Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

coretan september 2014

Sore ini aku cukup gundah memikirkan ukt, aku pun belum krs-an sampai saat ini. Disaat teman-temanku sudah mengetahui kelasnya masing”, ya aku masih menunggu pengumuman itu. Aku sangat berharap bisa turun hingga ke golongan 3,tak perduli waktu kuliah yang kuambil harus pagi sekali nantinya. Hari ini terasa begitu membosankan, astaghfirullah tak seharusnya mungkin seperti ini aku berpikir. Aku mulai merindukan rumah, aku mulai merindukan ibuku, ayah, icay, fia, lala, dan ezra. Orang-orang yang kukasihi di dunia ini, tak tahan ingin menitikan air mata tiap rindu ini melanda. Inilah konsekuensi yang harus aku tanggung dari pilihanku saat hendak berkuliah di waktu silam. Aku berjanji tak akan memikirkan soal yang tak seharusnya kupikirkan saat ini (red: cinta), ya karena memang belum saatnya hal itu untuk kupikirkan. Yang harus aku pikirkan adalah untuk selalu meng-upgrade kualitas diri ini sehingga bisa menjadi lebih baik lagi. Aku juga ingin agar indeks prestasiku bisa menin...

Surat untuk Ibu

Betapa lidah ini kelu bu untuk mengatakan hal itu, ya untuk mengatakan bahawa “aku mencintaimu karena Allah”. Ibu, mungkin aku tak terbiasa sejak kecil untuk mengucapkan terimakasih kepadamu, tapi percayalah bahwa aku tak mampu mengucaapkannya saat ini bukan karena dirimu tak istimewa, namun ini hanyalah kebodohanku semata yang tak sanggup untuk sekedar mengucapkannya padamu walau hanya lewat pesawat telepon. Ibu, kau tak pernah mengeluh akan lelahnya dirimu mengandungku,merawatku dan terus mendoakanku hingga kini. Namun aku, apa yang sudah aku lakukan untuk sedikit saja membuatmu bahagia. Atau mungkin justru aku terus dan terus saja membuat air matamu jatuh akan tingkahku yang buruk. Kau tak pernah mengajarkanku keburukan bu, akulah yang tak pernah mendengarkan nasihat dan peringatan darimu disaat aku kanak-kanak. Ibu, kini kita terpisahkan oleh jarak. Kau di barat dan aku di timur, rasa rindu ini tak bisa diobati walau seringkali aku menelponmu. Memang tak jelas apa yang ing...

Aku dan Kalian

persahabatan ini sudah terjalin begitu lama, dulu saat kita masih duaduk di bangku SD entah kau ingat atau tidak sahabat-sahabatku kita mendambakan menjadi pribadi yang baik yang menggunakan bahasa "aku-kamu" dalam berkomunikasi sehari-hari. tiga jenjang sekolah kita lalui disekolah yan sama dari SD, Mts, sampai SMA namun hingga akhirnya jenjang kuliah memisahkan jarak kita. kita terpisah di jarak yang cukup jauh, walau tetap di satu pulau namun kita terpisah di tiga provinsi berbeda, aku di timur, liya di tengah dan cici di barat pulau jawa. sahabat perbedaan provinsi semoga tak akan membuat persahabatan kita hambar namun aku yakin perbedaan ini yang akan membuatnya lebih indah. kau tentu tahu pelangi tak memiliki satu pun warna yang sama justru karena itulah dia menjadi begitu indah. ya semoga begitupun dengan kita bertiga, semoga Allah tetap menjaga kita dalam keimanan ini. di dunia kampus ini kitapun sama-sama memulai dari nol, aku amat bahagia ketika melihat kalian m...

Pantai Sendang Biru yang tak direncanakan

Pukul 14.30 Aku, Resi dan Tasia bertolak dari pantai Bajul Mati   mengendarai sepada motor berplat B menuju pantai sendang biru, jaraknya tak begitu jauh hanya sekitar 7km saja. nuanasa hutan yang begitu indah sesekali menyihir pandangan dan membuatku tak fokus untuk berkendara. ya aku hanya menumpang motor sendirian sedangkan tasia dan resi berboncengan. tak ingat tepat pukul berapa kami sampai di Sendang biru, dengan membayar tiketbmasuk dan tiket motor seharga 8000 aku pun akhirnya segera masuk ke kawasan pantai nan dipenuhi kapal-kapalikan nelayan itu. kuparkirkan sepeda motorku dan kusodorkan selembar uang lima ribu kepada tukang parkir yang juga memberiku karcis parkir bergantian. perut kami begitu keroncongan, ya karena tujuan kami kesini hanya ingin makan ikan bakar saja. langsung saja kami masuk ke tenda penjual ikan bakar, tak ada ikan kerapu akhirnya kami memesan ikan bakar (penjualnya bilang ikan laori). ikan bakar dan 3 porsi nasi seharga 25ribu ikan itu...