Langsung ke konten utama

Hikmah Berkunjung ke Rumah Kong Endang


Siang tadi, usai acara silaturahim/ ramah tamah di rumah Cing Uda. Aku, Cing Uda, Uwa Leni, Uwa Mameh dan Cing Zakiyah konvoi motoran ke rumah Kong Endang di Sukawangi, tidak jauh dari rumah kami.

Terlihat sisa-sisa banjir di rumah warga sepanjang perjalanan tadi, masih ada yang barang-barangnya di luar rumah, masih juga ada yang ada lumpurnya, ada juga bengkel-bengkel motor yang kelimpahan berkah banyak yang ngantri servis, karena gak sedikit yang kendaraannya gabisa terselamatkan saat banjir.

Kemaren, liat banjir segitu tingginya di sekitaran rumah ajah udah panik, pengennya taubat ajah gitu ya, eh gaada apa-apanya sama di Kong Endang ini, apalagi di Sukamekar kampung sebelahnya yang langganan kerendem banjir. Uwa Leha, istrinya kong Endang cerita, air udah seleher waktu Uwa Leha nyelametin surat-surat berharga dan lainnya. "Udah gak inget banyak hal, cuma keingetan nyelametin nyawa ajah, itu sawah di seberang sana, udah kayak lautan, ada riak riak ombaknya, arusnya deres." Begitu Uwa Leh menjelaskan sambil memutar kembali ingatannya diiringi mimik kengerian.

"TV-Kulkas tetangga pada hanyut di depan mata, tapi ya gimana gak bisa ngebantuin, diselametin juga udah mah rusak itu elektronik", Kong Endang melengkapi. Lantas aku berpikir dan bergumam dalam hati dan pikiran, masyaAllah ya dibanding sama apa yang diambil Allah ternyata yang disisain tuh jauh lebih banyak. Mungkin sebagian barang rusak, tapi Allah masih nyisain rumah, nyisain barang berharga lainnya, yang kemarin saat banjir tuh udah gak dipikirin kondisinya. Lihat di beberapa berita juga gitu, yang kendaraannya hanyut, furniturenya rusak, ternyata yang tersisa jauh lebih banyak dari yang hilang atau rusak.

Jadi begini mungkin miniatur kaum nabi-nabi terdahulu yang dibinasakan dengan banjir, kemarin-kemarin setiap baca ayat tentang ini aku masih bertanya-tanya gimana caranya banjir ngerusak tanaman dan lain-lain, sekarang terjawab sudah dengan melihat langsung tadi sayur sayur dan tanaman lainnya di kebun-kebun warga banyak yang mati karena diterjang lumpur sisa banjir. Kalau kita kembaliin ke konsep semua ini hanya titipan, terserah yang nitip mau ngambilnya kapan, ya akan pas si dengan momen ini, insyaAllah malah sekali lagi jadi makin bersyukur karena Allah masih menyisakan lebih banyak.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....