Betapa lidah
ini kelu bu untuk mengatakan hal itu, ya untuk mengatakan bahawa “aku
mencintaimu karena Allah”. Ibu, mungkin aku tak terbiasa sejak kecil untuk
mengucapkan terimakasih kepadamu, tapi percayalah bahwa aku tak mampu
mengucaapkannya saat ini bukan karena dirimu tak istimewa, namun ini hanyalah
kebodohanku semata yang tak sanggup untuk sekedar mengucapkannya padamu walau
hanya lewat pesawat telepon.
Ibu, kau tak
pernah mengeluh akan lelahnya dirimu mengandungku,merawatku dan terus
mendoakanku hingga kini. Namun aku, apa yang sudah aku lakukan untuk sedikit
saja membuatmu bahagia. Atau mungkin justru aku terus dan terus saja membuat
air matamu jatuh akan tingkahku yang buruk. Kau tak pernah mengajarkanku
keburukan bu, akulah yang tak pernah mendengarkan nasihat dan peringatan darimu
disaat aku kanak-kanak.
Ibu, kini
kita terpisahkan oleh jarak. Kau di barat dan aku di timur, rasa rindu ini tak
bisa diobati walau seringkali aku menelponmu. Memang tak jelas apa yang ingin
aku bicarakan lewat telepon. namun mendengar suaramu dan memastikan jika kau
masih bisa menjawab teleponku itu membuatku lebih tenang. Ibu maafkan aku atas
semua kesalahanku atas semua perkataan dan perbuatanku yang menyakiti fisik
maupun batinmu.
Ibu, aku
tahu kau tak pernah lelah untuk terus mendo’akanku, namun maafkan aku karena
terkadang aku justru lupa untuk mendoa’akanmu disaat sempitku. Ibu, kau wanita
hebat dan pantas saja jika surgaku hingga kini berada dibawah kakimu bu.
Ibu, aku
mohon beristirahatlah sejenak jika kau merasa lelah, aku takut dan sedih jika
mendegar kau tengah sakit di barat pulau jawa sana. Ibu, ridhoilah aku utnuk
beribadah di timur pulau jawa ini bu. Maafkan jika dahulu aku tak menuruti
keinginamu dan lebih memilih untuk menimba ilmu di timur ini. Ibu aku mohon
jangan pernah bosan untuk mendo’akan aku, dan aku yakin kau tak akan pernah
bosan.
Walau kini
usiaku sudah menginjak 19 namun aku ini anakmu yang manja, aku ini tetap anak
perempuan kecilmu yang pernah jatuh dari ayunan dan membuat alis mataku bocor
dan berbekas. Aku ini tetap anakmu yang selalu menghisap ujung bajumu disaat
aku ingin tidur hingga membuat bajumu basah.
Ibu jaga
kesehatanmu dan mohon do’akan anakmu yang sedang belajar menjadi anak solihah
ini bu.
Komentar
Posting Komentar