Sore ini aku cukup gundah memikirkan ukt, aku pun belum
krs-an sampai saat ini. Disaat teman-temanku sudah mengetahui kelasnya masing”,
ya aku masih menunggu pengumuman itu.
Aku sangat berharap bisa turun hingga ke golongan 3,tak
perduli waktu kuliah yang kuambil harus pagi sekali nantinya.
Hari ini terasa begitu membosankan, astaghfirullah tak
seharusnya mungkin seperti ini aku berpikir.
Aku mulai merindukan rumah, aku mulai merindukan ibuku,
ayah, icay, fia, lala, dan ezra. Orang-orang yang kukasihi di dunia ini, tak
tahan ingin menitikan air mata tiap rindu ini melanda. Inilah konsekuensi yang
harus aku tanggung dari pilihanku saat hendak berkuliah di waktu silam.
Aku berjanji tak akan memikirkan soal yang tak seharusnya
kupikirkan saat ini (red: cinta), ya karena memang belum saatnya hal itu untuk
kupikirkan. Yang harus aku pikirkan adalah untuk selalu meng-upgrade kualitas
diri ini sehingga bisa menjadi lebih baik lagi. Aku juga ingin agar indeks
prestasiku bisa meningkat semester ini. Aku tak ingin mendapati nilai B di
KHSku lagi, ibu aku ingin makan seperti di rumah, namun aku harus lebih
menghemat disini. Maafkan aku yang tak menurutimu untuk selalu makan nasi, aku
ingin memiliki berat badan yang ideal.
Saat ini empat kepanitiaan kujalani, namun acap kali kekosongan
ini hadir. Aku menjadi amat begitu kesepian, namun kemudian aku ingat bahwa
Allah selalu membersamai. Allah tak akan meninggalkanku jika aku tak berusaha
untuk meninggalkan-Nya. Allah akan tetap
Sempurna tanpa aku yang berlumur dosa ini.
Hari ini aku merindukan mbak ma’, ya dia seniorku yang aku
senangi. Dia bak lilin ditengah gelap untukku, sederhana namun sarannya selalu
bisa aku terima. Semoga Allah selalu menjaganya dan keluarganya.
Mungkin tulisanku ini memang seperti air dan minyak ya tak
bisa menyatu dan tak bisa disangkut pautkan topiknya. Namun ini yang ingin aku
tuliskan, ini yang ada di hati saat inii.
Masih banyak hal” yng selalu kuacuhkan, niat yang seharusnya
aku lisankan tiap kali ingin meninggalkan kos selalu saja terlupakan olehku. Aku
takut hal” yang aku lakukan justru tak diridhoi-Nya, apalah ari diri ini jika
Allah saja tak mau lagi melihatku.
Aku ingin pergi kesuatu tempat, aku ingin menenangkan diriku
sejenak. Aku bosan terus-terusan berada di kos untuk waktu yang lama. Aku ingin
ke pantai, aku ingin ke gunung, ataupun ke tempat ramai lainnya.
3 tahun lagi, ya tidak lama kurasa untuk menuju menjadi
sarjana. Aku masih dan masih berkutat
dengan siam saat ini, membuka menutup mebuka lagi dan begitu seterusnya, aku
mulai gundah lagi.
Saat di kampus aku ingin kembali ke kost, saat di kos aku
ingin sekali pergi. Apalah mau diri ini, tak tahu diri sekali rasanya.
Komentar
Posting Komentar