Langsung ke konten utama

Postingan

Aku memang Tidak Begitu Gemar Nonton di Bioskop

Aku memang Tidak Terlalu gemar menonton di Bioskop untuk kamu yg sedang berproses mengenalku, kukatakan padamu bahwa membaca buku lebih kusukai dari menonton film di bioskop.. jadi nanti jika kita bersama, kumohon jangan salahkan aku jika aku menceritakan alur cerita buku yg filmnya akan kamu tonton.. aku bukan sama sekali tak gemar menonton, hanya saja aku memang selalu tidak kuat dengan dinginnya ruang bioskop yg dibuat oleh pendingin ruangan itu.. dulu pertama kali ku ke bioskop di tahun 2012, menonton film bertajuk 2012, alih alih menagis lantar haru atau setidaknya begidik takut.. aku malah gagal konsen dengan dingin yang menyeruak, membuatku menggigil dan perlahan tanganku memucat.. lalu ku nontob lagi di bioskop, seingetku film dance gitu, tapi kulupa judulnya.. dan kejadian serupa berulang kembali, pendingin ruangan itu tak bersahabat denganku.. lalu terakhir di tahun 2017 lalu, aku bersama teman kuliah menonton film wiji tukul.. ya sama saja, lagi dan lagi pendingi...

Surat Untuk Ibu dan Ayah

ayah ibu, kuharus jujur padamu.. jika saat ini kesuksesan dinilai dari seberapa banyak aku bisa memberikan materi kepadamu, maka maaf aku belum sukses! ayah ibu, jika keberhasilan dinilai dari seberapa tinggi jabatanku dan seberapa keren kantorku.. maka maaf aku belum berhasil.. ayah ibu, saat ini aku sedang berusaha dan berjuang.. namun kukatakan padamu, bahwa aku pergi kesana kemari mengisi dauroh (pelatihan) dan megikuti dauroh (pelatihan) dari satu kota ke kota yg lainnya.. tidak lain dan tidak bukan, adalah sebagai upayaku untuk memberikan kebaikan untukmu.. bukankah Allah akan memberikan pahala untuk hambaNya yg menuntut ilmu dan menyedekahkan ilmunya? dan dibalik itu, sebagai anak kudedikasikan semuanya untukmu.. jika memang pahala tak kita dapat, semoga ini sebagai rayuan kepada Rabbmu dan Rabbku bahwa kita mengharapkan ampunan sebagai balasannya.. dari aku, anakmu..

Menjumpamu Kembali (Trip to Malang) Episode Kampung Warna-warni Jodipan

Jum'at 27 April disiang hari, sekitar jam 11 siang kami janjian untuk pergi ke Jodipan bersama. Saya, Dwi, Hanifa, Firda bertemu di depan Gedung B FPIK UB. Setelah berdiskusi beberapa saat, kami pun memutuskan untuk naik Grab Car dengan kode promo "Grab Nyaman" yg lumayan dapet potongan sekitar 7rb hehe.. Mobil yang kami pesan datang, berwarna silver untuk kapasitas 6 orang. mobil melaju meninggalkan Brawijaya, jalan cukup macet siang ini karena ada kegiatan Marching Band tingkat sekolah yg konvoi sedari Balaikota hingga Jalan Semeru. Saya tidak terlalu memperhatikan jam ketika akhirnya tiba di kampung warna-warni. Setalah membayar ongkos grab car seharga 15rb, kami masuk ke kawasan kampung warna-warni dengan memberli tiket masuk seharga 3rb /orang terlebih dahulu. Sebenarnya ini kali kedua atau ketiga saya ke tempat ini, yang saya suka tempatnya cukup bersih dan warganya pun ramah-ramah. oiya sebelum membeli tiket kami sempat mengabadikan momen di jembatam dengan ...

Menjumpamu kembali (Trip to Malang) Episode Keberangkatan

21 April 2018 Pukul setengah sebelas siang saya bertolak dari kediaman menuju Stasiun Bekasi dengan Grab Bike (driver perempuan), dengan ongkos jalan 15rb saya nyampe juga di stasiun. Agak lama si, ya karena yg bawa mbak-mbak yg kecepatannya jauuuuh kalau saya ngendarain motor sendiri.. wkwk but thanks mbak sudah ngangkut saya ke stasiun. Sampe stasiun saya coba tap multrip card   saya untuk ngecek saldonya, alhamdulillah aman masih ada 10rb. Langsung ajah saya tap di gate masuk dan melenggangkan kaki menuju Peron 3 yg kebetulan banget keretanya hampir berangkat, dan Alhamdulillah saya masih bisa naik kereta jurusan Jakarta kota ini. karena tujuan saya ke stasiun senen, so saya turun di stasiun Jatinegara buat transit dan saya nyampe sebelum dzuhur waktu setempat. Sekitar sejam saya nunggu kereta jurusan Bogor buat ngangkut saya sampe pasar senen, daripada terbuang sia-sia saya pake ajah buat tilawah sambil ngemper di peron. Kereta datang sayapun bergegas naik, tak perlu me...

MERAYAKAN PERPISAHAN [part 1]

Selesai sudah rangkaian kegiatan Dauroh Marhalah 2 PD Malang. Euforia denga berphoto dan berakhir di meja makan seolah menjadi ajang perpisahan bagiku. Ya, mungkin ini bakti terakhir untuk Malang yang yang kucinta sebelum akhirnya aku benar-benar mengabi pada kotaku yang sesungguhnya. satu-satu perayaan perpisahan terselesaikan, dengan perencanaan maupun tidak. tapi semoga panjang umur nafas perjuanganku bersamau KAMMI.

JBDJD (UJIAN PUN DATANG)

Siang di bulan oktober, baru saja aku tiba di rumah selepas perjalanan kota rantau ke rumah tercinta. Rasa rindu pada rumah membuatku tak mengindahkan lelahnya perjalanan tujuh belas jam duduk di kursi kereta yang keras dan sempit. Ditambah membawa satu tas carrier 60 liter dan travell bag yang tak kalah bobotnya, tak membuatku malas untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta rangkaian listrik jatinegara- bekasi. Perjalanan selesai, aku pun tiba di rumah. Disambut senyum indah ibu beserta adik-adikku. Semua menyapaku dengan begitu hangatnya, tak tergambar masalah atau duka semua mengisyaratkan bahwa semua baik-baik saja. Kuletakkan tasku di ruang tamu, lalu kurebahkan diriku tenggelam dalam sofa yang empuk lebih empuk dari kursi kereta kelas ekonomi itu. Kulanjutkan dengan bersih diri lalu makan, ya sedari berangkat aku tak makan karena aku tak punya uang untuk membeli makan. Aku pulang dengan isi dompet nol rupiah, tak ada sepeserpun hanya bebekal dua botol air mineral yang kuisi...

JBDJD (Menelisik Kisah sang Rasulullah SAW)

Bukan hal yang asing  bagi kita membaca kisah perjalanan Rasulullah SAW. Perjalanan panjang menegakkan kalimat La ilaha ilallah, perjalanan yang mebuatnya harus meninggalkan kota kelahirannya. Kota mekkah kota yang begitu dicintainya. Bagitulah sejatinya jalan setiap aktivis dakwah, jalan yang bahkan pada akhirnya memaksa dirinya berada di di tempat yang asing sama sekali baginya. Namun nyatanya para aktivis dakwah itu mampu bertahan hingga akhirnya melebarkan sayap-sayap dakwah ke seluruh penjuru dunia. Masih terekam jelas dalam ingatan, bahwa saat Rasulullah belum diangkat menjadi Rasul semua orang mempercayainya bahkan Al- Amin menjadi julukannya. Semua orang bahkan kaum quraisy sekali pun menitipkan hartanya kepada Beliau SAW karena sifatnya yang begitu amanah. Namun semua berubah ketika Allah mengangkat derajatnya untuk membawa risalah dakwah. Ketika resmi dirinya diangkat menjadi Rasul, dengan ketakutan Beliau pulang lalu diselimuti oleh ibunda Khadijah ra. Semua berawal...