Langsung ke konten utama

Menjadi Guru Muda


Sungguhlah beruntung saya ini, tak memiliki latar belakang dunia pendidikan secra formal namun diberikan kesempatan menjadi seorang guru.

Tepat diusia 22 tahun kala itu saya lulus S1 Perikanan dan pulang ke bekasi, ke tanah kelahiran dan kampung saya. Takdir membawa saya untuk mengabdi di sekolah menengah kejuruan swasta. Umur saya tak jauh berbeda dengan murid-murid sekolah kala itu, hanya sekitar 5-7 tahun, layaknya seorang kaka.

Lalu beberapa bulan setelahnya saya diamanahi menjadi seorang guru di Sekolah menengah pertama islam, langsung menjadi wali kelas.

Sebagai guru muda atau junior yang tak banyak pengalaman dan tak berlatar pendidikan linier mungkin saya terbilang cukup nekat.

Bukan tanpa rasa gerogi kala datang pertama kali menyambut siswa saat MPLS, apalagi diminta memperkenalkan diri. Sudah mencoba mencairkan suasana, tapi masih saja kikuk. Dan Tepat di usia yang ke dua puluh tiga tahun saya memulai debut saya sebagai seorang guru di sekolah menengah pertama tersebut.

Anugerah demi anugerah Allah hadirkan di tiap pertambahan usia. Sebagai seorang guru muda, saya memanglah tak punya banyak pengalaman, tapi insyaAllah saya menawarkan masa depan.

Tak terasa hampir satu tahun perjalanan sebagai guru muda ini berjalan. Terus saja saya lalui dengan tangga demi tangga tantangan yang ada. Pernah sekali saya down dan entah apa yang terlintas kala itu, lalu dengan cinta Murobbiyah dan sahabat menyemangati dan sayapun memulai lagi langkah.

Besok akan jadi apa? sungguh hari esok hanyalah Allah yang tahu, tapi tugas saya hanyalah melakukan yanh terbaik setiap harinya, agar kebaikan itu terakumulasi di hari esok menjadi kumpulan kebaikan, sehingga masa yang akan datang akan diisi dengan berbagai macam kebaaikan.

Saya harus terus meningkatkan kapasitas diri secara fikriyah, ruhiyah dan jasadiyah, agara amanah ini dapat saya tunaikan dengan penuh rasa tanggungjawab.

Terimakasih teruntuk anak-anak yang dengan kerelaan hatinya mendampingi saya berproses, sungguh kebaikan kalian akan terekam manis dalam memori saya. Kita telah berproses bersama, memperbaiki diri agar pantas di hadapanNya.

Mungkin hari ini saya hanya mampu membagikan apa yang saya miliki, tak banyak, tapi semoga membekas dan senantiasa istiqomah dalam amalnya.

Hari ini saya seorang guru muda yang minim pengalaman, insyaAllah 10-15 tahun lagi atas izin Allah saya akan menjadi seperti apa yang seharusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTEMPLASI RASA

Benar sudah kurikulum sekarang ini yang selalu menekankan pada problem solving, critical thinking, dan literasi perasaan... Karena in this economy terutama aku si milenial mendapati sekelas orangtua saja masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan anak.  Orangtua juga tidak mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan kerap kali selalu berusaha masuk untuk mencarikan solusi atas permasalahan anak-anaknya, yang sebenarnya anak hanya perlu dibiarkan mengeksplorasi dan mengalirkan perasaannya, kemudian berpikir kritis untuk mencari solusi dan menjadi subject penyelesain masalahnya, dan menjalani konsekuensi untuk setiap keputusannya.  Jikapun belum berhasil, biarkan ia mencobanya lagi dan lagi hingga ia terampil dalam menghadapi setiap masalah yang hadir menjadi ujiannya masing-masing saat itu dan di kemudian hari.  Karena sejatinya Allah yang akan membersamai anak itu dalam setiap ujian yang Ia berikan dalam bentuk permasalahan. 😊 Dul...

Untuk Putri

Putri Mayla Khansa, pertemuan pertama dengannya saat aksi galang dana untuk Palestina di depan gerbang veteran UB. Dulu saya kira dia anak poltek karena bawa bendera bertuliskan poltek, muka blasterannya bikin segan untuk kenalan. Setalah gabung KAMMI, saya baru tahu kalau dia anak UB karena dialah generasi pertama KAMMI angkatan 2013, bahkan di kemudian hari juga  AB2 pertama di angkatan. Syantik, shalihah, perfect lah diliatnya, ya bakal susah lah buat temenan sama dia. Gak inget kapan dan di momen apa akhirnya bisa deket. Mungkin pas sama-sama jadi pengkam, atau entahlah. Menjelang kelulusan justru kita makin deket, eh aku si yang ngerasa gitu. Nyaman ajah main sama dia, yang kalau ngasih saran ya begitu adanya dia, singkat, padat kalo lagi gak mood, kalo lagi good mood ya panjang lebar tinggi menjulang, eh apa sih haha. Pernah kita ke pantai berdua ye kan, pengen ke sendiki beach eh nyasar malah ke arah ngliyep akhirnya ke beberapa pantai deaerah situ dulu, tapi berkat i...

MUNGKINKAH AKU DIPANGGIL BUNDA

Embrio kecil itu, yang kutunggu kehadirannya dengan sepenuh harap dan doa Suara tangis pertamanya yang begitu rindu ingin kudengar Tangan mungilnya yang sudah tak sabar ingin kugenggam Pipi merahnya yang amat sangat ingin kukecup Perjalanan lima tahun menantinya, menjadi sebuah kisah yang luar biasa bagiku Diawali dengan banyak tangisan ketika setiap bulan hanya melihat garis satu pada tiap tes kehamilan yang kujalani Sempat juga marah dan bertanya-tanya kenapa perjalanan ini tak sesuai ekspektasiku Orang-orang terdekatkupun kuanggap tak bisa mengerti remuk hancurnya perasaanku menjalani hari-hariku, karena yang kurasakan seolah mereka tak berempati pada diriku Kumenjauh dari keramaian, mengasingkan diri dalam kamar yang sepi... Hanya ada aku dan kesedihanku dalam penantian...  Hari berlalu, perasaanku membaru...  Kini sedih dan kecewa itu telah terbang terbawa angin...  Yang ada sekarang perasaan harap dan kepasrahan kepada pemilik takdir kehidupan Allah yang Maha Besar....