Langsung ke konten utama

Game Wahana Diving Pra Bunsay 6 IIP

 Diving? Soebuah aktivitas yang saya rindukan sejak lama. Saya suka, walaupun baru pertama kali waktu kuliah beneran diving di Bangsring Banyuwangi, pake alat dan di tempat yang sungguhan, walaupun juga dengan penuh drama hehe. Eh terus gimana bisa diving online di IIP kelas pra Bunsay ini?.

Hari ini lagi jadi cinderella di game terakhir pra bunsay di pulau cahaya dari kemarin belum sempat atau lebih tepatnya belum meluangkan waktu khusus untuk fokus. Setelah menyimak ulang materi yang disampaikan oleh Mba Maria Ulfa guidetour di wahana diving, akhirnya saya mulai menulis jurnal ini.

Mari menyelami lagi dirimu ini Syifa, seperti apa kamu itu? lalu seperti apa kamu saat ini di IIP? apa yang akan kamu perjuangkan ke depan? dan apa kesamaan dirimu dengan IIP?

Sebenernya saya bukan tipe yang suka mengungkapkan seperti apa diri saya ini. Tapi ini juga penting untuk diungkap si. Syifa adalah seorang perempuan yang sangat perhatian dengan orang-orang terdekatnya, selalu mau belajar dan kalau dapet ilmu kudu langsung dipraktekin biar gak lupa. Tapi Syifa ini orangnya terlalu banyak mikir buat ngelakuin sesuatu, yang padahal kalau sesuatu itu dilakuin ya gaakan jelek juga. Syifa orang yang kurang suka tampil di depan umum, apalagi di depan orang-orang yang belum dikenal, Syifa akan lebih dulu mengobservasi orang-orang baru itu, sampai bisa menyimpulkan harus bia bersikap seperti apa.

Sebelum belajar di IP, Syifa suka sekali lompat-lompat kalau ngerjain sesuatu yang akhirnya pekerjaannya jadi gaada yang maksimal. Suka berlebihan kalau mikirin sesuatu, misal ada temen yg left grup gitu akan jadi trigger buat Syifa merasa bersalah, kalau-kalau temennya itu left karenanya, yang kan padahal aslinya ya bukan. Syifa dulu punya luka masa kecil atau inner child negatif, yang ngebuat Syifa jadi kurang pede dan suka grasa-grusu kalau bertindak, pernah juga jadi menyalahkan orangtua di dalam hatinya dengan pendidikan yang diterimanya dengan ke soktauannya akan ilmu parenting yang pernah dipelajarinya.

Akhirnya bertemulah Syifa dengan IIP, di kelas matikulasi lah awal semuanya berubah. Syifa mulai dibenturkan hingga merasa sangat tertampar dengan materi-materi yang sebenarnya sederhana namun sarat makna. Syifa jadi lebih belajar membangun kebiasaan positif untuk mengerjakan sesuatu dengan fokus satu persatu, lebih wise dalam berpikir dan mengelola perasaannya walaupun masih tahap pemula, mulai bisa menerima inner child negatifnya dan berusaha berdamai dengannya lalu melakukan hal-hal baik dengan posstive inner childnya. Syifa jadi gak takut buat menyelami IIP lebih dalam lagi walaupun belum menikah, karena mendapatkan suntikan semangat dari semua teman belajar di IIP tentang pentingnya belajar, mempersiapkan diri dengan ilmu. Belajar menerima takdir terlahir dari keluarga yang Allah berikan, dengan segala kelebihan yang ada di keluarganya, belajar untuk bisa menjadi anak yang shalihah dan santun kepada kedua orangtuanya, walaupun masih jauh dari seharusnya.

Kedepan, saya harus terus fighting untuk terus mengembangkan diri memiliki akhlak yang mulia, karena akhlak yang mulialah ia akan bisa selamat dalam kehidupannya di dunia ini. Seperti piramida IP yang dirancang oleh pak Dodik, konseptor IP di bawah. Namun Syifa tetaplah Syifa, ia tak akan berubah menjadi Bu Septi, ini hanya salah satu jalan untuk terus memupuk semangat belajar dan menjadi perempuan shalihah yang diridhai Allah.



Piramida atas adalah output, piramida bawah adalah proses, kalau boleh menambahkan maka inputnya adalah diri sendiri. Saat ini saya masih berproses untuk bisa mencapai output tersebut, belajar lebih percaya diri, senantiasa mengupgrade kapasitas diri, adapun hebat mengelola keluarga dan mampu medidik dan mengembangkan anak dalam arti keluarga kecil memang belum, insyaAllah jika tiba masanya nanti Allah amanahkan maka semoga ini bisa menjadi bekal. InsyaAllah semua proses dan sarana yang ada akan diupayakan untuk bisa dijalankan dengan baik dan bijak.

Terima kasih atas kesempatannya bisa bermain di Wahana Wisata Ceria, terima kasih kepada seluruh tim yang bertugas semoga Allah balas dengan kebaikan yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....