Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa
Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar
Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam
Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup
Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku
Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani
Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku
Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku
Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...
Hari berlalu, perasaanku membaru...
Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...
Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar...
Aku yakin bahwa setiap doa akan dikabulkanNya suatu hari nanti...
Nak, meski hingga kini kita belum bertemu dalam dimensi yang sama... Tapi aku tak pernah berhenti berdoa agar kelak, Allah hadirkan kamu kedunia...
Aku memang tak banyak berikhtiar dengan medis, tapi aku telah sekuat tenaga beikhtiar membawa dan menyampaikan doa itu di tanah HaramNya...
InsyaAllah ketika kamu hadir ke dunia ini, Allah yang akan jamin kehidupanmu melalui ikhtiar Ayah dan Bundamu di dunia...
Jika kamu lahir nanti dan mulai bisa berbicara
Panggil saja aku bunda... 😊
Tapi hingga kini akupun masih bertanya-tanya, mungkinkah aku dipanggil bunda?
Komentar
Posting Komentar