Langsung ke konten utama

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-13

 Temuan hari ini:

Selama tantangan komunikasi produktif ini, hampir semua momennya ya tentang proses persiapan. Karena di setiap harinya, topik pembahasannya hanya ini setiap ngobrol sama ayah ibu.

Tadi sepulang sekolah (ngajar), ayah ibu lagi duduk santai berdua di kursi depan rumah. Ya kursi tamu di rumah memang adanya di luar, di dalem kosong.

Akhirnya kuberanikan diri untuk bilang, bahwa aku hanya sanggup menabung sampai sekian dalam beberapa bulan kedepan. Itu hitungan matematis sebagai manusia, hitungan Allah kita gapernah tau.

Terlahir, tumbuh dan besar di keluarga betawi yang menjadi tokoh masyarakat memang nikmat yang masyaAllah patut disyukuri. Memiliki orangtua yang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk anak-anaknya, menjalankan tradisi adat budaya setempat, menjaga nama baik keluarga, semua itu adalah amanah yang Allah sedang percayakan.

Aku juga inginnya bisa membahagiakan kedua orangtua dengan mewujudkan mimpi-mimpinya, namun saat ini semua harus memikirkan juga faktor-faktor lainnya. Aku masih terus berusaha, menyakinkan orangtuaku bahwa aku ridho, dengan perhelatan yang sederhana sesuai kemampuan. 

"Ayah-ibu mau tau kenapa ipa gapernah pacaran?. Karena ipa pernah denger waktu pertama kali ngaji, kalau anak perempuan yang bisa menjaga dirinya tetap suci sampai menikah, maka Allah akan hadiahkan surga untuk kedua orangtuanya" kataku pada mereka.

"Ipa ingin menjadi perempuan yang penuh keberkahan, dengan memudahkan proses pernikahannya". Kulanjutkan dengan suara yang mulai bergetar, hampir-hampir saja air mataku jatuh.

"Memang saat ini ya takdirnya lagi begini, ipa ridho insyaAllah nanti kedepannya akan baik". Akupun menyudahi.

Ayah ibu, menatapku dengan lembut. Kurasakan curahan cintanya yang begitu dalam.

"Iya gak apa apa, insyaAllah lah yang ada sekarang cukup" begitu yang ayah dan ibu ungkapkan.

Tantangan yang dihadapi:

Mengontrol emosi, karena ini hal yang sensitif sekali, biar gak pecah nangis gitu.


Poin komunikasi:

Eye contact ✅

Intonasi ✅

Gesture✅


Rencana besok:

Diskusi dengan anggota keluarga


Bintangku hari ini:

⭐⭐⭐⭐⭐

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....