Menembus ruang-ruang keterbatasan, bukan tidak menyukai hal-hal biasa di keseharian, tapi nyatanya memang hal-hal biasa itu mudah hilang.
Jika alasan berjuang karena dunia, sungguh dunia itu akan cepat berubah, dan dengan perubahan itu apakah lantas kita akan berhenti berjuang?
Jika alasan berjuang karena Allah, sungguh Allah itu kekal dan tak akan membiarkan hambaNyan pergi kecuali dengan kebutuhannya sudah terpenuhi.
Jika memang takdirnya, ia tak akan kemana. Sebagaimana air di hulu yang pad akhirnya bertemu dengan lautan. Selayaknya daun yang pada akhirnya bertemu dengan tanah.
Jika memang bukan takdirnya, mau dipaksakan seperti apapun ia taakan bertemu. Seperti manusia yang menginginkan sayap untuk terbang, mustahil.
Jika memang takdirnya, ia akan dilancarkan. Betapun banyaknya rintangan yang menghadang. Jika benar takdirnya, ia akan bersama-sama dibimbing untuk menembus ruang-ruang keterbatasan itu.
Jika memang takdirnya, pasti ia akan berisisan.
Jika alasan berjuang karena dunia, sungguh dunia itu akan cepat berubah, dan dengan perubahan itu apakah lantas kita akan berhenti berjuang?
Jika alasan berjuang karena Allah, sungguh Allah itu kekal dan tak akan membiarkan hambaNyan pergi kecuali dengan kebutuhannya sudah terpenuhi.
Jika memang takdirnya, ia tak akan kemana. Sebagaimana air di hulu yang pad akhirnya bertemu dengan lautan. Selayaknya daun yang pada akhirnya bertemu dengan tanah.
Jika memang bukan takdirnya, mau dipaksakan seperti apapun ia taakan bertemu. Seperti manusia yang menginginkan sayap untuk terbang, mustahil.
Jika memang takdirnya, ia akan dilancarkan. Betapun banyaknya rintangan yang menghadang. Jika benar takdirnya, ia akan bersama-sama dibimbing untuk menembus ruang-ruang keterbatasan itu.
Jika memang takdirnya, pasti ia akan berisisan.
Komentar
Posting Komentar