Langsung ke konten utama

BUNSAY: Komunikasi Produktif Hari Ke-1

Temuan hari ini:

Momen #1

Aku: Bu, kalau masih PSBB orang-orang yang mau walimahan gimana bu?

Ibu: ya berdoa ajah, semoga gak manjang. 

Aku: Mending akad dulu kali, terus walimah terbatas. Terus resepsi gedenya belakangan.

Ibu: Ya itu mah tinggal dimusyawarahin kedua belah pihak ajah.

Trus ibu pergi ngeloyong. Karena dikira aku gak lagi ngomong serius. Dengan posisi aku duduk di kursi dan ibu baru pulang dari warung. Sebenernya aku pengen ngomong lebih banyak, tapi pesannya gak nyampe.


Momen #2

Aku: Bu, kalau ada orang yang beli perabotan rumahnya gak banyak gapapa ya? Karena dia kan gasuka sama banyak barang, sukanya minimalis ajah.

Ibu: Iya gapapa itu mah. Sama Kayaknya kalau lagi begini, kalau orang-orang mau nikah mending akad dulu ajah baru resepsi deh biar aman. Kalau masih kondisi begini mau ngundang saudara, sahabat juga bingung. Mending akad dulu dihadiri orang terbatas dari keluarga inti.

Aku: Iya ya bu, walaupun jadi acara dua kali tapi insyaAllah lebih aman.

Jadi ternyata yg tadi pas momen 1 itu, ibu mikirin.. cuma tadi momennya gak pas buat ibu lanjutin diskusi karena mau masak. Pas aku diskusi sama ibu sambil ngelipetin pakaian, eh malah jadi cair.. poin poin yang mau dibicarain hari ini juga jadi kebahas semua.

Tantangan yang dihadapi hari ini:

Hari pertama tantangan komunikasi produktif ini, tantangan terbesarnya adalah mengalahkan rasa takut untuk memulai pembicaraan ke ibu. Rasa khawatir, takut kalau ibu gak menanggapi atau jadi marah menyertai di awal ketika akan memulai komunikasi.

Poin komunikasi produktif hari ini:

Choose the right time: momen 1 ✖ , momen 2 ✔

I'm responsible for my communication result ✔

Intensity of Eye Contact : momen 1 ❌, momen 2 ✔

Emang penting ya untuk keep positive thinking, karena bisa jadi orang belum menanggapi kita bukan karena gamau menanggapi komunikasi yang kita lakukan, tapi emang waktunya yang belum pas. Penting juga untuk memperhatikan waktu dan suasana yang tepat untuk ngobrol, biar respon yang didapet juga pas.

Rencanaku untuk esok hari:

Aku akan berkomunikasi secara produktif lagi dengan ibu, dengan bahasan santai untuk mengetahui respon ibu. Akan mencoba bermain bersama ibu dengan games bahasa cinta.

Bintangku hari ini  🌟🌟🌟🌟

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....