Berjalan meyusuri setiap jalan kebaikan, kadang berlari-lari kecil, namun tak jarang juga harus berlari dengan cepat, tersebab diri harus senantiasa bersiap di setiap keadaan.
Pada awalnya, banyak ketakutan-kegelisahan yang menyertai, namun dengan sigap sahabat mengingatkan bahwa ada Allah disisi. Ya memang mencukupkan diri bahwa selalu ada Allah disisi memang membutuhkan latihan yang tidak instan.
Saat impian kita adalah impian surgawi, maka dunia tak menjadi menarik dihadapan diri. Saat impian kita adalah impian surgawi maka kita hanya akan menjadikan dunia sebagai sarana menebar kebermanfaatan.
Impian surgawi tak mungkin diwujudkan dengan upaya yang minimalis, sebab surga tak diperuntukkan bagi insan yang biasa-biasa saja. Impian surgawi pun tak mampu diwujudkan hanya sendiri, butuh tim yang bekerja atas nama ketaatan pada Rabbnya untuk mampu menjadikan impian surgawi benar-bebar terwujud.
Mari kuatkan kaki untuk berjalan menyusuri jalan kebaikan ini, kuatkan pundak untuk memikul amanah kebaikan di lajur ini, luaskan hati dan pikiran untuk memberi kebermanfaatan yang sarat makna di jalan ini.
Komentar
Posting Komentar