Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

alun-alun batu

Kerlap-kerlip lampu kota terlihat jelas dari ketinggian. Ya aku dan ba lusi sedang berada dipuncak bianglala. Hmm, subhanAllah tak ada yang bisa menandingi ciptaan-Mu ya Rabb.. Setelah shalat maghrib kami bergegas menuju alun-alun batu. Kami berkumpul di depan Unisma terlebih dahulu agar bisa berangkat bersama-sama. Aku pergi kesana bersama mba lusi,mba ma’, mba affin,mba ratna, mba ifah, mba ulul, mba lini, mba ifat, dan mba andini. Untuk pertama kalinya aku mengendarai sepeda motor ke batu, dan pertama kalinya pula motorku mendaki gunung. Setibanya di alun-alun kami duduk di taman, dan sempat berfoto-foto. Setelah puas berfoto-foto perut kami pun terasa keroncongan hingga kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Aku,mba ma’, mba ifah,mba andini,mba ifat,mba lini, sedangkan mba ulul memakan nasi lalapan dan mba ratna,mba affin, dan mba lusi makan nasi soto. Yummy bakso pedas pun ku santap hingga habis. Setelah perut terisi full aku dan   mba lusi memutuskan unutuk k...

ORE-OH

Kubangun di pagi hari seperti biasanya, dihari minggu ini aku sudah berencana untuk kke MSC raden patah karena ada acara UAKI. Aku berangkat sekitar jam 7 kurang ditemain dengan sepedaku. Sbenarnya hari ini juga ada grand opening CFD di brawijaya namun, karena aku bangun terlalu siang jadi aku tak bisa ikut acara tersebut. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit akupun sampai di MSC, ternyata sudah ada peserta lain ynag sudah datang. Hari nni juga aka nada   screening staff UAKI,   aku sangat   ingin bisa menjadi staff UAKI dan mnegenakan jaket UAKI. Acara dumilai dengan tilawah terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan kajian. Sekitar jam 9 kajian pun selesai. Acara berlanjut dengan perkenalan setiap departemen ynag ada di rohis. Satu persatu departemen memperkenalkan dirinya yang dibawakan oleh masing masing anggota. Aku memperhatikan satu persatu dengan seksama, karena diakhir acara   kami harus memilih salah satu departemen yang akan aku   ja...

bagian di rumah ayu

Kicau burung dan cahaya surya menambah indahnya pagi ini, baru saja aku selesai santap pagi saat aku menulis cerita ini. Di desa ini kubanyak belajar arti kesederhanaan, di desa ini aku belajar arti kekeluargaan, di desa ini pula aku belajar arti indahnya berbagi. Sudah tiga hari aku berada di sini, namun pelajaran berharga ynag kudapat lebih dari segalanya. Semua terasa indah, semua terasa sempurna aku pikir. Tak henti ku mengucap syukur karena aku bisa mendapatkan kesempatan mengunjungi desa ini. Sebuah kampong yang berada di pelosok probolinggo, sebuah kampong yang berada di gunung yang ku tak tahu namanya hingga saat ku tulis cerita ini. Di sini pula ada sebuah pondok pesantren yang menurutku sangant minim fasilitas, namun mereka semua seakan tak merasakan hal itu. Mereka, anak-anak yang belajar di pondok pesantren itu tak pernah sedikitpun raut sedih tersirat dalam wajahnya.   Mereka yang baginya ini adalah kesempurnaan, mereka ynag baginya ini adalah kebahagiaan. Bet...

detik-detik staff magang bem

Stelah menjalani krima hngga jam stengah 12 siang, aku terjadwal mengikuti meet and greet dengan presiden BEM FPIK beserta jajarannya. Yah beberapa waktu lalu aku sempat mendaftarkan diriku untuk menjadi staff magang di BEM. Aku juga sempat mengikuti screening, kalau tidak slah mengingat waktu itu hari jum’at sekitar jam 1. Setelah menunggu yang lain pulang, akhirnya diinstruksikan oleh kakak bem untuk isoma selama 30 menit. Aku pun shalat dan setelah itu makan bersama Resi, Resi adalah temanku di foksi. Foksi sendiri adalah sebutan atau nama untuk rohis fakultas FPIK. Sekitar jam setengah 1 aku menuju gedung c, sesampainya digedung c   ternayata acaranya dipindah di gedung d. Aku dan Resi beserta yang lain segera menuju gedung d. Setelah masuk keruangan, aku dan yang lainnya harus menunggu karena presiden dan menteri-nya sedang rapat terlebih dahulu. Sambil menunggu aku beserta teman-teman yang berada di di ruangan berkenalan satu sama lain, perkenalan berlangsung lumayan...

diam dalam keheningan

  Tak mengerti dengan percakapn orang-orang disekitarku, hal itu membuatku terpaksa harus banyak terdiam dan mendengarkan saja. Aku semakin sadar betapa kayanya Indonesia dengan kekayaan budaya yang dilikinya. Aku juga bersyukur masih ada bahsa Indonesia yang menyatukan kita semua,   tak tahu bagaimana nasibku jika tak ada bahasa Indonesia bila berada dilingkungan yang berbahasa daerahh. Hari ini kurasa pertku terlalun kenyang karena terlalu banyak makanan yang masuk, sejak pagi hingga saat aku menulis cerita ini. Pagi tadi aku pergi ke pasar bersama ayu setelah sebelumnya sempat berkeliling kampong   dengan sepeda motor yang kukendarai. Kami membeli klepon dan   juga mangga, setelah selesai berbelanja kami pun kembali kerumah. Sesmpainya dirumah aku dan ayu memakan jajanan   ynag kami beli di pasar. Klepon dan bubur ketan hitam sudah habis kusantap lalu aku dan ayu disuruh sarapan. Waduh benar benar berkah pagi ini walaupun sebenarnya ku sudah kenyang nam...