Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Berlomba dengan Pikiran

Pernah ngerasa aktivitas sehari-hari biasa ajah tapi kok ngerasa cuapek banget? Waktu 24 jam sehari, eh tiba tiba udah mau ganti hari? Bisa jadi, pikiranmu berlari terlalu cepat, seolah dirimu tengah berlomba dengan pikiranmu sendiri yang terlampau cepat pacuannya. Ayo, mulai lagi berjalan beriringan.. imbangi pikiranmu dengan aktivitasmu. Berikan masing-masing haknya, baik nutrisi maupun apresiasi. Sebenarnya tak mengapa kalau sesekali pikiranmu melanglang buana, namun kalau setiap hari begitu, aku khawatir kamu akan terpeleset dan dijerumuskan syaithan untuk mendahului takdir Tuhan.
Biarkan aku berjalan sebagaimana biasanya. Semua hal yang terjadi, menjadi faktor pembentuk diriku, yang pasti berbeda dengan yang lainnya. Biarkan aku bersikap sebagaimana biasanya, sebab aku tahu hal-hal apa yang harus kujaga. Semua yang kulakukan, sudah tentu berbeda dengan yang lainnya. Sejak awal, semua hal terniatkan untuk mendapat ridha Allah. Biarkan saja upaya ini dijalankan sekuat kemampuan, karena jika ridho Allah tak didapatkan, untuk apa ini diperjuangkan. Krikil, mendung, hujan, terik, senantiasa menyertai perjaalanan. Semua hal itu, nyatanya membuat hari-hari lebih seru, lebih berwarna. Walau mungkin sebel menyergap sesaat, tapi ketika berupaya selalu ingat kepada Allah, semua akan baik-baik saja. Jika tidak berserah diri pada ketetapanNya, lantas mau apalagi? Sedangkan diri ini tahu jelas bahwa ia tak mampu melalukan apapun tanpa kehendakNya.

Nikmati

Ketika menuju tempat yang baru, kita tidak akan pernah benar-benar tahu bagaimana keadaannya sampai kita tiba di tempat tersebut. Mungkin baru sekedar gambaran saja dari cerita orang-orang yang pernah berada di tempat itu. Adapun bagaimana real medannya, mungkin saja bisa berbeda ketika kita yang melaluinya. Keindahan ataupun kesulitan yang tersajikan di tengah perjalanan mungkin beberapa saat membuat kita menghentikan langkah barang sejenak. Perhentian itu hanya sementara, karena ujungnya masih di depan sana. Akan lelah kalau kita hanya berpikir cepat sampai, namun melewati pemandangan atau proses perjalanannya. Semua yang indah akan tak berarti, semua yang sulit semakin membuat berat langkah. Kalau saja, kita nikmati setiap pohon yang berdiri dengan gagah, atau bunga bunga yang merekah dan mungkin awan yang melintas dengan cantiknya, mungkin syukur kita ketika tiba pada tempat tujuan akan semakin paripurna.

Terimakasih Ummi dan Abi

Sungguh sebuah anugerah, Allah hadirkan keduanya dalam hidup. Ummi-Abi adalah orang yang aku cintai dan sayangi seperti aku mencintai dan menyayangi Ayah-Ibu. Allah takdirkan keduanya menjadi ncang bagiku, tersambungkan nasab kami oleh kakek buyutku. Tahun demi tahun berganti, hingga tiba masa kelulusan kuliahku Allah takdirkan aku menjadi muridnya, dalam pertemuan-pertemuan pekanan. Tak pernah menyangka sebelumnya akan menjadi binaan dari ummi. Hingga hari demi hari kulalui bersamanya, aku menyadari akan kasih sayangnya yang begitu tulus. Yang menyayangi tanpa banyak kata, namun banyak hal yang dilakukan untukku. Perhatian, ilmu dan segala hal yang melengkapi dari proses pendidikan yang belum kudapatkan dari Ayah-Ibu. Semua kasih tampak semakin terlihat, setelah setahun kebelakangan dengan hal-hal yang tak mudah menghampiri hidupku. Keduanya selalu mengupayakan yang terbaik, bahkan tanpa aku minta. Keduanya senantiasa mengasihiku selayaknya Ayah-Ibu melakukannya. Bahkan un...