Pekerjaan rumah, kali ini bukan tentang PR dari sekolah atau tempat kerja. Kali ini adalah tentang pekerjaan mengurus rumah, ya pasti semua gak asing kalau membaca; cuci piring, cuci baju, memasak, mengepel, dan hal-hal lainnya seputar urusan rumah yang dikerjakan rutin setiap harinya. Tulisan ini sengaja ditulis, buat reminder kalau nanti lagi gak semangat melakukan amal kebaikan yang satu ini. Ya, betul amal kebaikan. Allah kasih hikmah dari beberapa waktu yang saya jalani akhir-akhir ini tanpa mesin cuci di rumah, ditambah masa PSBB kelima yang membuat saya menghabiskan banyak waktu lagi di rumah.
Entah, kenapa kemarin-kemarin hal ini tidak terpikirkan, tapi aku yakin karena memang ini saatnya Allah memberikan hidayah kepadaku untuk memetik hikmah. Selama ini, perasaan males atau mager sering kali hadir menyergap tiap kali mau beberes atau merawat seisi rumah. Rupanya aku melupakan satu hal, kenapa aku males, padahal semua kegiatan itu mulia.
Kok bisa mulia? ya gimana gak mulia, setiap kegiatan membawa kita pada kebaikan. Mencuci baju, bukankan kemudian baju itu dikenakan untuk menutup aurat dan kemudian dikenakan dalam aktivitas sehari-hari? Pakaian yang dicuci menjadi bersih dari najis dan kemudian juga menjadi indah dilihat? Bukankan bersih dari najis merupakan syarat sah diterimanya suatu ibadah? maka bagaimana mungkin Allah melupakan setiap sikatan, perasan, gilasan yang akulakukan setiap kali mencuci. Cuci piring, gak beda juga dengan sebelumnya, piring atau alat makan yang bersih digunakan untuk makan, di mana jika seorang muslim makan maka punggungnya akan tegak dan ia akan dengan baik beribadah karenanya, lantas bagaimana mungkin setiap busa yang kita sapukan pada alat makan tak mendapat nilai kebaikan di sisi Allah. Pun dengan mengepel, memasak atau kegiatan lainnya, tak satupun yang luput dari catatan malaikat yang bertugas. Jadi sekarang aku mulai mengerti, makna bahwa kita bisa beribadah sepanjang waktu, contonya saja dengan kegiatan merawat rumah ini, banyak sekali kemuliaan yang akan kita dapatkan insyaAllah.
Bukankah tidak akan Allah balas kebaikan melainkan dengan kebaikan pula? semoga setiap lelah yang ada menambah kemuliaan. Dan endingnya Allah ridho akan diri kita, melalui setiap amal kebaikan yang tersedia 24 jam dalam sehari.
Komentar
Posting Komentar