Guru adalah partner orangtua dalam mendidik anak. Sejatinya amanah utama mendidik anak memang ada pada orangtua, namun dengan beberapa kondisi dan pertimbangan sekolah formal menjadi salah satu pilihan para orangtua untuk mendelegasikan tugas mendidik itu kepada sekolah. Namun dengan pendelegasian tersebut, tak serta merta 100% membuat orangtua lepas tangan begitu saja. Peran home education juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.
Sebagai partner sudah barang tentu harus menjalin komunikasi yang baik, agar terciptanya hubungan yang baik antara orangtua, guru dan sekolah tentunya sebagai instansi yang menaunginya baik saat sekolah berlangsung maupun saat libur.
Libur hari raya Idul Fitri telah tiba, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bahkan sebentar lagi akan masuk pada Penilaian Akhir Tahun. Saya suka menulis sesuatu dan mengirimkannya pada orang-orang tertentu, dan kali ini saya menulis sebuah pesan whatsapp kepada para Bunda dari anak didik saya:
Assalamu'alaikum Bunda yang dirahmati Allah..
Semoga Bunda dan keluarga dalam keadaan baik, dan selalu dalam lindungan Allah..
Tak terasa ramadhan akan segera berakhir, semoga diwaktu yang tersisa kita bisa memaksimalkannya untuk beribadah kepada Allah bersama keluarga di rumah. Sebuah kesempatan yang tengah Allah berikan ke kita, yakni waktu yang banyak bersama keluarga, yang mungkin bagi sebagian kita belum merasakan di tahun-tahun sebelumnya.
Selamat berlibur hari Raya Lebaran dan semoga kita bisa meraih derajat taqwa selepas ramadhan ini.
Saya selaku wali kelas Ananda, memohon maaf apabila dalam membersamai Ananda selama ini masih belum mampu menunaikan hak Ananda dan Ayah-Bunda dengan sempurna, dan apabila ada kesalahan yang tidak sengaja Saya lakukan mohon juga kiranya dibukakan pintu maaf..
Do'a terbaik dari Saya untuk Bunda serta keluarga, dan semoga Allah segerakan keadaan normal kembali..
Wassalamu'alaikum warahmatullah
Dengan penuh cinta,
Ustadzah/Ms Syifa
Pesan tersebut saya kirim ke semua Bunda, dan saya terharu saat membaca balasan berupa do'a-do'a baik yang dikirimkan. Semoga upaya menjaga hubungan baik ini, Allah nilai sebagai suatu kebaikan, upaya menjaga tali silaturahim yang akan memberikan kebaikan di hari ini dan yang akan datang.
Sebagai partner sudah barang tentu harus menjalin komunikasi yang baik, agar terciptanya hubungan yang baik antara orangtua, guru dan sekolah tentunya sebagai instansi yang menaunginya baik saat sekolah berlangsung maupun saat libur.
Libur hari raya Idul Fitri telah tiba, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bahkan sebentar lagi akan masuk pada Penilaian Akhir Tahun. Saya suka menulis sesuatu dan mengirimkannya pada orang-orang tertentu, dan kali ini saya menulis sebuah pesan whatsapp kepada para Bunda dari anak didik saya:
Assalamu'alaikum Bunda yang dirahmati Allah..
Semoga Bunda dan keluarga dalam keadaan baik, dan selalu dalam lindungan Allah..
Tak terasa ramadhan akan segera berakhir, semoga diwaktu yang tersisa kita bisa memaksimalkannya untuk beribadah kepada Allah bersama keluarga di rumah. Sebuah kesempatan yang tengah Allah berikan ke kita, yakni waktu yang banyak bersama keluarga, yang mungkin bagi sebagian kita belum merasakan di tahun-tahun sebelumnya.
Selamat berlibur hari Raya Lebaran dan semoga kita bisa meraih derajat taqwa selepas ramadhan ini.
Saya selaku wali kelas Ananda, memohon maaf apabila dalam membersamai Ananda selama ini masih belum mampu menunaikan hak Ananda dan Ayah-Bunda dengan sempurna, dan apabila ada kesalahan yang tidak sengaja Saya lakukan mohon juga kiranya dibukakan pintu maaf..
Do'a terbaik dari Saya untuk Bunda serta keluarga, dan semoga Allah segerakan keadaan normal kembali..
Wassalamu'alaikum warahmatullah
Dengan penuh cinta,
Ustadzah/Ms Syifa
Pesan tersebut saya kirim ke semua Bunda, dan saya terharu saat membaca balasan berupa do'a-do'a baik yang dikirimkan. Semoga upaya menjaga hubungan baik ini, Allah nilai sebagai suatu kebaikan, upaya menjaga tali silaturahim yang akan memberikan kebaikan di hari ini dan yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar