Langsung ke konten utama

TETAP SEBARKAN KEBAIKAN

Berpindahnya kita dari satu tempat ke tempat yang lain
berhijrah dari kampung halaman ke tanau rantau
atau sebaliknya, pulang kampung dari tanah rantau ke kampung halaman
semoga kebaiakan yang pernah ada akan terus tersebar

Mungkin kita pernah berada pada masa di mana aktivitas kebaikan memadati dan mengisi seluruh waktu yang kita miliki, namun kini hadir saat di mana semua itu tak lagi ada dalam kehidupan. Mungkin intensitasnya yang sudah berubah lantaran kita berada di lingkungan yang baru, atau mungkin tak ada lagi aktivitas yang dulu kita anggap melelahkan dan menyebalkan itu mengisi kembali hari kita.
Jika saat ini aku dan kamu merasakannya maka yang harus dilakukan hanya untuk tetap sebarkan kebiakan, ya kebaikan sekecil apapun yang kita mampu. 

Jika saat kita berbuat baik selalu mendapat puji baik, maka tetap sebarkan kebaikan. Jika saat ini usaha sekeras apapun tak mendapatkan penghargaan manusia, maka tetap sebarkan kebiakan. Penilaian manusia bukan sesuatu yang harus kita pikirkan, karena penilaian Allah jauuuh lebih menentramkan dan tidak menilai manusia dengan sebelah mata.

Kalau saja Rasul kala diusir dari kampungnya lalu beliau berhenti menyebarkan kebaikan, maka sangat kecil kemungkinannya untuk kita merasakan indahnya berjuang dalam gerakan kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....