Hari ini, pagi sekali sudah ramai informasi banjir di mana-mana. Sekitar jam 6 pagi saya keliling gang sampai ke belakang wilayah kavling pinggir kali, benar saja air sudah penuh, warga sudah mulai mengungsi. Sekolah-sekolah pun diliburkan karena akses menuju sekolah banjir dan sebagian tergenang air, walau sekolah tempat saya mengabdi tetap aman alhamdulillah.
Teringat update-an story teman yang mengingatkan bahwa sebenarnya jumlah air itu selalu sama, hanya sekarang kondisi buminya yg sudah berbeda. Qadarullah, meyakini bahwa semuanya sudah Allah tentukan dan pasti atas izin Allah. Namun jika dipikir-pikir dan saya coba mengingat masa kecil saya, saat musim hujan memang terkadang banjir. Akses jalan juga memang terkadang terputus karena dilanda banjir.
Ada benarnya, saat ini daerah resapan air semakin minim. Dulu kalau bajir sawah-sawah ikut banjir, tapi pemukiman warga bagian yang cukup tinggi tidak terdampak. Sekarang banyak orang yang terdampak karena areal persawahan yang dulunya menjadi tempat lari air, sekarang ditinggali manusia dengan beralih menjadi wilayah perumahan.
Berapa banyak juga yang dibangun apartemen, dan tidak sedikit dari apartemen itu yang kosong, tidak padat penghuninya. Artinya wilayah resapan air yang dialih fungsikan menjadi wilayah tinggalpun tidak sepenuhnya ditinggali, hanya "merebut" tempat air berlabuh saja.
Saat anak-anak dulu, seingat saya selokan atau gorong-gorong cukup besar dan dalam.. sekarang, gak sedikit selokan yang dangkal karena lumpurnya banyak dan mampet oleh sampah.
Saatnya kita sama-sama bergerak merawat bumi, agar tugas kita untuk menjadi pemimpin di bumi bisa kita tunaikan dengan baik.
Teringat update-an story teman yang mengingatkan bahwa sebenarnya jumlah air itu selalu sama, hanya sekarang kondisi buminya yg sudah berbeda. Qadarullah, meyakini bahwa semuanya sudah Allah tentukan dan pasti atas izin Allah. Namun jika dipikir-pikir dan saya coba mengingat masa kecil saya, saat musim hujan memang terkadang banjir. Akses jalan juga memang terkadang terputus karena dilanda banjir.
Ada benarnya, saat ini daerah resapan air semakin minim. Dulu kalau bajir sawah-sawah ikut banjir, tapi pemukiman warga bagian yang cukup tinggi tidak terdampak. Sekarang banyak orang yang terdampak karena areal persawahan yang dulunya menjadi tempat lari air, sekarang ditinggali manusia dengan beralih menjadi wilayah perumahan.
Berapa banyak juga yang dibangun apartemen, dan tidak sedikit dari apartemen itu yang kosong, tidak padat penghuninya. Artinya wilayah resapan air yang dialih fungsikan menjadi wilayah tinggalpun tidak sepenuhnya ditinggali, hanya "merebut" tempat air berlabuh saja.
Saat anak-anak dulu, seingat saya selokan atau gorong-gorong cukup besar dan dalam.. sekarang, gak sedikit selokan yang dangkal karena lumpurnya banyak dan mampet oleh sampah.
Saatnya kita sama-sama bergerak merawat bumi, agar tugas kita untuk menjadi pemimpin di bumi bisa kita tunaikan dengan baik.
Komentar
Posting Komentar