Langsung ke konten utama

Bangun komunikasi yang baik




September 11 2016
21:29
Hal klasik dalam Lembaga Dakwah Kampus adalah seringnya antara ikhwan dan akhwat miss Communication. Hal ini seperti hal yang sangat biasa dan menjadi rahasia umum menurut Saya. Mungkin pernah diantara kita pada saat penyampaian laporan departemen dan ternyata yang disampaikan ikhwan dan akhwat atau kadep dan sekdep atau ketum dan kaput berbeda bahkan terkadang bertolak belakang. Alasannya adalah karena interaksi ikhwan dan akhwat terbatas atau dibatasi.
Dijaman yang canggih ini,Saya rasa diantara aktivis dakwah hampir semuanya mempunyai handphone-maap kalo Saya terlalu liberalis-. Dan Saya rasa seharusnya media ini dimanfaatkan dengan baik. Jika memang merasa terganggu jika harus berbicara secara langsung maka selayaknya semua dikonsolidasikan melalui pesan singkat, atau mungkin media chatting yang ada saat ini.
Bangun pemikiran yang sama sebelum syuro di mulai. Jangan sampai justru saat penyampaian bidang kita justru kita sibuk berdebat dengan partner kita sendiri, padahal seharusnya ini adalah hak anggota syuro yang lain untuk bisa mengkritisi atau memberikan masukan-masukan. Sungkan adalah hal yang wajar, namun menurut Saya jangan sampai hal tersebut membuat kerja kita jadi berantakan dan jauh dari kata maksimal.
Kalau belum jelas, maka jangan malu untuk bertanya dan mengakui kalau memang kita gak paham. Ini juga yang mungkin sering terjadi, karena takut dibilang gak nyambungan mungkin atau alasan lainnya kita jadi enggan untuk bertanya. Padahal penunjang komunikasi adalah adanya timbal balik. Bertanya tidak akan merendahkan kehormatan, justru bertanya adalah jujur pada diri sendiri bahwa kita harus lebih serius lagi.
Berikan apresiasi kepada partner kita, setiap orang menyukai jika hasil kerjanya diapresiasi dengan baik. Jika target yang sudah sama-sama dibuat dapat diselesaikan maka sudah sepantasnya untuk mengapresiasi. Banyak cara bisa dilakukan, dan yang penting adalah mengakui dan ikut senang atas keberhasilan saudara kita.
Biasakan ucapkan terimakasih dan mohon maaf. Jangan merasa hina dengan meninta maaf jika memang kita salah. Dan jangan merasa rendah jika kita mengucapkan terimakasih. Karena dua kata tersebut bagi Saya adalah dua kata mujarab untuk membuat sesorang sedikit berpikir dan akhirnya merasa senang.  Jika partner kerja kita sudah menyelesaikan target dalam departemen maka ucapkan terimaksih karena dia sudah membantu kita berjalan lebih jauh. Jika memang kita salah, maka jangan merasa hina jika meminta maaf, ucapkkan maaf untuk setiap kesalahan yang besar ataupun kecil yang disengaja maupun tidak disengaja. Jangan sampai luka yang tertoreh dalam hati saudara kita nantinya akan menjadi penghalang dari kinerja kita dalam dakwah.
Terakhir, tetap berada dalam koridor interaksi ikhwan akhwat. Sebagai muslim yang baik tentu kita paham bagaimana harus berinteraksi dengan sesama manusia baik yang ikhwan maupun akhwat. Jangan menyepelekan aturan yang sudah disepakati.  Apakah kita senang jika apa yang sudah kita muntahkan lalu kita makan kembali?.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....