Langsung ke konten utama

Aku memang Tidak Begitu Gemar Nonton di Bioskop

Aku memang Tidak Terlalu gemar menonton di Bioskop

untuk kamu yg sedang berproses mengenalku, kukatakan padamu bahwa membaca buku lebih kusukai dari menonton film di bioskop..

jadi nanti jika kita bersama, kumohon jangan salahkan aku jika aku menceritakan alur cerita buku yg filmnya akan kamu tonton..

aku bukan sama sekali tak gemar menonton, hanya saja aku memang selalu tidak kuat dengan dinginnya ruang bioskop yg dibuat oleh pendingin ruangan itu..

dulu pertama kali ku ke bioskop di tahun 2012, menonton film bertajuk 2012, alih alih menagis lantar haru atau setidaknya begidik takut.. aku malah gagal konsen dengan dingin yang menyeruak, membuatku menggigil dan perlahan tanganku memucat..

lalu ku nontob lagi di bioskop, seingetku film dance gitu, tapi kulupa judulnya.. dan kejadian serupa berulang kembali, pendingin ruangan itu tak bersahabat denganku..

lalu terakhir di tahun 2017 lalu, aku bersama teman kuliah menonton film wiji tukul.. ya sama saja, lagi dan lagi pendingin ruangan itu pun kembali tak bersahabat. .

jadi nanti biarkan aku membaca dulu buku dari film yang akan kita tonton bersama.. syukur syukur kalau aku membacanya sambil bersandar dibawah pohon, dengan semilir angin yang memanjakanku.. kalau ditambah susu atau teh panas buatanmu kurasa akan lebih mengasyikan bagiku..

dipagi hari, Jumuah mubarok 22 desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....