21 April 2018 Pukul setengah sebelas siang saya bertolak dari kediaman menuju Stasiun Bekasi dengan Grab Bike (driver perempuan), dengan ongkos jalan 15rb saya nyampe juga di stasiun. Agak lama si, ya karena yg bawa mbak-mbak yg kecepatannya jauuuuh kalau saya ngendarain motor sendiri.. wkwk but thanks mbak sudah ngangkut saya ke stasiun.
Sampe stasiun saya coba tap multrip card saya untuk ngecek saldonya, alhamdulillah aman masih ada 10rb. Langsung ajah saya tap di gate masuk dan melenggangkan kaki menuju Peron 3 yg kebetulan banget keretanya hampir berangkat, dan Alhamdulillah saya masih bisa naik kereta jurusan Jakarta kota ini. karena tujuan saya ke stasiun senen, so saya turun di stasiun Jatinegara buat transit dan saya nyampe sebelum dzuhur waktu setempat. Sekitar sejam saya nunggu kereta jurusan Bogor buat ngangkut saya sampe pasar senen, daripada terbuang sia-sia saya pake ajah buat tilawah sambil ngemper di peron.
Kereta datang sayapun bergegas naik, tak perlu menunggu lebih lama lagi kereta pun jalan menuju stasiun pasar senen dengan melewati beberapa stasiun sebelum akhirnya tiba. Sekitar pukul setengah dua lah saya sampe di stasiun pasar senen, selanjutnya saya isi saldo multi trip card saya biar nanti waktu pulang gak perlu nunggu antrian yang biasanya cukup ramai di stasiun. Setelah selesai mengisi ulang multi trip card, saya check ini dan mencetak tiket di bagian cetak tiket mandiri dan selanjutnya melenggangkan kaki ke Masjid/musholah stasiun untuk Shalat.
selesai shalat saya beristirahat dan menghabiskan waktu di masjid sampai tiba waktunya saya harus boarding pass. Saya sempat berbincang dengan seorang Ibu Guru yang sudah Master dan akan melanjutkan pendidikan doktoralnya di salah satu kampus di Malang, ibunya bercerita keinginannya untuk terus belajar dan semoga berkesempatan kuliah di Universitas Brawijaya, ya kampusku. Beliau membagikan nasehatnya untuk terus belajar dan meraih cita-cita selagi mampu, serta menjadikan akhirat sebagai tujuan. Agar hidup menjadi lebih bermakna dan mempunyai tujuan yang jelas. begitulah kurang lebih nasehat beliau yang aku lupa namanya.
Pukul setengah tiga barus saya boarding pass dan menuju peron tempat kereta Matarmaja sedang berhenti. saat sampai di peron kebetulan keretanya belum masuk ke peron dan saya menunggu sambil duduk-duduk di kursi yang tersedia. Oya kali ini saya menggunakan jasa transportasi kereta Matarmaja yang merupakan kereta dengan tarif termurah dan dengan fasilitas ya yang begitu adanya, tarifnya 109.000 rupiah untuk sekali jalan per orang.
kereta mulai melaju tepat seperti yang tertera di tiket, ya pukul 15.15 kereta Matarmaja mulai meninggalkan stasiun Pasar Senen. Perjalan kali ini saya duduk bersama seorang ibu yang bepergian dengan anak laki-lakinya perkiraan saya anaknya sekitar duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Sepanjang perjalanan si ibu banyak berceita tentang anak-anaknya yang dididik menjadi penghafal qur'an, sehingga anak lelakinya yang baru lulus sekolah menengah atas menunda melanjutkan ke bangku kuliah agar bisa fokus untuk menghafal Al-Qur'an. Perjalanan ini berlangsung lancar-lancar. Namun entah kenapa, saya begitu bahagia dan menikmati perjalanan ini. Karena ini adalah kali pertama saya ke Malang dengan tujuan berlibur bukan kembali untuk kuliah.
Dan ini menjadi langkah saya untuk mampu menyelesaikan hal yang harus saya selesaikan.
kereta mulai melaju tepat seperti yang tertera di tiket, ya pukul 15.15 kereta Matarmaja mulai meninggalkan stasiun Pasar Senen. Perjalan kali ini saya duduk bersama seorang ibu yang bepergian dengan anak laki-lakinya perkiraan saya anaknya sekitar duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Sepanjang perjalanan si ibu banyak berceita tentang anak-anaknya yang dididik menjadi penghafal qur'an, sehingga anak lelakinya yang baru lulus sekolah menengah atas menunda melanjutkan ke bangku kuliah agar bisa fokus untuk menghafal Al-Qur'an. Perjalanan ini berlangsung lancar-lancar. Namun entah kenapa, saya begitu bahagia dan menikmati perjalanan ini. Karena ini adalah kali pertama saya ke Malang dengan tujuan berlibur bukan kembali untuk kuliah.
Dan ini menjadi langkah saya untuk mampu menyelesaikan hal yang harus saya selesaikan.



Komentar
Posting Komentar