Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Hidupkan malam

Tentang mengadu kala sunyi, tentang tersungkur kala sepi, menjauhkan lambung dari nyamannya tempat tidur. Tentang amalan ahli surga, yang sulit untuk ditunaikan. Dikala mimpi tengah indah-indahnya memaksa harus bangun dan menghadap kepada Rabbnya. Saat ini, mungkin kita bahkan begitu sulit untuk mengerjakan amalan penghuni surga itu, semoga tetap ada rasa untuk meniatkan diri melaksanakannya.  Menghidupkan malam dengan dzikrullah, dengan deraian airmata atas pengharapan ampunan. Jika hingga kini kita tak mampu merasakannya, tersebab dosa-dosa yang mungkin belum sempat kita taubati. Sebab hanya kemaksiatannlah yang akan menghalangi diri untuk melakukan amal baik.

Amankan hati

Keraguan akan senantiasa dibisikkan oleh musuh manusia. Betapa sering kita menjadi ragu ketika hendak melakukan sebuah kebaikan, menjadi was-was ketika memutuskan kebaikan. Maka dekatkanlah diri kepada Dzat yang tidak pernah ragu, kepada Rabb yang pasti mengurus makhluknya.  Amankan hati dari keraguan dengan mendekat kepadaNya, mendekat kepada yang Maha membolak-balikkan hati. Sekeras apapun hati, jika Rabbku berkehendak maka akan luluh juga.  Amankan hati dari kegelisahan, tundukkan kepala dan angkatlah kedua tangan lalu mintalah ketenangan, karena hanya Rabbku dan Rabbmu yang mampu memberikan ketenangan.

Ketulusan dalam perjuangan

Tulus berdasarkan KBBI adalah kata sifat berarti   sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci). Sedangkan ketulusan adalah kata kerja yang berarti  kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran. Dalam perjuangan ketika yang kita tuju adalah keberhasilan-keberhasilan pribadi, maka hasilnya akan hanya untuk diri pribadi. Ketika ada kritik atau saran, hati dan diri menjadi tidak menerima, merasa benar dan merasa sudah baik, maka ketulusan itu akan hilang. Kalau Aa Gym dengan gaya bahasanya bilang " kita sibuk memperbaiki cover hingga lupa dengan isi" .  Jika kita coba untuk memaknai ketulusan dalam setiap perjuangan, maka tidak ada yang kita lakukan selain mempersembahkan yang terbaik semampu kita, mampu  itu sampai batas maksimal, jika berlari mengelilingi lapangan maka baru akan berhenti ketika kita jatuh dan tak sadarkan diri. Ketulusan dalam perjuangan harus dimulai dengan keutuhan niat. Apa saja yang kita lalukan di dunia ini sejatinya ...

Impian surgawi

Berjalan meyusuri setiap jalan kebaikan, kadang berlari-lari kecil, namun tak jarang juga harus berlari dengan cepat, tersebab diri harus senantiasa bersiap di setiap keadaan. Pada awalnya, banyak ketakutan-kegelisahan yang menyertai, namun dengan sigap sahabat mengingatkan bahwa ada Allah disisi. Ya memang mencukupkan diri bahwa selalu ada Allah disisi memang membutuhkan latihan yang tidak instan. Saat impian kita adalah impian surgawi, maka dunia tak menjadi menarik dihadapan diri. Saat impian kita adalah impian surgawi maka kita hanya akan menjadikan dunia sebagai sarana menebar kebermanfaatan.  Impian surgawi tak mungkin diwujudkan dengan upaya yang minimalis, sebab surga tak diperuntukkan bagi insan yang biasa-biasa saja. Impian surgawi pun tak mampu diwujudkan hanya sendiri, butuh tim yang bekerja atas nama ketaatan pada Rabbnya untuk mampu menjadikan impian surgawi benar-bebar terwujud. Mari kuatkan kaki untuk berjalan menyusuri jalan kebaikan ini, kuatkan p...

Nasehat bagi hati

Setiap hal yang terjadi dalam hidup, semua sudah Allah yang tentukan. kesuksesan hari ini, kebelum berhasilan hari ini adalah juga bagian dari garisan takdir yang Allah tentukan. Terkadang, saat diri belum siap menanggung amanah yang kita anggap berat, Allah sudah katakan bahwa kita tidak akan dibebankan melainkan sesuai dengan kesanggupan diri. Mungkin terlihat berat, jalani saja dulu, biar Allah yang bantu untuk kuat menyusuri setiap ujian yang sejatinya akan menaikkan kedudukan kita disisiNya. Turunkan ego, jika nyatanya ego kita menghancurkan keteguhan hati. Tenangkan diri, jika nyatanya semangat menggebu membuat hati mulai berbangga. Ini tentang perjalanan yang ujungnya tak mudah kita ketahui, tapi kita yakini dalam hati. Pasrahkan diri, pada Rabb pemilik diri ini, tersebab hanya Dia yang mengetahui ihwal masa depan diri ini. Bukan tentang siapa yang bermimpi dan siapa yang berjuang. Ini adalah tentang menyatukan mimpi dan berjuang bersama. Tidak perlulah merasa paling super...

Estafet perjuangan

" Usia kami sudah tidak muda lagi, besar harapan kami antumlah yang akan meneruskan perjuangan dakwah ini. " Begitulah pesannya malam itu, ya beliau Murobbiku, Abi dan Ummiku, Paman dan Bibiku. Begitu merasuk dalam jiwaku nasehat itu, entah seperti langsung menghujam ke perasaanku yang paling dalam.  Kita tidak sedang membicaran visi duniawi, dunia yang begitu saja yang hina bagi yang sangat mencintainya. Dunia yang bisa menjadi sarana meraih keridhoan Tuhan Pencipta dunia jika disikapi dengan baik dan benar. Malam itu, aku tidak bertanya apapun, hanya mendengar dan mengungkapkan satu hal yang kuungkapkan. Malam itu, taujih Murobbi-Murobbiyahku menjadi lebih dalam membekas, menjadi lebih lembut menyapa telinga. Aku berikhtiar menyadari itu, bahwa memang semua ini aku ikhtiarkan untuk melanjutkan estafet kebaikan, andaikan saja ada jalan lain insyaAllah aku pasti akan menempuhnya. Namun Allah dan Rasulnya menyisakan jalan ini yang harus kutempuh, sebagai ikhtiar ...

Menerka takdir

Menjalani hari demi hari, dengan ikhtiar perbaikan di setiap detiknya. Memang diri ini lemah, maka ia mencoba untuk kuat. Memang diri ini biasa saja, maka ia coba melakukan semampunya. Dengan hanya mengharap ridho Tuhannya. Hari kemarin memang takbisa diulang, tapi Rabbku bilang, bawa kesalahan bisa ditaubati, sehingga aku lebih berusaha menjadi baik. Jika belum baik, tak mengapa yang penting terus berusaha menjadi baik. Masa depanku memang aku tak tahu, tapi aku yakin bahwa Sang Pencipta telah tuliskan takdirku jauuuuh dari apa yang sekadar ada dibayanganku. Pagi ini begitu cerah, melukiskan masa depan yang merona. Aku masih berjalan menyusuri goresan takdir Rabbku, aku tak takut sebab Rabbku telah menjamin kehidupanku. Aku hanya bercita agar Rabbku menjadikan duniaku hanya pada genggamanku, bukan hatiku.

IRISAN TAKDIR

Menembus ruang-ruang keterbatasan, bukan tidak menyukai hal-hal biasa di keseharian, tapi nyatanya memang hal-hal biasa itu mudah hilang. Jika alasan berjuang karena dunia, sungguh dunia itu akan cepat berubah, dan dengan perubahan itu apakah lantas kita akan berhenti berjuang? Jika alasan berjuang karena Allah, sungguh Allah itu kekal dan tak akan membiarkan hambaNyan pergi kecuali dengan kebutuhannya sudah terpenuhi. Jika memang takdirnya, ia tak akan kemana. Sebagaimana air di hulu yang pad akhirnya bertemu dengan lautan. Selayaknya daun yang pada akhirnya bertemu dengan tanah. Jika memang bukan takdirnya, mau dipaksakan seperti apapun ia taakan bertemu. Seperti manusia yang menginginkan sayap untuk terbang, mustahil. Jika memang takdirnya, ia akan dilancarkan. Betapun banyaknya rintangan yang menghadang. Jika benar takdirnya, ia akan bersama-sama dibimbing untuk menembus ruang-ruang keterbatasan itu. Jika memang takdirnya, pasti ia akan berisisan.

MENENTUKAN SIKAP

Sebenarnya saya tipe orang yang memang agak cuek, tapi entah kali ini saya sangat berhati-hati. Setelah meminta pendapat ke orang yang saya percayai, akhirnya saya tekadkan hati untuk menentukan sikap. Menentukan sikap, untuk mencegah kemudharatan terjadi dalam kisah perjalanan ini. Menentukan sikap untuk lebih berani memutuskan perkara-perkara besar dalam hidup. Sejatinya kita memang hanya perlu merenungi setiap kejadian yang ada, untuk mengambil hikmah dan dijadikan pelajaran. Menentukan sikap, adalah salah satu ikhtiar yang insyaAllah bisa kita lakukan demi kemaslahatan. Agar hati lebih teguh, agar jiwa lebih kuat, dan agar diri lebih terjaga.

MEMULAI LANGKAH

Seperti ketika mendorong sebuah mobil, dorongan pertama akan berat lalu setelahnya akan lebih ringan. Seperti ketika berolahraga hari pertama biasanya meninggalkan rasa pegal pada tubuh. Begitulah langkah pertama memang cenderung lebih sulit, dan kesulitan terbesar adalah untuk memulainya. Memulai langkah, seolah bayangan kepedihan, kesusaha, kelelahan sudah tervisualisasikan dengan jelas. Jika ada kebaikan yang ingin kita biasakan dalam diri, maka sejatinya memang harus berani memulai langkah. Segontai apapun kita memulainya, langkah pertama itu harus kita jalani. Karena semua bisa karena terbiasa, dan bagaimana mungkin kita akan terbiasa jika kita tidak pernah memulainya? Hari-hari yang kita jalani ini mungkin sedikit membuat kita jenuh, apatah lagi tentang penantian pertemuan kita. Maka kurasa kita hanya harus berani memulai langkah untuk setiap perbaikan baru setiap harinya. Masa-masa ini biarkan jadi masa yang sangat berarti seperti masamu untuk memulai langkah menabung, aw...

MENDISIPLINKAN KEBAIKAN

Bukan sesuatu hal yang asing bagi kita tentang "amalan yang sedikit tapi konsisten lebih dicintai Allah, daripada yang banyak tapi hanya berjalan sekali atau beberapa waktu saja". Maka hari ini mari memulai untuk mendisiplinkan kebaikan. Mendisiplikan diri untuk melakukan perbaikan-perbaikan diri setiap harinya. Mungkin kita adalah pribadi yang masih suka mengulur-ngulur waktu shalat, maka mulai hari ini mari kita disiplinkan diri untuk shalat tepat pada waktunya. Mungkin kita adalah pribadi yang masih belum bijak dalam menggunakan smart phone, maka mulai hari ini, mari kita atur intensitas kita bersama telephone pintar kita itu. Mungkin kita adalah pribadi yang masih sembarangan dalam memasukkan sesuatu ke lambung kita, maka mulai hari ini mari kita mulai dengan memastikan bahwa apa yang kita konsumsi adalah sesuatu yang halal dan baik bagi tubuh kita. Teringat kajian Aa Gym yang saya tonton di Youtube kemarin, beliau mengingatkan bahwa "sejatinya kita hidup adal...

MERAWAT RASA

Rasa yang ada, biarkan tumbuh dengan sendirinya. Jangan diputus atau sengaja dihalau. Rasa ini biarkan mengalir sesuai fitrahnya, namun pastikan tetap pada koridor yang benar. Rasa ini yang terus kurawat, hingga hari ini. Rasa yang menjadikan hidup lebih dari sekadar hidup. Rasa yang membuat warna lebih dari sekadar sewarna. Merawat rasa, menguatkan asa.  Jangan biarkan rasa ini keruh, lantaran maksiat yang tak sengaja dilakukan. Jangan biarkan rasa ini menjadi perubah rasa yang tak enak pada rasa yang lainnya. Rasa yang akan membawa kita kepada kebersyukuran dalam hidup. Rasa yang akan mengingatkan kita bahwa setelah kehidupan masih ada kehidupan. Bahwa setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan.

HUJAN

Hujan turun bersama sejuta harap mengalir do'a ke segenap penjuru dengan wajah tertunduk khusyu kedua bibirmu tak henti berucap.. Hujan pergi, meninggalkan air yang tergenang air tergenang memberikan banyak makna kehidupan Hujan menghidupkan yang mati begitu Rabbku mengabarkan, benar saja.. hati yang kerontang mulai kembali tumbuh.. Yang kutanam saat panas menyengat, baru saja tumbuh bersemai.

MENYATUKAN KEHEBATAN

Setiap kita dianugerahi kelebihan dan juga kekurangan. Setiap kita Allah sifati dengan watak yang berbeda. Setiap kita terlahir di waktu yang berbeda dan dari orangtua yang berbeda pula, tapi mengapa saat pertama bertemu seolah kita seperti telah saling mengenal sekian lamanya? Begitulah hati saling terpaut dengan ketaatan kepada Allah, tidak perlu banyak waktu untuk saling mengenal secara langsung karena nyatanya ruh kita sudah saling menemukan komunitas kebaikan yang sama. Setiap kita memiliki kehebatan, namun kehebatan individu akan lebih memberikan dampak yang maha dahsyat jika dihimpun dalam sebuah kehebatan kolektif. Dalam perjalanan mungkin saja ada ketidaknyamanan, pasti saja ada aral dan rintangan karena begitulah sunnatullahnya. Justru menjadi hal aneh ketika jalan kita selalu mulus, karena bjsa jadi kita tak pernah naik kelas karena tak pernah menghadapi ujian. Membangun kehebatan kolektif memang membutuhkan waktu yang panjang dan rengkuhan ukhuwah yang rekat. Bersabar...

Berjalan Menghampiri Takdir

Jika semua yang kita mau terwujud pada hari ini juga, mungkin kita tidak bisa belajar makna bersabar. Jika mimpi yang kita citakan terkabul tanpa usaha, mungkin kita tidak akan pernah mengenal apa itu perjuangan. Jika kebahagiaan cukup hanya pada diri sendiri, mungkin kita tidak akan pernah memahami bagaimana cara membahagiakan orang-orang terkasih. Apapun yg sedang kita lakukan hari ini, semata atas karunia Allah, atas izin Allah, dan semogapun atas Ridho Allah. Kita hanya sedang berjalan untuk menghampiri setiap takdir yang telah ditentukan untuk kehidupannkita. Kitapun nyatanya tak akan cukup menaruh harap pada makhluk, karena pengharapan yang akan terbayar adalah berharap kepada Allah sang Pencipta.

BERTUMBUH

Setiap yang besar, pernah mengalami menjadi kecil. Setiap yang sukses, pernah mengalami jatuh-bangun-tersungkur lalu bangkit. Apa yang kita lakukan hari ini, mungkin terlihat kecil. Biarkan yang kecil itu bertumbuh, sebagaimana biji tanaman berawal dari kecil lalu tumbuh dan bertumbuh dengan dahan yang rindang, bunga dan buah yang lebat. Jangan dulu terlalu cepat untuk mundur, bersabarlah sebentar karena manisnya surga akan kita raih jika kita mau untuk bersabar. Berusahalah, karena do'a tanpa usaha tak layak dilakukan oleh para pejuang. Bertumbuh, dari penuh dosa menjadi orang yang senantiasa menyesali dan menangisi dosa. Bertumbuh, dari yang tidak peduli menjadi berempati. Bertumbuh, dari prajurit menjari komandan. Bertumbuh dari staff menjadi pimpinan. Bertumbuh, dari jundi menjadi qiyadah. Semua sudau ditentukan, kiya hanya menjalani. Padahal tinggal menjalani, nyatanya tetap saja khawatir, tetap saja was-was. Biarkan potensi diri kita bertumbuh, menjadi produktif dan...

MENJADI APA ADANYA TANPA SYARAT

Keberhasilan hari ini, bukan semata atas perjuangan diri ini. Karena keberhasilan hari ini nyatanya terjadi karena kasih sayangNya dan atas do'a sahabat sholih yang tanpa kita sadari begitu sering mendoakan bahkan tanpa diminta. Bagaimana mungkin, lantas aku menyombongkan diri yang tidak ada ada apa-apanya? Bagaimana mungkin lantas aku berbangga diri padahal aku tahu sejauh mana kapasitas diriku? Hari ini, adalah hari yang dipikirkan sejak kemarin. Tapi jika ia terlewatkan begitu saja, maka hari ini tak akan dapat terulang. Menjadi apa adanya tanpa syarat, bukan berarti tak melakukan yang terbaik dibatas maksimal diri. Justru menjadi apa adanya tanpa syarat adalah dengan kesadaran akan peran diri sebagi hamba, sebagai jundi, sebagai qiyadah dan sebagai apapun atas amanah yang terembankan pada diri. Terjatuh dalam perjalanan tak mengapa, asal kemudian bangkit. Jangan takut terjatuh, karena dengan terjatuh kita akan tahu arti hidup yang lebih dalam maknanya.