Langsung ke konten utama

MEMULAI LANGKAH

Seperti ketika mendorong sebuah mobil, dorongan pertama akan berat lalu setelahnya akan lebih ringan. Seperti ketika berolahraga hari pertama biasanya meninggalkan rasa pegal pada tubuh. Begitulah langkah pertama memang cenderung lebih sulit, dan kesulitan terbesar adalah untuk memulainya. Memulai langkah, seolah bayangan kepedihan, kesusaha, kelelahan sudah tervisualisasikan dengan jelas.

Jika ada kebaikan yang ingin kita biasakan dalam diri, maka sejatinya memang harus berani memulai langkah. Segontai apapun kita memulainya, langkah pertama itu harus kita jalani. Karena semua bisa karena terbiasa, dan bagaimana mungkin kita akan terbiasa jika kita tidak pernah memulainya?

Hari-hari yang kita jalani ini mungkin sedikit membuat kita jenuh, apatah lagi tentang penantian pertemuan kita. Maka kurasa kita hanya harus berani memulai langkah untuk setiap perbaikan baru setiap harinya. Masa-masa ini biarkan jadi masa yang sangat berarti seperti masamu untuk memulai langkah menabung, awalnya mungkin kamu berpikir uang yang kamu kumpulkan sedikit, tapi beberapa waktu setelah kau rutinkan insyaAllah ia akan cukup, biarlah Allah yang mencukupkan.

Awalnya, mungkin untukmu menyisihkan waktu berbincang dengan orangtuamu begitu sulit lantaran jam terbang dakwahmu di tempat kerjamu atau di masyarakat begitu padat, mungkin ini waktu yang tepat untukmu memulai langkah menyisihkan waktu bersama orangtuamu, keluargamu, agar kelak kamu terbiasa menyisihkan sedikit waktu untuk mendidik keluarga kecilmu. Karena kamu memang milik ummat, dan aku insyaAllah akan sangat memahami itu, namun aku hanya akan sedikit meminta waktumu untuk mendidik kami, keluarga kecilmu. Setelah itu, kamu memang harus keluar meninggalkan rumah untuk membina ummat.

Biarkan ribuan langkah itu akan ringan dengan sendirinya, saat kita, berani untuk memulai langkah yang pertama. Biarkan jarak yang jauh menjadi tidak ada artinya, kecuali kebermanfaatan untuk ummat, saat kita, berani memulai langkah yang pertama.

Dan biarkan masa penantian akan pertemuan ini menjadi sarana melakukan banyak kebaikan, karena kita sudah sama-sama berani memulai langkah kebaikan. Allah ingin kita memulai langkah kebaikan yang lain, agar ketika kita dipertemukan maka kita tak akan takut memulai langkah, karena kita sudah terbiasa memulainya, sejak sebelum dipertemukan.

Jangan takut langkahmu tak berujung, karena surgaNya itulah di ujung jalanmu. Jangan takut hartamu habis, karena disisNya lah semua kebaikan. Jangan takut waktumu cepat berlalu, karena sejatinya kamu sudah berusaha memulai langkah kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....