Kicau burung dan cahaya surya menambah indahnya pagi ini,
baru saja aku selesai santap pagi saat aku menulis cerita ini. Di desa ini
kubanyak belajar arti kesederhanaan, di desa ini aku belajar arti kekeluargaan,
di desa ini pula aku belajar arti indahnya berbagi. Sudah tiga hari aku berada
di sini, namun pelajaran berharga ynag kudapat lebih dari segalanya. Semua
terasa indah, semua terasa sempurna aku pikir. Tak henti ku mengucap syukur
karena aku bisa mendapatkan kesempatan mengunjungi desa ini.
Sebuah kampong yang berada di pelosok probolinggo, sebuah
kampong yang berada di gunung yang ku tak tahu namanya hingga saat ku tulis
cerita ini. Di sini pula ada sebuah pondok pesantren yang menurutku sangant
minim fasilitas, namun mereka semua seakan tak merasakan hal itu. Mereka,
anak-anak yang belajar di pondok pesantren itu tak pernah sedikitpun raut sedih
tersirat dalam wajahnya. Mereka yang
baginya ini adalah kesempurnaan, mereka ynag baginya ini adalah kebahagiaan.
Betapa bodohnya jika kita yang bisa menikmati
fasilitas-fasilitas mewah masih merasa kurang, kita yang dengan mudah mengakses
segala yang kita mau masih merasa tak cukup. Sungguh bak ditampar diriku ketika
melihat kehidupan mereka. Mereka yang menikmati hidupnya dengan penuh
kesederhanaan, tak ada sedikitpun keluhan yang kudengar.
Komentar
Posting Komentar