Kemarin 21 mei 2019, diumumkan dini hari. Bersliweran brodcast wa di berbagai grup di hpku. Hati terusik, tapi tak ada rasa ingin menyebarkannya. Aku hanya berhati-hati tersebab seringkali brodcast itu dikirim dari orang-orang yang justru loyal terhadap kebathilan.
Teriris rasanya hingga hari ini, membaca berbagai status dari teman-teman yang mendukung presiden terpilih versi KPU dengan menyalahkan pendukung Prabowo-Sandi. Mungkin rasa kita memang berbeda, sehingga sudut pandang memaknai ini juga berbeda. Bukan, bukan tentang kami berteriakan takbir tanpa arti seperti yang kalian tuduhkan, justru tersebab ada semangat dalam diri ini untuk menyuarakan kebaikan.
Bagiku bukan perkara menang dan kalah, tapi tentang di mana aku berpihak. Layaknya burung kecil yang membawakan air untuk memadamkan api yang membakar Ibrahim sang Nabi kala itu, aku yakin ia tahu bahwa air itu tak akan mampu memadamkan api, tapi setidaknya ia ingin memberitahu di mana ia berpihak.
Hari ini pun itu yang kami lakukan, tak ada rasa untuk membuat kerusuhan, karena justru agama ini memang memerintahkan kami untuk berbuat baik, menjadi cahaya ditengah ketiadaan cahaya. Cobalah dulu selidiki, siapakah mereka para provokator itu, hati kami sudah cukup sesak, janganlah kalian tambahi dengan berbaagai macam tuduhan tak berpembuktian itu. Sungguh kami mencintai kalian wahai saudara, dan kami tak akan menodai cinta ini dengan justru membuat sesuatu yang membawa kekacauan.
Cobalah aktifkan nuranimu, terlihatkah selama ini dalam keseharian kami bahwa kami adalah orang-orang yang berambisi pada kekuasaan? terlihatkan dalam keseharian kami bahwa kami menyakitimu wahai saudara?.
Sungguh diriku sangat meyakini bahwa setiap hal yang terjadi atas skenario Rabb yang Maha Pengasih, tapi aku pun sadar bahwa akal ini digunakan untuk berpikir bagaimana menempatkan diri.
Semoga keberkahan senantiasa dilimpahakan pada negeri kita ini, semoga hati-hati kita tetap terpaut pada kebaikan.
Barakallah, doaku menyertaimu, semoga setiap langkahmu teriring perlindungan dari Rabb yang Maha Melindungi.
Teriris rasanya hingga hari ini, membaca berbagai status dari teman-teman yang mendukung presiden terpilih versi KPU dengan menyalahkan pendukung Prabowo-Sandi. Mungkin rasa kita memang berbeda, sehingga sudut pandang memaknai ini juga berbeda. Bukan, bukan tentang kami berteriakan takbir tanpa arti seperti yang kalian tuduhkan, justru tersebab ada semangat dalam diri ini untuk menyuarakan kebaikan.
Bagiku bukan perkara menang dan kalah, tapi tentang di mana aku berpihak. Layaknya burung kecil yang membawakan air untuk memadamkan api yang membakar Ibrahim sang Nabi kala itu, aku yakin ia tahu bahwa air itu tak akan mampu memadamkan api, tapi setidaknya ia ingin memberitahu di mana ia berpihak.
Hari ini pun itu yang kami lakukan, tak ada rasa untuk membuat kerusuhan, karena justru agama ini memang memerintahkan kami untuk berbuat baik, menjadi cahaya ditengah ketiadaan cahaya. Cobalah dulu selidiki, siapakah mereka para provokator itu, hati kami sudah cukup sesak, janganlah kalian tambahi dengan berbaagai macam tuduhan tak berpembuktian itu. Sungguh kami mencintai kalian wahai saudara, dan kami tak akan menodai cinta ini dengan justru membuat sesuatu yang membawa kekacauan.
Cobalah aktifkan nuranimu, terlihatkah selama ini dalam keseharian kami bahwa kami adalah orang-orang yang berambisi pada kekuasaan? terlihatkan dalam keseharian kami bahwa kami menyakitimu wahai saudara?.
Sungguh diriku sangat meyakini bahwa setiap hal yang terjadi atas skenario Rabb yang Maha Pengasih, tapi aku pun sadar bahwa akal ini digunakan untuk berpikir bagaimana menempatkan diri.
Semoga keberkahan senantiasa dilimpahakan pada negeri kita ini, semoga hati-hati kita tetap terpaut pada kebaikan.
Barakallah, doaku menyertaimu, semoga setiap langkahmu teriring perlindungan dari Rabb yang Maha Melindungi.
Komentar
Posting Komentar