Langsung ke konten utama

Nasehat bagi hati

Setiap hal yang terjadi dalam hidup, semua sudah Allah yang tentukan. kesuksesan hari ini, kebelum berhasilan hari ini adalah juga bagian dari garisan takdir yang Allah tentukan.

Terkadang, saat diri belum siap menanggung amanah yang kita anggap berat, Allah sudah katakan bahwa kita tidak akan dibebankan melainkan sesuai dengan kesanggupan diri. Mungkin terlihat berat, jalani saja dulu, biar Allah yang bantu untuk kuat menyusuri setiap ujian yang sejatinya akan menaikkan kedudukan kita disisiNya.

Turunkan ego, jika nyatanya ego kita menghancurkan keteguhan hati. Tenangkan diri, jika nyatanya semangat menggebu membuat hati mulai berbangga. Ini tentang perjalanan yang ujungnya tak mudah kita ketahui, tapi kita yakini dalam hati. Pasrahkan diri, pada Rabb pemilik diri ini, tersebab hanya Dia yang mengetahui ihwal masa depan diri ini.

Bukan tentang siapa yang bermimpi dan siapa yang berjuang. Ini adalah tentang menyatukan mimpi dan berjuang bersama. Tidak perlulah merasa paling super power sehingga melupakan kodrat diri, bahwa sejatinya diri ini membutuhkan orang lain tersebab status makhluk sosialnya.

Menyadari akan kepenuhmaknaan hidup, akan membuat jalan yang dilalui menjadi lebih berarti. Bahwa setiap apa yang dilaku adalah dengan tujuan yang satu. Bahwa setiap apa yany diucap adalah untuk menyempurnakan ikhtiar. Berbahagialah wahai hati, jika saat ini kita masih dikelilingi orang-orang sholih. Bersedihlah wahai hati, jika hingga kini kau sibuk berbangga diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....