Terlihat sisa-sisa banjir di rumah warga sepanjang perjalanan tadi, masih ada yang barang-barangnya di luar rumah, masih juga ada yang ada lumpurnya, ada juga bengkel-bengkel motor yang kelimpahan berkah banyak yang ngantri servis, karena gak sedikit yang kendaraannya gabisa terselamatkan saat banjir.
Kemaren, liat banjir segitu tingginya di sekitaran rumah ajah udah panik, pengennya taubat ajah gitu ya, eh gaada apa-apanya sama di Kong Endang ini, apalagi di Sukamekar kampung sebelahnya yang langganan kerendem banjir. Uwa Leha, istrinya kong Endang cerita, air udah seleher waktu Uwa Leha nyelametin surat-surat berharga dan lainnya. "Udah gak inget banyak hal, cuma keingetan nyelametin nyawa ajah, itu sawah di seberang sana, udah kayak lautan, ada riak riak ombaknya, arusnya deres." Begitu Uwa Leh menjelaskan sambil memutar kembali ingatannya diiringi mimik kengerian.
"TV-Kulkas tetangga pada hanyut di depan mata, tapi ya gimana gak bisa ngebantuin, diselametin juga udah mah rusak itu elektronik", Kong Endang melengkapi. Lantas aku berpikir dan bergumam dalam hati dan pikiran, masyaAllah ya dibanding sama apa yang diambil Allah ternyata yang disisain tuh jauh lebih banyak. Mungkin sebagian barang rusak, tapi Allah masih nyisain rumah, nyisain barang berharga lainnya, yang kemarin saat banjir tuh udah gak dipikirin kondisinya. Lihat di beberapa berita juga gitu, yang kendaraannya hanyut, furniturenya rusak, ternyata yang tersisa jauh lebih banyak dari yang hilang atau rusak.
Jadi begini mungkin miniatur kaum nabi-nabi terdahulu yang dibinasakan dengan banjir, kemarin-kemarin setiap baca ayat tentang ini aku masih bertanya-tanya gimana caranya banjir ngerusak tanaman dan lain-lain, sekarang terjawab sudah dengan melihat langsung tadi sayur sayur dan tanaman lainnya di kebun-kebun warga banyak yang mati karena diterjang lumpur sisa banjir. Kalau kita kembaliin ke konsep semua ini hanya titipan, terserah yang nitip mau ngambilnya kapan, ya akan pas si dengan momen ini, insyaAllah malah sekali lagi jadi makin bersyukur karena Allah masih menyisakan lebih banyak.
Komentar
Posting Komentar