Menjaga diri tetap tenang di tengah padatnya ladang amal, mengafirmasi positif diri dan menyemangati diri, alhamdulillah semua bisa teratasi atas izin Allah. Poin komunikasi hari ini: Kata-kata yan...

BUNSAY: Komunikasi produktif Hari Ke-7

 Temuan hari ini: Hari ini, hari yang sangat padat. Pertama, kakak ipar lahiran anak kedua jadi semua sibuk menyambut. Kedua, hari ini hari lahirnya dede anak bungsu jadi harus memberikan perhatian juga biar gak cemburu karena semua orang excited nyambut baby boy. Aku berkomunikasi dengan dede hari ini karena ibu sedang sibuk ngurus keperluan kaka ipar dan babynya. Sepertinya dede kelihatan sedih, langsung saja aku bertanya tentang perasaanya saat itu. Dede pun mengungkapkan ingin kado, lalu kutanyakan ingin kado apa, awalnya ingin renang tapi kucoba tawarkan cari pilihan lain karena kondisi masih belum aman. Akhirnya dede minta makan di luar.  Akhirnya kami pun pergi makan di luar bersama-sama. Dede terlihat senang dan  saat aku konfirmasi, ternyata benar dede bilang kalau dia senang. Alhamdulillah selama menjalani tantangan beberapa hari ini, atas izin Allah emosiku masih terkontrol dengan baik, sehingga tidak memaksakan lawan bicara terhadap komunikasi yang aku lakukan...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-6

 Temuan hari ini: Hari ini gak ad jadwal ngajar, tapi qadarullah nganterin teteh ke RS. Jadilah ngobrol sama ibu intens. Tadi si seru ajah ngobrol santai gitu, sampai ketawa-tawa. Bahas hal-hal ringan, sambil sesekali aku nyelipin bahasan rencana kedepan. Tadi juga ngobrol sama ayah, dengan bahasan yang kurang lebih sama kayak ibu tadi. Semog hajat kami semua Allah lancarkan dan limpahkan keberkahan. Tantangan yang dihadapi: Mengontrol gesture saat ngobrol sama ibu dan ayah, biar gaada perasaan gak nyaman. Poin komunikasi produktif hari ini: Intonasi ✅ Choose the rigth time ✅ I'm responsible for my communication result✅ Rencanaku untuk esok hari: Coba diliat besok, karena situasi lagi gak biasa Bintangku hari ini ⭐⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-5

 Temuan hari ini: Hari ini masih sama kayak hari kemarin, sangat amat produktif. Kegiatan sekolah dan organisasi dari pagi sampai malam. Sempat meluangkan waktu untuk ngobrol sama ibu walaupun sebentar. Jadi aku khwatir banget, karena ibu masih kekeuh mau ikut wisata sama teman-teman ibu ke ciater. Aku khawatir kan dengan kondisi covid, kan juga lagi PSBB, ditambah ibu itu punya komorbid. Ya emang si kesehatan maut dan lainnya itu takdir Allah, tapi kan kita juga kudu usaha maksimal. Tapi komunikasiku hari ini gak clear, karena pake ngode ngode ajah. Aku canggung buat ngomong langsung, kalau aku pengennya ibu gak berangkat nanti. Tapi aku masih bisa ngontrol diri, aku sambung pembicaraan dengan topik lainnya. Biasanya si ibu suka masih mikirin. Coba ajah besok aku tanya lagi, berubah pikiran gak kira kira hehe. Tantangan yang dihadapi:  Meluangkan waktu untuk ngobrol santai, karena kegiatan padat sekali. Menahan rasa dan merendahkan suara. Poin komunikasi produktif hari ini: I...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-4

 Temuan hari ini: Hari ini masih sama kayak hari kemarin, sangat amat produktif. Kegiatan sekolah dari pagi sampai sore. Waktu pulang ke rumah, timingnya belum pas karena ibu lagi sibuk. Akhirnya setelah isya baru bisa nemenin ibu nonton TV, aku memulai dulu tanya-tanya rencana kegiatan ibu hari kamis nanti. Berharap ibu gajadi berangkat, tapi aku masih gak enak jadi gak clear deh.  Kami ngobrol kegiatan ibu seharian tadi, dan sedikit ngebahas perihal pribadiku. Tapi gabisa lama, karena harus ngehadirin acara workshop online.  Ibu juga tadi menasehati untuk tetap bersabar, dan tetap menjaga nama baik keluarga. Tantangan yang dihadapi:  Meluangkan waktu untuk ngobrol santai, karena kegiatan padat sekali. Poin komunikasi produktif hari ini: Intonasi ✅ Choose the rigth time ✅ Rencanaku untuk esok hari: Melakukan kegiatan bersama ibu. Bintangku hari ini ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-3

 Temuan hari ini: Hari ini aktivitas cukup padat di luar rumah, ngobrol sama ibunya jadi gak sepanjang hari sebelumnya.  Hari ini, aku lebih banyak mendengarkan ibu bercerita. Aku menanggapi dan menyimak dengan antusias. Kalau diperhatikan, ibu tuh seneng kalau ditemenin ngobrol. Hal yang baru aku sadari selama ini, karena biasanya kalau udah lelah aktivitas di luar aku memilih untuk istirahat sendirian. Mengembalikan energi yang berkurang banyak karena bertemu banyak orang. Tantangan yang dihadapi:  hari ini udah lelah, sebenarnya pengennya istirahat ajah dan gak ngobrol. Tapi akhirnya bergerak juga buat ngobrol santai sama ibu, biar bisa membantu ibu menyalurkan jatah kosa katanya dan bisa bermain bareng ibu. Poin komunikasi produktif hari ini: Intonasi ✅ Intensity of eye contact ✅ Choose the rigth time ✅ Rencanaku untuk esok hari Meminta nasihat dari ibu. Bintangku hari ini ⭐⭐⭐⭐

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-2

 *Temuan hari ini*: Hari ini menjalankan rencana komunikasi yang aku buat kemarin. Tapi, untuk games bahasa cinta belum terealisasikan karena hari ini aku harus ke sekolah jadi gak WFH, dan gabisa banyak waktu sama ibu. Tapi sebelum berangkat ke sekolah, tadi aku sempet ngobrol sama ibu yang kebetulan ada ayah juga. Misi hari ini aku memutuskan untuk membicarakan tentang rencana pernikahan. Aku: Yah, bu jadinya gimana? Mau tetep langsung walimah atau akad dulu? Ayah: emang dari sana udah ada kabar? Aku: belum si, tapi setidaknya kan kita punya ancang-ancang dulu yah. Ibu: ya kalau kata ibu mah, gapapa akad dulu nanti kalau walimahnya belakangan.  Ayah: ya gapapa, yang penting mah nanti uang belanjanya double. Hmm, deg aku mulai berdebar. Khawatir kalau standar ayah terlalu tinggi. Kucoba tepis rasa takutku dan mulai berbicara dengan selembut mungkin. Aku: iya yah, guru ipa bilang jangan sampe lebih dari 6 bulan prosesnya, terlalu lama. Yah, untuk mahar, barang bawaan dan uang ...

Pekerjaan Rumah yang Melelahkan namun Penuh Kemuliaan

 Pekerjaan rumah, kali ini bukan tentang PR dari sekolah atau tempat kerja. Kali ini adalah tentang pekerjaan mengurus rumah, ya pasti semua gak asing kalau membaca; cuci piring, cuci baju, memasak, mengepel, dan hal-hal lainnya seputar urusan rumah yang dikerjakan rutin setiap harinya. Tulisan ini sengaja ditulis, buat reminder kalau nanti lagi gak semangat melakukan amal kebaikan yang satu ini. Ya, betul amal kebaikan. Allah kasih hikmah dari beberapa waktu yang saya jalani akhir-akhir ini tanpa mesin cuci di rumah, ditambah masa PSBB kelima yang membuat saya menghabiskan banyak waktu lagi di rumah. Entah, kenapa kemarin-kemarin hal ini tidak terpikirkan, tapi aku yakin karena memang ini saatnya Allah memberikan hidayah kepadaku untuk memetik hikmah. Selama ini, perasaan males atau mager sering kali hadir menyergap tiap kali mau beberes atau merawat seisi rumah. Rupanya aku melupakan satu hal, kenapa aku males, padahal semua kegiatan itu mulia. Kok bisa mulia? ya gimana gak mulia...

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-1

Temuan hari ini: Momen #1 Aku: Bu, kalau masih PSBB orang-orang yang mau walimahan gimana bu? Ibu: ya berdoa ajah, semoga gak manjang.  Aku: Mending akad dulu kali, terus walimah terbatas. Terus resepsi gedenya belakangan. Ibu: Ya itu mah tinggal dimusyawarahin kedua belah pihak ajah. Trus ibu pergi ngeloyong. Karena dikira aku gak lagi ngomong serius. Dengan posisi aku duduk di kursi dan ibu baru pulang dari warung. Sebenernya aku pengen ngomong lebih banyak, tapi pesannya gak nyampe. Momen #2 Aku: Bu, kalau ada orang yang beli perabotan rumahnya gak banyak gapapa ya? Karena dia kan gasuka sama banyak barang, sukanya minimalis ajah. Ibu: Iya gapapa itu mah. Sama Kayaknya kalau lagi begini, kalau orang-orang mau nikah mending akad dulu ajah baru resepsi deh biar aman. Kalau masih kondisi begini mau ngundang saudara, sahabat juga bingung. Mending akad dulu dihadiri orang terbatas dari keluarga inti. Aku: Iya ya bu, walaupun jadi acara dua kali tapi insyaAllah lebih aman. Jadi ternya...

Aliran Rasa Pra Bunda Sayang Institut @ibu.profesional.official

Alhamdulillah empat pekan dan empat wahana sudah terlampaui, dengan naik turunnya semangat, dengan kebingungan mencerna maksud setiap wahana, dengan positive vibes yang disebarkan oleh tim balik layar maupun depan layar IIP dan teman-teman ibu pembelajar. Sebenarnya ini merefresh materi-materi dari kelas matrikulasi yang udah berlalu sekian lama, apalagi ada yg dari teman-teman matrikulasi batch 1 sampai 7 yang memang sangat butuh untuk me-recall. Awal awal main di istana pasir sampe ke diving alhamdulillah lancar, dengan hasil banyak tanya ke teman dan fasil, tapi ada yang kelewat ngumpulin pas wake boarding karena bener-bener lupa waktu deadlinennya. Dengan kegiatan yang emang lagi padet ditambah kurang fokus hiks. Tadinya mau selalu post jurnalnya di IG. Tapi akhirnya tengah jalan pindah haluan ke blog.  Ini baru miniatur perjuangan 13 bulan kedepan ya. Semangatnya dijaga, jangan kelewat kenceng larinya di awal, karena nafasnya kudu dijaga biar panjang. Nikmati hamparan pemandan...

Game Wahana Diving Pra Bunsay 6 IIP

 Diving? Soebuah aktivitas yang saya rindukan sejak lama. Saya suka, walaupun baru pertama kali waktu kuliah beneran diving di Bangsring Banyuwangi, pake alat dan di tempat yang sungguhan, walaupun juga dengan penuh drama hehe. Eh terus gimana bisa diving online di IIP kelas pra Bunsay ini?. Hari ini lagi jadi cinderella di game terakhir pra bunsay di pulau cahaya dari kemarin belum sempat atau lebih tepatnya belum meluangkan waktu khusus untuk fokus. Setelah menyimak ulang materi yang disampaikan oleh Mba Maria Ulfa guidetour di wahana diving, akhirnya saya mulai menulis jurnal ini. Mari menyelami lagi dirimu ini Syifa, seperti apa kamu itu? lalu seperti apa kamu saat ini di IIP? apa yang akan kamu perjuangkan ke depan? dan apa kesamaan dirimu dengan IIP? Sebenernya saya bukan tipe yang suka mengungkapkan seperti apa diri saya ini. Tapi ini juga penting untuk diungkap si. Syifa adalah seorang perempuan yang sangat perhatian dengan orang-orang terdekatnya, selalu mau belajar dan ka...

Game Wahana Wake Boarding Pra Bunsay IIP

Game ketiga di pulau cahaya, memanggil kembali materi-materi di kelas matrikulasi ya. Walaupun sudah pernah tapi seperti materi baru hehe. Kali ini dapet tantangan buat menyiapkan tali dan equipment pengaman untuk berada pada jalur game yang sesuai kebutuhan diri. Ayo coba merumuskan kembali tujuan kenapa mau kuliah lagi di Institut Ibu Profesional ini. Salah satu hal yang mendasari pastinya karena belajar itu emang kewajiban bagi manusia sampai waktunya di dunia habis. Di kelas Bunda Sayang ini, aku mau melanjutkan rencana belajar dari kelas Matrikulasi ya tentang Ilmu Pendidikan, karena Alhamdulillah di tahunn 2019 sampai 2020 pertengahan kemarin belajar tentang pendidikan diri sendiri, nah kali ini aku mau untuk mulai belajar pendidikan anak atau tarbiyatul aulad. Karena ilmu ini tentunya sangat sesuai dengan duniaku sebagai pendidik di sekolah menegah, dan sebagai bekal juga untuk kehidupan berkeluarga kedepannya. Aku ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mendidik ana...

Berlomba dengan Pikiran

Pernah ngerasa aktivitas sehari-hari biasa ajah tapi kok ngerasa cuapek banget? Waktu 24 jam sehari, eh tiba tiba udah mau ganti hari? Bisa jadi, pikiranmu berlari terlalu cepat, seolah dirimu tengah berlomba dengan pikiranmu sendiri yang terlampau cepat pacuannya. Ayo, mulai lagi berjalan beriringan.. imbangi pikiranmu dengan aktivitasmu. Berikan masing-masing haknya, baik nutrisi maupun apresiasi. Sebenarnya tak mengapa kalau sesekali pikiranmu melanglang buana, namun kalau setiap hari begitu, aku khawatir kamu akan terpeleset dan dijerumuskan syaithan untuk mendahului takdir Tuhan.
Biarkan aku berjalan sebagaimana biasanya. Semua hal yang terjadi, menjadi faktor pembentuk diriku, yang pasti berbeda dengan yang lainnya. Biarkan aku bersikap sebagaimana biasanya, sebab aku tahu hal-hal apa yang harus kujaga. Semua yang kulakukan, sudah tentu berbeda dengan yang lainnya. Sejak awal, semua hal terniatkan untuk mendapat ridha Allah. Biarkan saja upaya ini dijalankan sekuat kemampuan, karena jika ridho Allah tak didapatkan, untuk apa ini diperjuangkan. Krikil, mendung, hujan, terik, senantiasa menyertai perjaalanan. Semua hal itu, nyatanya membuat hari-hari lebih seru, lebih berwarna. Walau mungkin sebel menyergap sesaat, tapi ketika berupaya selalu ingat kepada Allah, semua akan baik-baik saja. Jika tidak berserah diri pada ketetapanNya, lantas mau apalagi? Sedangkan diri ini tahu jelas bahwa ia tak mampu melalukan apapun tanpa kehendakNya.

Nikmati

Ketika menuju tempat yang baru, kita tidak akan pernah benar-benar tahu bagaimana keadaannya sampai kita tiba di tempat tersebut. Mungkin baru sekedar gambaran saja dari cerita orang-orang yang pernah berada di tempat itu. Adapun bagaimana real medannya, mungkin saja bisa berbeda ketika kita yang melaluinya. Keindahan ataupun kesulitan yang tersajikan di tengah perjalanan mungkin beberapa saat membuat kita menghentikan langkah barang sejenak. Perhentian itu hanya sementara, karena ujungnya masih di depan sana. Akan lelah kalau kita hanya berpikir cepat sampai, namun melewati pemandangan atau proses perjalanannya. Semua yang indah akan tak berarti, semua yang sulit semakin membuat berat langkah. Kalau saja, kita nikmati setiap pohon yang berdiri dengan gagah, atau bunga bunga yang merekah dan mungkin awan yang melintas dengan cantiknya, mungkin syukur kita ketika tiba pada tempat tujuan akan semakin paripurna.

Terimakasih Ummi dan Abi

Sungguh sebuah anugerah, Allah hadirkan keduanya dalam hidup. Ummi-Abi adalah orang yang aku cintai dan sayangi seperti aku mencintai dan menyayangi Ayah-Ibu. Allah takdirkan keduanya menjadi ncang bagiku, tersambungkan nasab kami oleh kakek buyutku. Tahun demi tahun berganti, hingga tiba masa kelulusan kuliahku Allah takdirkan aku menjadi muridnya, dalam pertemuan-pertemuan pekanan. Tak pernah menyangka sebelumnya akan menjadi binaan dari ummi. Hingga hari demi hari kulalui bersamanya, aku menyadari akan kasih sayangnya yang begitu tulus. Yang menyayangi tanpa banyak kata, namun banyak hal yang dilakukan untukku. Perhatian, ilmu dan segala hal yang melengkapi dari proses pendidikan yang belum kudapatkan dari Ayah-Ibu. Semua kasih tampak semakin terlihat, setelah setahun kebelakangan dengan hal-hal yang tak mudah menghampiri hidupku. Keduanya selalu mengupayakan yang terbaik, bahkan tanpa aku minta. Keduanya senantiasa mengasihiku selayaknya Ayah-Ibu melakukannya. Bahkan un...

Untukmu yang Tengah Beramanah

Untukmu yang berupaya menjalankan tugasmu sebagai khalifah di bumi... Suatu hari, satu demi satu amanah akan datang kepadamu tanpa engkau minta, namun engkaupun tak bisa menolaknya. Amanah yang kelak engkau pertanggungjawabkan kepada Rabbmu yang telah memberikan amanah itu melalui orang-orang di sekitarmu. Saat itu, engkau mungkin bingung, dan bertanya padaNya, apa aku sanggup ya Rabb? Lalu engkaupun tersadar, bahwa Ia tak akan memberikan ujian di luar kesanggupanmu. Ya, karena bagimu amanah itu adalah ujian dalam hidupmu, yang akan membuatmu diridhoiNya atau sebaliknya. Yakinilah, bahwa engkau memang selamanya tak akan mampu membuat siapun 100% mendukungmu atau mengingatkanmu dikala kamu salah, karena memang hanya Allah satu-satunya Rabb yang mampu akan hal itu. Yakinilah, bahwa selama engkau menjalani amanah itu karena Allah, Ia pasti akan selalu bersamamu dan tak pernah meninggalkanmu. Sebab Rabbmu dekat, lebih dekat dari urat nadimu. Hatimu, memang hanya Rabbmu dan ...

Mungkin Ini Saatnya

Mungkin ini gak bisa juga menggambarkan sepersekian perasaan Rasul saat diminta Allah untuk mulai keluar menyeru kapada kaumnya.. Tapi yang harus mendekati sama adalah, yakin bahwa selalu ada Allah yang Maha Baik.. Gak kebayang juga kan, secampur aduk apa Rasul kala itu, tapi tentunya Allah senantiasa melapangkan dadanya sehingga dengan kemuliaan yang Allah anugerahkan kepadanya, kemudian ia pun memberanikan langkah untuk keluar dan menyeru kepada kebaikan yang hakiki..

Merawat Cinta dengan Hadiah

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ ، وتَهَادَوْا تَحَابُّوا ، وَتَذْهَبُ الشَحْنَاءُ “ Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian .” (HR. Malik). Sebenarnya bukan hal pertama yg Nisa dan Riska lakuin, memberi hadiah, hanya saja sepertinya baru kali ini disertai tulisan singkat ucapan selamat. Sebagai salah satu orang yang love languagenya adalah positive afirmation, ini si ngena banget, sederhana tapi dalem eaa. Hadiah memang selalu ampuh meningkatkan rasa kasih sayang diantara persaudaraan beberapa orang. Jadi inget, zaman SMA kita berempat sama asti seniat itu buat saling ngasih hadiah di hari kelahiran masing-masing. Emang sengajay dijadwal dan berkomitmen untuk saling memberi hadiah. Kala itu ya emang belum paham tentang hadits di atas, t...

Untuk Cicay

Entah kenapa begitu sulit memberimu semangat secara langsung, karena aku merasa kini kita sedikit jauh. Bukan karena jarak, sungguh jarak rumah kita tak berjauhan, namun aku khawatir justru hati kita yang mulai berjarak. Aku kembali sungkan, seperti awal ketika kita mulai bersama kembali selepas kuliah. Kusadari semua memang perkara komunikasi dan pertemuan yang tak lancar. Sebenarnya aku cemburu, jika kerap kali kamu dekat dengan teman"mu, tapi akupun sadar bahwa aku tak mampu memberikan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Kini saat wabah COVID-19, aku tahu kamu begitu lelah. Sebagai orang yang beramanah di ruang-ruang laboratorium kesehatan, pasti energimu terkuras begitu banyak. Tapi maaf, jika akhirnya aku terlihat seperti tidak peduli. Aku hanya tidak berani mengganggu waktumu. Aku khawatir hadirku saat ini belum diperlukan. Terlepas dari itu semua, biarkan do'aku senantiasa membersamai perjuanganmu, biarkan rasa sayangku membasuh setiap peluhmu. Kuharap kamu sel...

JURNAL GURU: Merawat Hubungan Baik dengan Wali Murid

Guru adalah partner orangtua dalam mendidik anak. Sejatinya amanah utama mendidik anak memang ada pada orangtua, namun dengan beberapa kondisi dan pertimbangan sekolah formal menjadi salah satu pilihan para orangtua untuk mendelegasikan tugas mendidik itu kepada sekolah. Namun dengan pendelegasian tersebut, tak serta merta 100% membuat orangtua lepas tangan begitu saja. Peran home education juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Sebagai partner sudah barang tentu harus menjalin komunikasi yang baik, agar terciptanya hubungan yang baik antara orangtua, guru dan sekolah tentunya sebagai instansi yang menaunginya baik saat sekolah berlangsung maupun saat libur. Libur hari raya Idul Fitri telah tiba, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bahkan sebentar lagi akan masuk pada Penilaian Akhir Tahun. Saya suka menulis sesuatu dan mengirimkannya pada orang-orang tertentu, dan kali ini saya menulis sebuah pesan whatsapp kepada para Bunda dari anak didik saya: Assalamu...

JURNAL GURU: Terlewat

Pernah mungkin saking banyaknya amanah, ada hal yang terlewat. Mengira bahwa semua dalam kondisi baik, karena demikian yang nampak di permukaan. Sesuatu yang terlewat itu tak disengaja, namun membuat dampak merenggangnya hubungan baik yang selama ini terjalin. Suatu hari nenek dari muridku berpulang ke rahmatullah (Allahumma yarham), lalu sesuatu yg sederhana terlewat, sekadar mendo'akan dan mengumumkannya di grup besar, hal itu terlewat tanpa sengaja. Suatu hari orangtua murid sakit, lalu karena tak sampainya info, tak sengaja kami tak menjenguk. Terkadang atau mungkin sering, sifat manusia biasa erat melelekat pada diri, lupa untuk sekadar menanyakan kabar atau mendoakan dengan sepengetahuan yang bersangkutan, terlepas dari do'a yang senantiasa kita panjatkan secara diam-diam dengan harap Allah lebih cepat mengabulkan karena langsung di Aamiinkan malaikatNya. Sesuatu yang terlewat tanpa sengaja itu, semoga dapat diperbaiki walau mungkin hasilnya tak sempurna sebelumnya....

Memahami Kehidupan

Kita tidak pernah benar-benar memahami hati setiap manusia, jangankan mereka hati yg ada pada diri saja terkadang lupa didengarkan, alpa untuk dipastikan masih peka terhadap kebaikan dan sensitif terhadap hal sebaliknya. Kita tidak pernah benar-benar tahu hati setiap orang di sekeliling kita, tersebab seringnya setiap luka mampu ditutupi dengan senyuman, karena seringkali manusia memang begitu lihai menyembunyikan perasaannya. Kita begitu memahami, begitu mengenal diri sendiri. Betapa banyak hal-hal yang kita saksikan atas diri. Kita tahu seberapa besar kapasitas diri, seberapa banyak kesalahan diri yang hingga kini masih Allah jaga, agar tak satupun makhluknya yg lain yang Dia biarkan nengetahui. Berbahagialah, karena Allah masih memilih kita untuk berada dalam kebaikan. Bersenanglah kita untuk terus istiqomah dalam kemaslahatan dan bersedih serta berlepas diri dari kemudharatan. Sungguh dalam hidup, lebih banyak Allah karuaniakan hal baik, dan hanya sedikit sekali Allah uji d...

Sharing is Caring

Sharing is caring, begitu kalimat yang sering berseliweran. 2 pekan berturut-turut diminta sharing ke teman-teman mahasiswa dan juga instruktur KAMMI. Saya ini dari dulu paling gabisa kalau sharing materi tertentu di hadapan teman sebaya, entah selalu saja demam panggung, bisa berhari-hari saya kepikiran dan terus deg-degan sampe tiba waktunya diskusi, mungkin karena saya emang aslinya gak terlalu menyukai kegiatan ini, saya lebih suka menjadi audience hehe.. Tapi mau gimana lagi, bimsillah saja insyaAllah diniatkan belajar. Momen kajian Foksi adalah saling menyemangati mempersiapakan ramadhan. Rasanya bukan seperti memberi materi untuk teman-teman, justru saya tengah menyemangati dan menasehati diri sendiri. Momen halaqoh instruktur adalah momen saya untuk mengulang, mereview dan juga mengambil banyak pelajaran dari teman-teman di diskusi HI pekan lalu. Sejauh ini, pendidikan pedagogik lebih saya sukai, entah karena memang keseharian saya bersama anak-anak usia sekolah, atau karen...

JURNAL GURU: Wali Murid dan Guru yang Saling Menyayangi

Hampir dua tahun menjalani amanah sebagai wali kelas anak-anak putri angkatan pertama. Semakin kesini semakin ngerasa bahwa kasih sayang kami like a family sungguh dalam ya. Walaupun gak selalu ketemu tapi komunikasi terus tersambung. Kalau di berita suka liat ada konflik antara guru dan orangtua, alhamdulillah atas izin dan nikmat Allah, hingga kini kami harmonis. Wali murid kelas saya sangat baik, dan perhatian, sesekali mereka memberikan kritik dan masukan atau sekadar mencurahkan rasa, namun semua itu membuat hubungan kami menjadi semakin baik. Kami saling berbagi peran membersamai ananda menjalani masa-masa SMP ini. Sungguh kalau bukan nikmat Allah, lantas mau dinamakan apalagi hal ini? Betapa setiap kebaikan dalam hidup adalah rezeki yang Allah karuniakan. Nikmat saling menyayangi adalah hal yang wajib disyukuri, bahwa Allah menghendaki kebaikan dan kedamaian dalam hidup kita dengan anugerah kasih sayang. Allah yang menjadikan rasa kasih sayang itu hadir, maka tugas kitalah me...

Lintasan Senja

Apapun yg terjadi dalam hidup pasti sudah Allah gariskan, tugasmu hanya berupaya terbaik menjalaninya. Menjadikannya sarana menggapai ridhoNya. Bahwa semoga setiap amal diterima, setiap usaha dinilai, setiap letih menjadi penggugur dosa. Bukankah al mautu fii sabiilillah adalah cita-citamu? Amanah datang seiring dengan bekal kemampuan yang Allah sertakan. Berdo'a dan terus yakinkan diri bahwa Allah akan bimbing, Allah akan tunjukkan jalan lurusNya. Jaga niatmu seiring ikhtiarmu menuntaskan setiap amanah yg datang. Tenanglah, karena jika hanya Allah tempatmu bergantung, engkau pasti akan baik-baik saja.

Memetik Hikmah di Balik Wabah

Sudah masuk hari ketiga work from home dan hari ke 10 untuk para siswa home learning. Lantas apa saja hikmah yang bisa dipetik? Bukankah hikmah itu seperti mutiara yang hilang bagi para mukminin dan mukminat? Dalam dunia pendidikan, Allah seperti sedang menunjukkan peran sejati para ibu untuk menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya, mengembalikan peran yang oleh sebagian ibu mungkin di delegasikan tersebab harus bekerja  atau berdakwah di ranah publik, sehingga seringkali kerinduan membersamai anak-anaknya senantiasa hadir. Hari ini, Allah balas kerinduan itu, dengan waktu yang lebih panjang. Kepada sang guru, orangtua maupun anak, Allah ajarkan cara baru untuk belajar, untuk membaca, bahwa belajar tak melulu soal kelas dan gedung sekolah. Bahwa sejatinya belajar di rumah dan dimanapun adalah keniscayaan bagi para pembelajar sejati. Dalam dunia pencarian nafkah, menjemput rezeki dari Allah. Tidak sedikit yang selama ini merasakan waktu berjalan begitu cepat, bahkan ...

JURNAL GURU: Covid-19 Mewabah, Bagaimana Guru dan Siswa Meyesuaikan Diri?

Akhir tahun 2019, di negeri Cina sana mewabah virus yang bernama Corona Virus Disease (COVID-19). Banyak orang-orang yang terjangkit lalu meninggal dan sebagian sembuh. Waktu terus belalu, virus tak kunjung berlalu. Di tahun 2020 ini, virus menjadi pandemi di seluruh dunia. Italy, sebuah negara besar bahkan sudah melakukan lockdown untuk menurunkan penyebaran virus ini. Lalu maret 2020, virus mulai masuk ke Indonesia, dan menurut beberapa ahli virus ini sudah bermutasi, yang awalnya penularannya melalui doplet kini nampaknya virus juga menyebar melalui airbone. Sebagian masyarakat panik. Tidak sedikit yang bahkan melakukan panic buying terhadap kebutuhan pokok, dan berdampak pada kelangkaan serta melonjaknya harga beberapa barang. Lalu sekitar 14 Maret, turunlah instruksi dari pemerintah daerah untuk meniadakan KBM di sekolah, dan harus dialihkan dengan kegiatan jarak jauh di rumah masing-masing. Sebagai orang-orang yang terdampak bagaimana lantas murid dan guru beradaptasi dengan ...

JURNAL GURU: Menjadi Teman Berbagi Cerita

Bulan februari hampir berakhir, cerita perjalanan dunia sekolah masih terus berjalan. Izinkan aku berkisah, kisah cerita di bulan februari. Menjadi guru SMP senang-senang susah, tapi senangnya lebih banyak insyaAllah. Membersamai peserta didik beradaptasi dengan masa pertumbuhannya, masa pubertas, masa menuju kedewasaan, walau kini anak SMP dikatakan remaja, tapi sejatinya mereka sudah mulai mengalami masa dewasa, masa pendewasaan. Mungkin fisik tidak begitu banyak bekerja, tapi perasaanlah yang dikuras habis, jika kita tak mampu mengelola rasa, tak mengenal seninya. Di tahun kedua ini, aku diamanahkan menjadi guru bidang studi IPA. Berbagai materi kami pelajari bersama, ya kami, aku dan teman belajarku (baca: peserta didik). Berbagi, transfer pengetahuan, dan berbagi kisah. Kelasku tak melulu soal buku dan materi pada buku. Beberapa kali malah kubiarkan buku kami tak terbuka dalam satu hari pelajaran, aku dan mereka yang menjadi kami menghabiskan jam pelajaran dengan bercerita, sa...

Kabar Banjir Part Sekian

Hari ini, pagi sekali sudah ramai informasi banjir di mana-mana. Sekitar jam 6 pagi saya keliling gang sampai ke belakang wilayah kavling pinggir kali, benar saja air sudah penuh, warga sudah mulai mengungsi. Sekolah-sekolah pun diliburkan karena akses menuju sekolah banjir dan sebagian tergenang air, walau sekolah tempat saya mengabdi tetap aman alhamdulillah. Teringat update-an story teman yang mengingatkan bahwa sebenarnya jumlah air itu selalu sama, hanya sekarang kondisi buminya yg sudah berbeda. Qadarullah, meyakini bahwa semuanya sudah Allah tentukan dan pasti atas izin Allah. Namun jika dipikir-pikir dan saya coba mengingat masa kecil saya, saat musim hujan memang terkadang banjir. Akses jalan juga memang terkadang terputus karena dilanda banjir. Ada benarnya, saat ini daerah resapan air semakin minim. Dulu kalau bajir sawah-sawah ikut banjir, tapi pemukiman warga bagian yang cukup tinggi tidak terdampak. Sekarang banyak orang yang terdampak karena areal persawahan yang dul...

JURNAL GURU: Membersamai Anak Mengelola Rasa

Pagi itu, awalnya semua terlihat baik-baik saja. Anak-anak terlihat riang seperti sebelumnya. Mereka belajar, bermain seperti hari-hari biasanya. Dasar perempuan memang pandai sekali menutupi masalah, seolah benar kondisi kelas memang sedang baik-baik saja. Sesekali saya melihat satu dua anak terlihat murung, tapi besok kembali ceria, ya begitu saja setiap harinya seperti sebelum-sebelumnya. Tapi pagi itu, sebuah pesan what's app masuk dari Bundanya Bunga. Menyampaikan permasalahan yang sama saat konsultasi akhir semester ganjil lalu. Kupikir ini biasa saja, toh anak-anak memang terlihat baik di sekolah. Tapi kali ini sepertinya membuat sang Ibu lebih emosional karena anaknya kerap murung setiap pulang sekolah, bahkan sering menangis. Dan kalau kondisi tidak membaik, beliau akan memboyong anaknya pindah ke sekolah lain. Cukup panjang pesannya, tapi begitu kurang lebih isi pesannya. Saya terdiam sejenak, menenangkan diri. Sebab lari dari masalah dengan berpindah sekolah tida...

JURNAL GURU: Permulaan

Perempuan dan perasaan adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Lalu bagaimana dengan anak didik yang mulai beranjak aqil baligh?. Apakah perjalanan kehidupannya dilingkungan sekolah akan mulus bebas hambatan ataukah sebaliknya, kehidupan yang penuh drama dengan diiringi gelak tawa dan derai tangis dalam waktu yang bergantian atau bersamaan?. Perjalanan di tahun kedua membersamai anak-anak dengan usia memasuki akil baligh membuat saya memiliki keinginan untuk mulai menuliskannya secara rutin. Agar dikemudian hari menjadi kenangan manis yang saya baca sendiri, atau siapapun yang membacanya untuk dapat diambil pelajarannya, jika ada. Dua tahun ini saya membersamai anak-anak perempuan di jenjang pendidikan menengah pertama atau SMP. Banyak hal mewarnai kehidupan saya pribadi, kadang emosional hingga terbawa perasaan dalam sisi kehidupan saya yang lainnya. Dan inilah, jurnal guru SMP dimulai, semoga istiqomah dalam perjalanannya.

Karena Allah Saja

Rencana-rencana telah tersusun.. Satu demi satu dalam lembaran yang rapih  Niat telah tersampaikan dan ikhtiar terus dijalankan Kita merencanakan, bukan karena hidup ini seutuhnya milik kita, bukan, bukan itu... Karena kita masih memiliki iman di dada yang yakin bahwa skenario hidup kita telah tertuliskan dengan rapih jauh sebelum kita dilahirkan.. Ini hanya ikhtiar merapihkan kehidupan yang jangan sampai tak tahu arah Agar jangan sampai melupakan bahwa ibadah adalah tujuan kita diciptakan.. Kita punya rencana, Allah punya rencana dan Allah lah saja sebaik-baik perencana.. Sungguh indah hidup ini, jika syukur dan sabar senantiasa menyertai.. menjadikan sebaik-baik tawakal pada puncak perjuangan menjalani setiap aktivitas kehidupan.. Tidak perlu risau, karena selama ada Allah, semua akan baik-baik saja..

Belajar Sepanjang Hayat

Alih-alih berbagi ilmu justru saya lah yang banyak menimba ilmu dari ibu-ibu pengajian Arafah ini. Belajar menjadi pendengar yang baik, belajar adab, belajar hal-hal yang lain yang juga begitu bermanfaat untuk kehidupan. Kamis malam, setiap dua pekan sekali Allah berikan nikmat bisa berkumpul dengan ibu-ibu hebat ini, ibu-ibu yang masih terus semangat berbagi. Malam ini berbagi kisah tentang banjir dan mengambil hikmah atasnya. Juga berusaha menjadi sebaik-baik perempuan, menjadi perempuan yang disayang Allah dengan dipersilahkan memasuki surga dengan melalui pintu manapun yang kita suka. Semoga semangat belajar dan mengamalkannya senantiasa terpatri dalam diri.

Orang Hebat Jalan Juangnya Gak Receh

Pernah gak si, liat temen atau saudara yang perjuangan hidupnya gak kaleng-kaleng?  Baru kelar satu ujian, eh besok denger lagi kabarnya dapet ujian yang gak kalah hebat. MasyaAllahnya dia masih kuat-kuat ajah gitu ngejalaninnya, padahal kita ajah mungkin udah meringis ngebayanginnya. Sungguh beruntung orang yang terpilih itu, yang Allah pilih buat melompat lebih tinggi, buat tumbuh lebih kuat. Coba ajah kita lihat nanti, kuyakin selama ia masih terus jalan di jalan kebenaran, kelak insyaAllah akan Allah jadikan orang yang hebat dan mengudara menebar manfaat. 

Sempat Terlintas

Benar adanya, bahwa lebih banyak berbicara ke dalam akan membuat diri membaik. Terkadang, dengan diam saja semua menjadi lebih ringan. Kau tahu, kelapangan hati adalah rezeki termahal yang pernah ada dalam hidup? Bukan kala diri meratapi alur skenario hidup, tapi menginsyafi atas semua nikmat yang tak sempat disyukuri saking banyaknya. Bukankah shalatmu hari ini pun adalah rezeki? Hidayah dariNya? Bahwa dirimu digerakkan untuk bersimpuh dihadapanNya, agar Ia menyayangimu dengan cara terbaikNya. Tanggapi setiap lintasan hati dan pikiranmu dengan kepekaan yang kamu punya, alarm-alarm kebaikan mungkin telah berdering namun riuhnya kadang tak terdengar bukaan karena ia berhenti berdering, namun tersebab banyaknya dosa yang menjadi penghalang..

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

Hikmah Berkunjung ke Rumah Kong Endang

Siang tadi, usai acara silaturahim/ ramah tamah di rumah Cing Uda. Aku, Cing Uda, Uwa Leni, Uwa Mameh dan Cing Zakiyah konvoi motoran ke rumah Kong Endang di Sukawangi, tidak jauh dari rumah kami. Terlihat sisa-sisa banjir di rumah warga sepanjang perjalanan tadi, masih ada yang barang-barangnya di luar rumah, masih juga ada yang ada lumpurnya, ada juga bengkel-bengkel motor yang kelimpahan berkah banyak yang ngantri servis, karena gak sedikit yang kendaraannya gabisa terselamatkan saat banjir. Kemaren, liat banjir segitu tingginya di sekitaran rumah ajah udah panik, pengennya taubat ajah gitu ya, eh gaada apa-apanya sama di Kong Endang ini, apalagi di Sukamekar kampung sebelahnya yang langganan kerendem banjir. Uwa Leha, istrinya kong Endang cerita, air udah seleher waktu Uwa Leha nyelametin surat-surat berharga dan lainnya. "Udah gak inget banyak hal, cuma keingetan nyelametin nyawa ajah, itu sawah di seberang sana, udah kayak lautan, ada riak riak ombaknya, arusnya ...

Sebuah Nasihat dari Mang Antang

Pagi tadi, saat membakar kertas-kertas yang tak lagi terpakai.  Mang Antang yang biasa mengantar air mineral Ke rumah, warga RT sebelah, teman Ayah sekaligus saudara jauh-jauh datang,  hendak mengambil uang tagihan air. Bertanya ihwal kuliahku di tanah rantau, "Alhamdulillah sudah selesai mang,  4 tahun,  sekarang sudah ngajar", begitu kujawab pertanyaannya. Lalu ibu keluar dari rumah. Sembari menerima uang dari ibu, Mang Antang sambil terus memberi  nasihat, sesekali memuji ibu yang katanya berhasil mendidikku hidup prihatin di tanah rantau. "Saya jadi inget ucapan si puloh (aka. Ustadz Saepuloh) dulu suka bangat ama sekolah,  emaknya udah nyuruh -nyuruh kerja, tetep bae sekolah ampe tinggi.  Eh malah bilang ilmu penting untuk disebarin biar banyak manfaaatnya, nanti dunia mah ngikutin, Eh bener bae ya sekarang mah kerjanya enak, PNS, ngajar di mana-mana". Aku terus mendengarkan ceritanya sambil sesekali tersenyum mengiyakan, begitupun dengan Ib...

Kerja Bhakti Paska Banjir

Pagi hari di hari kedua di tahun 2020 air sudah mulai surut, jalan raya sudah terlihat kembali,  dan pelataran rumah sudah mulai terlihat kembali karena semalam tertutup air.  Terlihat di kebun seberang rumah,  Nde Sarih dan anak-anaknya memanen caesim (sesim)  yang kemarin terendam banjir.  SubhanaAllah begini rasanya kebanjiran, benar-benar banyak pengalaman yang didapat.  Keluarga menjadi lebih erat, seperti ada family time gitu. Cing Aan, dan keluarga mamang Mbus nginep di rumah sejak kemarin sore. Kemarin, sampai pukul 24.00 saya terjaga dan air masih terus bertambah, lalu saya sudah terlelap setelahnya.  Sejak kemarin makan seadanya, karena tukang -tukang penjual makanan diserbu masyarakat yang juga sama tak bisa memasak seperti biasanya lantaran listrik padam dan mungkin gas habis. Siang hari mang novick datang, membawakan makan siang dan sembako. Air mulai surut, setelah makan kami bergegas ke rumah engkong untuk membersihkan...

Mengawali 2020 dengan Syukur

"Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat" kurasa do'a itu keluar dari Lisan setiap muslim saat hujan mulai mengguyur di sore hari menjelang pergantian tahun. Sebagian berharap hujan Ini menyurutkan niat orang-orang yang akan mengadakan perhelatan dengan hal-hal yang bukan kebaikan. Siapa mengira, hujan penuh rahmat ini Allah turunkan hingga keesokan harinya. Pagi hari berbagai laporan masuk, mengabarkan rumahnya dilanda banjir. Rumah-rumah tetangga yang biasanya tidak banjir kini kebanjiran. Kita tak tahu ini anugerah atau musibah,  tugas kita hanya berprasangka baik kepada Allah. Pasti ada kebaikan, pasti ada pelajaran yang ingin Allah sampaikan dengan caraNya yang  tersirat. Tidak sedikit yang menjadi lebih dekat dengan tetangganya dengan melakukan gotong royong menuntaskan sisa sisa barang berharga yang  terendam. Tidak sedikit juga yang menjadi lebih intens berkomunikasi dengan keluarganya dengan banjir yang melanda rumahnya. Tidak sedikit yang saling men...