Berada diantara Dua Kaput
Roosita dan (mbak) Lusiani, sahabat Saya sekaligus partener berantem
Saya yang sangat Saya cintai.. wkwk kalo ada orangnya si Saya males bilang begini..
Lusiani
Dulu, saat Saya masih awal sekali berada di FOKSI, Saya masuk di
departemen media dan syiar (saat ini syiar saja namanya) atau disingkat medis.
Siang atau pagi itu (Saya agak lupa), sebuah pesan singat masuk ke hp Saya daro
nomor yang tidak Saya kenal. Meminta tolong pada Saya untuk membelikan parsel
untuk pemateri kajian nanti sore, dia mengenalkan dirinya sebagai mbak lusiani/
BP 2012 staff FOKSI. Walaupun Saya bingung dan tidak paham tapi Saya tidak
menolaknya, malahan Saya bela-belain untuk pinjam motor ibu kosku untuk beli
parsel di tempat yang cukup jauh dari kosku.
Dengan berbekal hp, Saya terus bertanaya melalui pesan singkat apa saja
yang harus Saya belidan cirri-ciri dari barang-barang yang harus Saya beli.
Masa-masSaya di medis sebagai staff muda tidak cukup lama, karena periode
setelahnya Saya berada di naungan departemen kewirausahaan. Saya berpisah
departemen dengan mbak lusi, yak karena mbak lusi sekarang menjadi sekretaris
departemen risteknya FOKSI. Walaupun begitu, kita tetap main bareng.
Saya kadang juga main sampain menginap di kosnya mbak lusi, pergi kajian
bareng dan lainnya. Hingga akhirnya masa kepengurusan ini berakhir. Dan you
khow what..?!. mbak lusi jadi kaput …*mari tepuk tangan..
Liburan semester tiga saat itu Saya tidak pulang ke bekasi, Saya ikut
mbak lusi ke magetan untuk liburan dirumahnya. Kedekatan kami kian terbangun,
dari mulai ke pesar, ke telaga sarangan sampai ke sawah. Ya kami banyak
berdiskusi untuk keberlanjutan FOKSI kedepannya, karena saat itu aku pun
diamanhakan menjadi sekretaris biro mentoring membersamai mbak lusi.
Sampai saat ini, sampai Saya menjadi sekretaris kaderisasi ini dan mbak
lusi menjadi penasehat dewan organisasi kami masih bersahabat baik. Saya masih
sering menginap dikontrakannya dan kita pergi makan berdua dan lainnya
dengannya.
Mbak lusi sosok kakak dan teman yang baik. Selayaknya kakak, dia member
Saya banyak masukan dan semangat jika Saya sedang down. Terutama saat saat ini,
saat Saya menjadi teman kerja arif. Jujur saja, memang sangat berat. Bukan
Karena Saya harus menyelesaikan apa-apa sendiri, karena Saya tidak pernah
melakukan itu. Tapi karena Saya harus mengikuti ritmen kerja arif dan
konsep-konsepnya yang kadang membuat Saya underestimate kepada diri Saya
sendiri “apaiya Saya bisa?”. Namun kehadiran mbak lusi sangat sangat membuat
Saya kembali menemukan diri Saya, bahwa Saya harus tetap menjalani amanah ini
dengan lapang dada, dengan semangat dan penuh tanggungjawab dan rasa cinta agar
semuanya tidak terasa berat.
Roosita
Beda lagi dengan perempuan magetan kelahiran 1995 yang satu ini, dia
perempaun kuat kalo kata orang. Tapi buat Saya dia teman Saya yang paling
cengeng, sama kayak mbak lusi si sama sama cengeng. Gimana nggak, sering banget
Saya harus menyediakan bahu Saya untuknya kalo air matanya sedang bercucuran,
ya itu masalah FOKSI maupun yang lainnya. Wkkwkwk maapin Saya roo..
Perkenalan Saya dengan roosita berbeda dengan mbak lusi, Saya sudah tahu
roosita terlebih dahulu saat ospek atau krima. Perempuan berkerudung panjang
dan lebar ini cukup menarik perhatian Saya, untung saja Saya akhwat ya jadi gak
masalah. Roosita begitu aktif saat krima, dia terlihat keren veris Saya. Hingga
suatu hari Saya dikenalkan dengan roosita saat Saya berada di MBU, Saya lupa
siapa yang mengenalkan Saya dengan roosita. Tapi hingga akhirnya Saya dekat
dengan roosita Saya tidak ingat betul, mungkin setelah kita sama-sama menjadi
pengurus harian pada periode mbak lusi atau mungkin sebelumnya. Ah gak penting
lah, yang penting Saya dan roosita sekarang ya udah saling paham satu sama lain
lah ya.
Sejak maba roosita sudah berada di departemen kaderisasi, karena usut
punya usut roosita dulunya anak OSIS. Ya apalah dengan Saya, yang dulunya gak
lolos saat seleksi OSIS di SMA. Saat Saya menjadi sekretaris mentoring, roosita
menjadi sekretaris kaderisasi. Ya Saya banyak belajar tentang kaderisasi dengan
bu master satu ini juga tentunya. Satu tahun di pengurus masa mbak lusi membuat
Saya dan roo cukup dekat, tapi belum sedekat sekarang.
Setahun berjalan, akhirnya masa kepengurusan mbak lusi pun harus
disudahi. Ya karena estafet kepemimpinan harus dilanjutkan oleh generasi yang
baru. And yup sesuai judul lah, kamu udah bisa tebak siapa penggantinya. Tentu
saja bukan Saya, karena Saya sebagai sekretaris departemen kaderisasi. Ya
Roosita si perempuan chocohips yang harus merelakan pundaknya untuk mengembang
amanah Ketua Keputrian. Lagi-lagi perempuan magetan Berjaya huuuh
Roosita mengajarkan Saya banyak hal, dari bagaimana penggunaan titik
pada pesan singkat sampe menyadarkan Saya bahwa Saya itu keren. Ah roo kamu
hanya sedang menghibur Saya saja syaa rasa. Banyak cerita yang hanya kami
berdua yang tahu bahkan mbak lusi pun gatau. Banyak tawa yang sudah sama-sama
kita ciptakan berdua dan banyak kegilaan yang membuat kami kadang lupa dengan
masalah yang ada.
Sudah hampir setengah periode saat Saya menulis cerita ini, tidak tahu
juga kenapa Saya sangat ingin menulis tentang mereka berdua walaupun ditulisan
yang gak jelas dan juga sangat singkat ini. Yang jelas dua Ketua Keputrian di
dua generasi berbeda ini sudah memberikan banyak pelajaran berharga yang sangat
sulit Saya ungkapkan melalui tulisan ini. Ah sangat cengeng Saya jika sudah bahas masalah ini, mengingat
bahwa sebentar lagi mbak lusi akan segera selesai di amanah akademiknya dan Saya bersama Roosita akan purna menjadi pengurus FOKSI.
Saya menjadi sangat tidak sabar, kira-kira setelah lulus nanti dua orang
hebat ini akan menjadi apa ya?. Menjadi profesorkah? Ibu rumah tanggakah? Atau… hmm atau mungkin
kita akan bertetangga.. wallahu’alam
Ya Allah, semoga Do’a –do’a rabithah yang kami panjatkan pada-Mu selalu
menjadi pengikat akan persaudaraan kami yang kami bangun di dunia dan kami
ingin rasakan juga di Surga. Saat ini, kami bertemu dalam ketaatan pada-Mu maka
izinkanlah kami berpisah dalam ketaatan pada-Mu jua. Hingga Kau tak ragu lagi
untuk menjadikan kami sebagai sahabat surga.
Komentar
Posting Komentar