Siang di bulan oktober, baru saja aku tiba di rumah selepas perjalanan kota rantau ke rumah tercinta. Rasa rindu pada rumah membuatku tak mengindahkan lelahnya perjalanan tujuh belas jam duduk di kursi kereta yang keras dan sempit. Ditambah membawa satu tas carrier 60 liter dan travell bag yang tak kalah bobotnya, tak membuatku malas untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta rangkaian listrik jatinegara- bekasi. Perjalanan selesai, aku pun tiba di rumah. Disambut senyum indah ibu beserta adik-adikku. Semua menyapaku dengan begitu hangatnya, tak tergambar masalah atau duka semua mengisyaratkan bahwa semua baik-baik saja. Kuletakkan tasku di ruang tamu, lalu kurebahkan diriku tenggelam dalam sofa yang empuk lebih empuk dari kursi kereta kelas ekonomi itu. Kulanjutkan dengan bersih diri lalu makan, ya sedari berangkat aku tak makan karena aku tak punya uang untuk membeli makan. Aku pulang dengan isi dompet nol rupiah, tak ada sepeserpun hanya bebekal dua botol air mineral yang kuisi...
wa anfiquu fii sabilillah