Langsung ke konten utama

detik-detik staff magang bem



Stelah menjalani krima hngga jam stengah 12 siang, aku terjadwal mengikuti meet and greet dengan presiden BEM FPIK beserta jajarannya. Yah beberapa waktu lalu aku sempat mendaftarkan diriku untuk menjadi staff magang di BEM. Aku juga sempat mengikuti screening, kalau tidak slah mengingat waktu itu hari jum’at sekitar jam 1.
Setelah menunggu yang lain pulang, akhirnya diinstruksikan oleh kakak bem untuk isoma selama 30 menit. Aku pun shalat dan setelah itu makan bersama Resi, Resi adalah temanku di foksi. Foksi sendiri adalah sebutan atau nama untuk rohis fakultas FPIK. Sekitar jam setengah 1 aku menuju gedung c, sesampainya digedung c  ternayata acaranya dipindah di gedung d. Aku dan Resi beserta yang lain segera menuju gedung d.
Setelah masuk keruangan, aku dan yang lainnya harus menunggu karena presiden dan menteri-nya sedang rapat terlebih dahulu. Sambil menunggu aku beserta teman-teman yang berada di di ruangan berkenalan satu sama lain, perkenalan berlangsung lumayan lama. Aku agak kesulitan menghapal nama teman-teman ynag duduk di sekitarku, karena memnag jumlahnya ynag bnayak. Aku yakin tak hanya aku yang kesulitan tetapi yang lain juga.  Setelah cukup lama berkenalan akhirnya, presiden beserta jajarannya tiba di gedung D dan segera masuk ke ruangan tempat kami berkumpul ynag dimana tempat ini adalah tempat untuk meet and greet.
Oiya sebelum acara dimulai kami para peserta di minta untuk mengisi daftar hadir terlebih dahulu, ada yang membuatku bingung karena dikertas tersebut tertulis Daftar Hadir STAFF MAGANG BEM, dan tidak terdapat kata CALON di kalimat tersebut, selain itu di presentasi pembuka juga tertera tulisan STAFF MAGANG 2013. Aku bertanya-tanya apakah mungkin aku dan yang lainnya telah diterima menjadi staff magang? Atau mungkin terjadi kesalahan dalam pengetikan absensi dan pembuatan presentasi tersebut?.
Acara dibuka dengan bacaan basmalah, lalu dilanjutkan dengan sambutan presiden, perkenalan dari masing-masing kementrian, hingga sharing sedikit tentang kementerian oleh para menteri terkait ataupun perwakilannya. Saat presiden berpidato, diakhir pembicaraannya beliau menanyakan apakah kami yang hadir masih calon atau sudah menjadi staff magang?. Hal tersebut pulalah yang ditanyakan oleh MC kepada presiden, karena kami yang hadir juga dibuat bingung dan penasaran olehnya.
Setelah membicarakan ini dan itunya, kahirnya presiden mengatakan bahwa kami semua telah resmi menjadi STAFF MAGANG BEM FPIK. Rasa senang, bingung, dan tak percaya menggelayuti batinku. Aku tak percaya bahwa ternyata aku bisa menjadi staff magang di bem, stelah sekian lama berbicara presiden menutup pidatonya. Acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, aku sempat bertanya kepada kementrian PSDM mengenai bidang rohani yang ada idbawah naungan KEMENPSDM, sejak pertama kali membacanya aku sangat tertarik. Terdapat 3 sesi pertanyanaan pada hari itu. Setelah sesi pertanyaan lallu kami diberi waktu untuk memilih kementrian apa yang akan kita pilih. Aku sendiri memilih kementrian PSDM dan bidang Rohani nya.
Setelah  memilih, kami diminta untuk berkumpul pada masing-masing kementrian ynag dipilih, untuk akhirnya kami berdiskusi. Diskusi dilakukan sampai kira-kira pukul empat sore, dan akhirnya acara pun selesai, dan ditutup dengan bacaan hamdalah.
Awalnya aku tak pernah membayangkan jiaka akhirnya aku bisa menjadi staff magang di bem, karena sebelumnya untuk mendaftar saja rasanya ku enggan. Namun Allah berkata lain, Allah memberiku jalan untuk bisa mendaftra, mengikuti screening, hingga akhirnya bisa bergabung di BEM.
Satu hal yang dapat kuambil pelajarannya, sekuat apapun kita menolak takdir ynag Allah sudah rencanakan dan sudah Allah berikan  semuanya takan berguna. Karena dalam al-qur’an pun dijelaskan “jika Allah berkata jadi maka jadilah ia”. Jika Alloh sudah berkehendak menjadikanku seperti sekarang maka tak ada satu hal pun yang dapat merubahnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....