Langsung ke konten utama

Sentuhlah Dia Tepat Di Hatinya




September 11 2016. RT 12, Desa Sumberjaya Kec. Godang legi
10:48
Sudah menjadi fitrahnya bahwa perempuan itu suka sekali berbicara. Jika kita sering mendengar “ satu kata dibalas seribu” ya memang itulah yang terjadi sesungguhnya. Stok kosa kata perempuan tiap harinya memang sangat banyak Saya rasa. Lalu bagaimana sebagai sesama perempuan di dalam sebuah organisasi agar tidak timpang semuanya berbicara?.
Saya berbicara hanya berdasarkan pengalaman dan apa yang sudah Saya lakukan saja. Saya tidak punya banyak teori, artikel pun Saya belum sempat mencarinya. Hal ini yang Saya coba lakukan sebagai sekretaris kaderisasi selama hampir satu periode ini.
Pertama, kita diberikan dua telinga dan satu mulut. Maka sejatinya kita harus lebih banyak mendengar. Siapa si yang gak seneng kalo lagi ngomong di dengerin?. Ya itu yang Saya coba, Saya lebih banyak membuka lebar telinga Saya untuk semua anggota FOKSI yang akhwat tentunya. Karena yang ikhwan sudah ada yang mengurus. Mungkin itu yang kadang orang bilang Saya jadi lebih suka diem. Karena efek dari hal yang sedang Saya biasakan terbawa kemana-mana hehe..
Kedua, kenali satu-satu pengurus yang ada. Sejauh ini sebenarnya menjadi PR karena Saya masih belum mengenal jauh bagaimana karakter bendum FOKSI. Tapi untuk BPH yang lain insyaAllah Saya sudah berusaha dengan kemampuan Saya. Beberapa kali Saya menghabiskan waktu bepergian dengan Erlian, walaupun Saya harus membawa motor kemanapun kita pergi bolak-balik karena Lian gabisa mengendarai sepeda tapi Saya tetap bahagia. Kalau sama Roosita bisanya kita ngobrol ya curcol-curcol lah, kadang juga sambil kulineran, sempat juga si Saya sama Roo ke pantai berduaan ajah trus dilanjutin makan. Kalau Rachma, biasanya lebih banyak ketemu di kampus, nah ini bakal jadi PR juga karena Saya belum pernah rumpi-rumpi cantik khusus dengan Rachma, setelah ini insyaAllah diagendakan. Ulfa alumni sekdep syiar Saya cukup kenal karena pernah keluar bareng si makan-makan kecil-kecilan, sekarang Ulfa digantikan oleh Reni. Kalau Reni InsyaAllah Saya sudah paham betul, karena sebelumnya Reni sudah bersama-sama di kaderisasi.
Ketiga, paham dengan Tupoksi sendiri dan orang lain. Paham dengan Tupoksi Saya sebagai sekdep kaderisasi adalah sebuah keniscayaan. Karena bagaimana Saya bisa bekerja dengan baik?, jika Saya masih bingung Saya harus melakukan apa sebagai Sekdep. Selain mengerti Tupoksi kita sendiri, Saya selalu berusaha membantu tugas-tugas PH yang lain yang memang Saya mampu. Saya merasa cukup ada pengalaman di bidang keuangan, maka sebisa mungkin Saya membantu bendum, dari mulai ngobrak-ngobrak setiap departemen untuk LPJ kegiatan terkait departemennya sampai ngecekin dan mastiin kalo itu LPJ udah digarap sampe uangnya turun. Sebagai Sekdep maka sebenarnya administrasi Saya harus baik, maka sebisa mungkin Saya membantu sekjen untuk setiap kegiatan ada notulensi dan juga presensi walaupun mungkin yang ini Saya belum istiqomah karena memang masih sulit. Kalau Kaput, paling Saya Cuma ngingetin buku kemuslimahan udah dibaca atau belum, yak karena buku itu seharusnya menjadi referensi untuk gerak kaput selama menjabat.
Keempat, perhatian sama semua orang. Haha ini agak susah ya, setiap orang itu fitrahnya seneng kalo diperhatiin. Minimal banget ya sms lah ingetin udah al’ma’suratan apa belum, udah shalat dhuha apa belum, udah tilawah apa belum. De el el
Kelima, peka peka.. jadi akhwat kudu peka, kalo kelihatan temennya udah mulai capek nah ayo disemangatin. Minimal kasih senyuman termanis yang kita punya lah, atau nyanyian yang ga merdu-merdu amat. Kalo ada temen lagi PMS, ya kudu siap jadi pelampiasan ke-badmood-annya. Kalo lagi ada yang nangis ya di kasih pundaknya atau dipeluk temen akhwatnya, biarin dia nangis sampe puas dulu baru nanti kalo udah puas ditanya kenapa gitu, jangan kebalik ya kasihan nanti malah stress temennya.
Keenam, kalau punya rezeki mah jangan pelit-pelit buat berbagi. Setiap orang kan suka kalo  di traktir, nah beliin lah walaupun sekadar donat atau cokelat. Kan katanya harta yang kita miliki itu adalah apa yang udah kita beri.
Sebenarnya kalau disuruh buat panduan baku gimana menyentuh hati temen akhwat ya Saya belom sanggup. Kerena sebenernya yang ngerti hatinya temen akhwat ya cuma dia dan Allah yang tahu. Kadang temen kita terlihat tegar di luar, senyum-senyum, ketawa terbahak-bahak tapi padahal hatinya menangis tersedu-sedu dan pikirannya hampr penuh dengan kegelisahan. Tapi yang penting mah kita usaha dulu, karena kalo bukan kita yang mulai untuk mencoba ya mau ngarep ke siapa?. Sekarang-sekarang ini menurut Saya buat mempengaruhi orang melakukan tindakan kebaikan yang harus dilakukan adalah dengan memberikan keteladanan. Mana ada orang mau disuruh buang sampah ke tempat sampah?, kalau yang nyuruh juga sering buang sampah sembarangan.
Kita hanya butuh tenaga yang lebih prima, kemauan yang lebih kuat, bacaan yang lebih banyak, tulisan yang lebih istiqomah, diri yang tidak banyak memberikan banyak pemakluman ke diri sendiri, mimpi yang lebih tinggi, usaha yang lebih giat untuk bisa membuat diri kita lebih baik. Karena kalau dalam organisasi hanya sekedar ada, para teroris pun berorganisasi dan terorganisir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....